LATEST NEWS

Mau Tahu Cara Mendapatkan Uang dari Blog? Silahkan ikuti tutorial Asta Qauliyah tentang Blog Advertising dan Beragam Jalan Menghasilkan Uang dari Bisnis Online di blog ini..


Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu Babi

By Asta Qauliyah
Published: May 1st, 2009

Terjangan virus flu burung (H5N1) belum lagi berakhir ketika virus baru Flu Babi atau swain flu (H1N1) mulai ditemukan pada pertengahan bulan Maret ini. Pandemi flu burung yang sangat mematikan kini mulai ditambah lagi dengan ketakutan akan serangan wabah flu babi yang tidak kalah ganasnya. Dewi Hastuty Sjarief, Guest Blogger of This Month mengirimkan tulisannya di bawah ini:

Wabah Flu Babi dan Nasib Peternak Babi
Tepatnya sejak tanggal 25 Januari 2004 saat pemerintah indonesia mengumumkan secara resmi untuk mewaspadai flu burung, maka terhitung sekitar 5 tahun kita telah demikian akrab dengan informasi virus H5N1 yang menjangkiti hewan sejenis unggas tersebut.

Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu BabiBerbagai iklan layanan masyarakat yang ditampilkan oleh pemerhati masalah kesehatan mulai dari pemerintah hingga lembaga swadaya masyarakat untuk sekadar memberi peringatan seputar tata cara pencegahan yang dapat kita lakukan untuk menghindari kondisi rentan pada virus tersebut. Meskipun telah banyak kita dengar dan lihat kasus-kasus kematian pada manusia yang diakibatkan oleh keganasan virus yang seyogyanya hanya menular pada hewan sebangsa aves. Namun kejadian kematian pada manusia tersebut selalu diakhiri dengan kalimat suspect alias di duga terjangkit flu burung.

Terasa belum lama informasi-informasi itu marak di berbagai media, kita kembali mulai diresahkan oleh berita kematian warga Meksiko oleh virus tipe A jenis H1N1 dimana hewan babi sebagai agen penularnya. Kasus di Meksiko yang terjadi telah mencapai angka 2500 dengan 1311 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sampai tanggal 30 april 2009 kematian warga Meksiko telah mencapai angka 160 orang dan penyebarannya sendiri sudah mencapai Eropa. Karena pada dekade ini virus tersebut mewabah di Meksiko maka flu babi (swine flu) ini bisa juga disebut flu Meksiko (istilah dari creativesimo). Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan, kasus pertama flu babi di Meksiko dicurigai berasal dari sebuah peternakan babi di Negara Bagian Oaxaca. Namun, Cordova menegaskan bahwa tidak ada yang tahu titik asal maupun penyebaran virus tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat melaporkan peningkatan penderita flu babi, di enam negara bagian terdapat 66 orang yang menderita penyakit flu babi dan 45 orang diantaranya terdapat di kota New York (30/4/09). Di California, seorang Marinir dipastikan terjangkit virus flu babi dan sekitar 30 Marinir AS lainnya akhirnya di karantina di markas militer California Selatan.

Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit amerika Serikat, kuat dugaannya bahwa H1N1 tipe Meksiko adalah gabungan dari flu burung, flu babi dan flu pada manusia. Dan virus kemungkinan mengalami perubahan atau terjadi mutasi virus di dalam tubuh babi. Menurut Nidom, Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga, bahwa virus yang berubah ditubuh babi lebih mungkin menular kepada manusia.

Hal ini disebabkan manusia dan babi adalah mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Walaupun virus ini cepat penularannya, namun daya rusaknya rendah dibandingkan dengan tipe H5N1 pada unggas yang memiliki daya rusak tinggi tetapi penyebarannya lambat. “koalisi” antar virus yang terjadi di tubuh babi kemudian melahirkan material virus yang baru dengan karakter yang beda pula sehingga lebih memungkinkan untuk menggempur pertahanan tubuh manusia. Tubuh babi memiliki 2 reseptor yang memungkinkannya untuk bercampur dan mereplikasi diri yaitu reseptor alfa 2,6 sialic acid, dan alfa 2,3 sialic acid yang ada pada virus flu unggas.

WHO dan beberapa negara mengkonfirmasi bahwa terdapat 148 kasus di sembilan negara. Israel, Selandia Baru, Skotlandia, Australia, Denmark, Swiss, Perancis, Irlandia dan Swedia selain itu di Hongkong dan Korea selatan pun mulai memeriksa warga negaranya yang diduga memiliki gejala-gejala yang mirip dengan flu babi. Otoritas China juga memeriksa orang yang memiliki gejala yang mencurigakan.

Di Indonesia, Menkes ibu Siti Fadila Supari menegaskan bahwa flu babi belum sampai ke Asia, karena virus H1N1 termasuk tipe influenza A yang tahan di daerah subtropis. Bukan di daerah tropis seperti Indonesia. Kalaupun virus itu akan bermutasi, Supari berkata bahwa akan membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan kemungkinan bisa ratusan tahun dapat terjadi mutasi pada gen virus.

Namun berbeda dengan Menkes, pendapat Nidom, Peneliti virus flu burung Universitas Airlangga menyatakan bahwa peluang virus dapat terjangkit di Indonesia sangat mungkin terjadi, karena perbedaan penyakit berdasar geografis wilayah seperti, wilayah subtropis dan tropis, tidak bisa dipergunakan sebagai pegangan utama.

Kondisi penyebaran yang pandemi telah tidak hanya meresahkan para peternak babi dan orang-orang yang tinggal di lingkungan yang dekat dengan peternakan babi. Namun, rupanya penyebaran wabah flu babi ini juga berdampak kepada nilai saham dan harga minyak. Sebab, penyebaran virus itu akan memberi kehancuran di sektor industri penerbangan dan menurunkan permintaan minyak.

Asisten Direktur Jenderal WHO, Keiji Fukuda memberi sinyal bahwa dalam kondisi yang semakin memburuk ini, pencegahan saja tidak cukup, karena sang virus telah menyebar ke berbagai negara. Kondisi ini pula yang menyebabkan WHO meningkatkan level kewaspadaan dari status siaga flu babi hingga mencapai level 4 yaitu kondisi darurat global yang berarti bahwa virus ini telah menunjukkan kemampuannya dalam proses penularan manusia ke manusia. (more…)

Informasi lain yang terkait:

Fenomena VII, Siapa Bilang Sehat itu Gampang?

By Asta Qauliyah
Published: March 29th, 2007

Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia

Hingga dewasa ini, kecelakaan lalu lintas belum mendapat perhatian masyarakat sebagai penyebab kematian yang cukup besar. Padahal, setiap tahunnya di seluruh dunia terdapat sekitar 1,2 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta lainnya mengalami luka-luka. Tingginya insiden kecelakaan lalu lintas pada beberapa tahun terakhir, mendasari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia (World Bank) pada 14 April 2004 lalu mengeluarkan laporan yang berjudul World Report on Road Traffic Injury Prevention.

Laporan tersebut antara lain menyebutkan, setiap hari setidaknya 3.000 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah itu setidaknya 85 persen terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah dan sedang. Kecelakaan lalu lintas juga telah menjadi penyebab 90 persen cacat seumur hidup (diasbility adjusted life years/DALYs).

Di kawasan Asia Tenggara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa, setiap jam ada 34 orang meninggal karena kecelakaan di jalan raya. Tahun 2001 ada 354.000 orang meninggal karena kecelakaan di jalan dan sekitar 6,2 juta orang dirawat di rumah sakit. Biaya akibat kecelakaan di Asia Tenggara mencapai 14 miliar dollar AS. WHO memperkirakan, dalam dua dasawarsa berikutnya, jumlah ini diperkirakan akan naik 144 persen, atau tertinggi di kawasan regional WHO.

Sedangkan di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Kepolisian RI, terdapat sekitar 30 orang per hari. yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Jika dirata-rata, setiap tahun 10.000 orang meninggal dunia dalam 13.000-an kasus kecelakaan lalu lintas. Tingginya korban meninggal maupun luka-luka ini memunculkan kerugian sebesar Rp 660 juta. Bahkan, kerugian ekonomi karena penurunan produktivitas akibat 13.399 kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2003, mencapai Rp 85,8 miliar.

Problem kecelakaan lalu lintas memang perlu diselesaikan secara serius, mengingat kasus ini dalam beberapa tahun terakhir bukannya menunjukkan angka yang menurun, tetapi justru menggambarkan peningkatan yang signifikan.

Proyeksi yang dilakukan WHO antara tahun 2000 dan 2020 menunjukkan, kematian akibat kecelakaan lalu lintas akan menurun 30 persen di negara-negara dengan pendapatan tinggi, tetapi akan meningkat di negara dengan pendapatan rendah dan sedang. Tanpa adanya tindakan yang nyata, pada tahun 2020 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kecelakaan dan penyakit nomor tiga di dunia. Sebagai perbandingan, tahun 1990 kecelakaan lalu lintas masih berada pada nomor sembilan sebagai penyebab kematian terbesar di dunia.

Saat ini, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tengah menjadi trend tersendiri bagi aktivitas hidup perkotaan. Seperti yang kita tahu, kota identik dengan kesemrawutan, berjubelannya kendaraan bermotor dan ruas jalan yang kurang memadai untuk volume kendaraan yang besar. Meskipun tak juga dipungkiri, kecelakaan di daerah pedalaman kerap juga terjadi, tetapi sebagian besar bukan karena faktor lingkungan seperti adanya di kota.

Dalam Semiloka tentang Persepsi dan Perilaku Generasi Muda terhadap Keselamatan Lalu Lintas yang diselenggarakan Universitas Persada Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Pelangi, April 2004 lalu, terungkap bahwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang berakibat fatal dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan, sejak tahun 1896 hingga 2005 ini kecelakaan yang berakibat fatal itu tidak pernah menurun dan sebagian besar terjadi di wilayah perkotaan.

Kecelakaan yang fatal, menurut I Gede Wayan Samsi Gunarta dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Prasarana Transportasi Depkimpraswil, adalah jika korban meninggal dunia atau meninggal hingga 30 hari setelah kejadian. Yang mengherankan, meski jalan makin macet karena bertambahnya kendaraan di kota-kota, angka kecelakaan fatal tersebut tidak pernah menurun, dengan jumlah korban di atas 5.000 setiap tahun.

Puslitbang Prasarana Transportasi Depkimpraswil tahun 2004 menemukan bahwa 64 persen kecelakaan terjadi karena faktor manusia yang bermasalah dengan kendaraannya, 30 persen karena manusia bermasalah dengan jalan dan lingkungan, serta 51,9 persen akibat faktor manusianya sendiri.

Di banyak kota besar di Indonesia, perhatian terhadap tingkat kelayakan operasional kendaraan bermotor – baik pribadi maupun angkutan umum – belum begitu besar. Banyak kendaraan yang sudah tidak layak jalan, baik karena kondisi rem yang blong, kemudi tidak stabil, ban gundul maupun kelengkapan mengemudi yang tidak memadai, masih diizinkan berlalu-lalang di jalan raya. Padahal ini banyak beresiko untuk terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Di sisi lain, kurang terawatnya kondisi kendaraan, terutama yang menyangkut masalah mesin (engine stability), memberi kontribusi besar terhadap tingginya tingkat polusi udara akibat kendaraan di kota-kota besar. Kerap kita jumpai angkutan umum di jalan raya yang padat pengguna, mengepulkan asap hitam pekat dari knalpotnya, menyebabkan gangguan – penglihatan, kesehatan, dan kenyamanan – bagi pengguna jalan lainnya. Tidak sedikit, kecelakaan terjadi akibat pengguna jalan lain bermaksud menghindari semprotan asap polutan seperti ini.

Kondisi jalan yang tidak standar, trotoar yang diserobot pedagang kaki lima, serta minimnya marka dan penerangan jalan, juga memberi kontribusi peningkatan insiden kecelakaan lalu lintas di negara kita. Banyak lampu dan marka jalan yang sudah tidak layak pakai, tetapi masih tetap dijadikan sebagai “pengatur” lalu lintas. Tidak sedikit jalanan yang rusak, berlubang dan tergenangi air ketika hujan memicu terjadinya insiden lakalantas.

Di beberapa kota, ketidaksingkronan program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan perkotaan, antara satu instansi dan lainnya juga sering kali memicu kesemrawutan lalu lintas . Munculnya galian-galian di tengah jalan dan banyaknya tiang listrik, telepon dan tiang papan merek di perempatan jalan kerap menghambat kelancaran arus lalu lintas. Bahkan, tak jarang lubang galian dan tiang-tiang itu juga mengundang kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

Tetapi dari semua penyebab di atas, yang cukup signifikan menjadi penyebab terjadinya lakalantas adalah faktor manusia sendiri. Dewasa ini masalah serius yang kita hadapi adalah rendahnya kesadaran dan tingkat kepatuhan (disiplin) para pengendara terhadap peraturan berlalu lintas. Sopir menaikturunkan penumpang di tengah jalan. Jalanan pun macet karena semua pengguna jalan mencuri jalur. Kecuali itu, faktor tidak terampil dan sering emosional bagi pengendara kendaraan sering memicu terjadinya insiden lakalantas.

Sementara itu, pengguna jalan lainnya, termasuk pejalan kaki, kerap juga tidak mengindahkan peraturan lalu lintas. Setiap saat kita saksikan orang menyeberang sembarangan, mengacuhkan jembatan penyeberangan yang tersedia. Sopir menaikturunkan penumpang di tengah jalan. Jalanan pun macet karena semua pengguna jalan mencuri jalur.

World Report on Road Traffic Injury Prevention 2004 juga mengumumkan bahwa, korban kecelakaan lalu lintas paling banyak adalah yang berumur 15-44 tahun. Masyarakat kota lebih banyak terkena risiko kecelakaan lalu lintas. Akan tetapi, bila orang desa tertimpa kecelakaan, ia akan mengalami akibat yang lebih serius. Penyebabnya, pengendara motor di desa cenderung mengemudikan kendaraan dengan laju kencang karena sepi. Keberadaan jalan baru di negara berkembang cenderung meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Berdasarkan paparan kecelakaan lalu lintas dan juga situasi riil yang terjadi di lapangan, tampaknya tidak membuat pengambil kebijakan tergerak untuk memikirkan masalah kecelakaan lalu lintas secara lebih serius. Akan tetapi, bila melihat dampaknya terhadap prakiraan biaya yang dikeluarkan akibat kecelakaan lalu lintas, dapat membantu negara-negara untuk mengerti betapa seriusnya masalah kecelakaan lalu lintas. Hitung-hitungan kasar itu juga bisa memperlihatkan betapa menguntungkannya investasi dalam pencegahan lakalantas.

Di negara maju, hitung-hitungan akibat kerugian kecelakaan lalu lintas adalah hilangnya pendapatan, pengeluaran untuk biaya kesehatan, kerusakan sarana transportasi, asuransi, dan dampak penundaan perjalanan. Belum lagi biaya perawatan kesehatan dan rehabilitasi yang harus dikeluarkan bila terjadi lakalantas yang serius, termasuk juga “biaya-biaya” lainya, seperti stress/tekanan psikologis.

Perkiraan biaya ini sulit dilakukan di negara dengan pendapatan rendah dan menengah sebab data-data kecelakaan lalu lintas sangat minim. Meski demikian, paling tidak Riset Transport Reserach Laboratory (TRL) Ltd yang dilaksanakan di 21 negara, seperti yang dijelaskan dalamWorld Report on Road Traffic Injury Prevention 2004 WHO dan Bank Dunia, cukup memberi gambaran kerugian akibat kecelakaan lalu lintas. Untuk negara dengan pendapatan rendah, setidaknya satu persen gross national product (GNP) hilang. Adapun untuk negara dengan penghasilan sedang, bisa menyerap dua persen GNP/Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Lebih mikro lagi, kecelakaan lalu lintas telah mengguncang keuangan keluarga korban, apalagi jika korban dari keluarga miskin. Keuangan keluarga terguncang karena umumnya mereka yang terkena kecelakaan adalah usia produktif, yaitu 15-44 tahun, seperti dijelaskan di atas.

Studi terbaru di Banglades – negara sedang berkembang yang cukup miskin di Asia – menyebutkan, sebanyak 32 persen kecelakaan lalu lintas di negeri itu menimpa keluarga miskin. Sebanyak tiga perempat dari keluarga miskin yang salah satu anggotanya tertimpa kecelakaan itu umumnya mengalami penurunan kualitas hidup, setelah uang terkuras untuk membiayai pengobatan. Sebagian besar di antara mereka dilaporkan harus meminjam uang untuk menutupi biaya hidupnya.

Keluarga yang kehilangan kemampuan untuk mendapatkan uang akibat keluarganya mengalami lakalantas hingga cacat, terpaksa harus menjual berbagai harta benda miliknya. Selain kualitas, penurunan produktifitas menjadi keniscayaan terjadi bagi korban lakalantas yang selamat tetapi menyandang kecacatan. Tidak sedikit di antara mereka yang justru kembali menjadi beban ekonomi bagi keluarganya. Keluarga yang sebelumnya telah habis-habisan secara ekonomi untuk mengobati dan merawat dirinya karean menderita kecelakaan lalu lintas.

Tidak sedikit di antara mereka yang terjebak dalam utang berkepanjangan dan jatuh dalam lingkaran kemiskinan. Fenomena ini sesungguhnya banyak terjadi di negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia.

Tanpa adanya tindakan yang nyata, tahun 2020 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kemiskinan dan penyakit nomor tiga di dunia.

Informasi lain yang terkait:

About

Astaqauliyah.com dikelola oleh Asta Qauliyah. Asta Qauliyah hanya nama cyber (cybername). Nama asli saya adalah Asri Tadda, kelahiran 3 April 1981 di Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan SMA di SMU Negeri 1 Makassar tahun 1999,... Selanjutnya»

Ada 464 Postingan - 2,609 Komentar dan 62 Kategori di blog ini.

Berlangganan Lewat Email

Mau baca postingan blog ini lewat email? Caranya mudah!
Ketik alamat email di bawah ini lalu tekan ENTER


Email:

#1 Recommended Money Making

  • LinkLift
  • Best Webhosting 2010

      Cheapest Hosting

    • Blogger Tamu

      Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu Babi

      Terjangan virus flu burung (H5N1) belum lagi berakhir ketika virus baru Flu Babi atau swain flu (H1N1) mulai ditemukan pada pertengahan bulan Maret ini. Pandemi flu burung yang sangat mematikan kini mulai ditambah lagi dengan ketakutan akan serangan wabah flu babi... 

      Blogger Sebagai Profesi

      Blogger Sebagai Sebuah Profesi

      Apa motivasi yang melatar-belakangi Anda ketika pertama kali membuat blog? Jawabannya tentu saja bisa bermacam-macam. Namun kalau boleh saya ambil kesimpulan, hampir sebagian besar blogger bertujuan komersil saat memulai blognya. Ya, apa lagi kalau bukan berburu... 

    • Artikel

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Medical

      Kejadian Osteoporosis Pada Wanita Lanjut Usia (Kasus RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar)

      PROSES menua merupakan suatu proses normal yang ditandai dengan perubahan secara progresif dalam proses biokimia, sehingga terjadi kelainan atau perubahan struktur dan fungsi jaringan, sel dan non sel. (Widjayakusumah, 1992). Berbagai perubahan fisik dan psikososial... 

      IMUNISASI; Pengertian, Jenis dan Ruang Lingkup

      IMUNISASI; Pengertian dan Ruang Lingkup Definisi : Cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu Ag, sehingga bila ia terpapar pada Ag yang serupa, tidak terjadi penyakit. Sistem Imun Spesifik : Hanya dapat menghancurkan benda asing yang... 

    • Referat

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Breaking News

      Lowongan Kerja Dokter Perusahaan di PT Ajinomoto Indonesia

      Ajinomoto Indonesia berencana merekrut tenaga medis sebagai dokter perusahaan. Detail pekerjaannya adalah sebagai berikut: 1. Melakukan analisa laporan kesehatan karyawan Grup Ajinomoto Indonesia 2. Menyusun rekapitulasi laporan hasil pemeriksaan... 

      Kontroversi Blog Noordin M Top

      Di tengah gencarnya proses pencarian terhadap gembong teroris internasional Noordin M Top, tiba-tiba kita kembali dikagetkan dengan ‘pengakuan resmi’ seseorang yang mengaku sebagai Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia Abu Mu’awwidz Nur Din... 

    Postingan Berdasarkan Kata Kunci

    AntiVirus Anti Virus Articles Trade Artis seksi Artis Seksi 2009 AstaMedia Blogging School AstaMedia Group Bank Mandiri Bisnis Online Blog Blog Advertising blogger Blogger Template blogger widget Blogging Blogsvertise Download Gratis Google Google Adsense Indonesia Internet Internet Marketing Kedokteran Kehamilan Kesehatan Make Money Blogging Opini Kesehatan page rank paid Blogging Paid Review Paypal Pelayanan Kesehatan Pembangunan Kesehatan Refleksi Rumah Sakit Seksi SEO Smorty SMS Sahabat Software Tips Blogging Tips Ngeblog Ulang Tahun widget widget blog