Tujuan pelayanan kesehatan sebenarnya mencakup tercapainya equity. Tujuan ini sangat penting karena kesehatan adalah hak asasi yang paling mendasar bagi setiap individu. Equity yang dimaksudkan adalah egalitarian equity dan sosial equity ( keadilan sosial yang adil dan merata ). Egalitarian equity pada dasarnya merupakan paham bahwa setiap orang harus dapat menerima pelayanan kesehatan sesuai dengan kemampuan membayar.
Sejalan dengan kemajuan dan perkembangan ilmu teknologi kedokteran rumah Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel, Opini
Sudah lebih setengah abad kita menyatakan diri telah merdeka. Sebuah kata yang teramat indah dan selalu diagung-agungkan oleh kita, terutama pemerintah kita. Sebuah kata yang selama ini kerap menjadi alasan mengapa penggusuran dilakukan, mengapa pembongkaran gedung-gedung bersejarah diprogramkan, dan sejumlah tindakan yang kurang berkenan lainnya di mata masyarakat, apalagi masyarakat kecil.
Kemerdekaan memang mahal, tetapi yang sulit adalah bagaimana memaknainya. Setiap selebrasi kemerdekaan Baca Selengkapnya!
Kategori: Opini
Anak Indonesia; “Gajah Beradu Gajah, Pelanduk Mati di Tengah-tengah”
Kondisi anak di negara kita saat ini masih cukup memprihatinkan. Menggambarkannya, seperti bunyi pepatah sebagai “gajah beradu gajah, pelanduk mati di tengah-tengah”. Kepentingan politik para birokrat pemerintahan dipersonifikasikan sebagai gajah, sedangkan pelanduk adalah rakyat kebanyakan, termasuk anak-anak.
Di tengah hangar-bingar pesta demokrasi, elit bangsa seakan tidak mau ambil peduli (atau memang tidak Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel, Medical, Opini
Bagi kita – yang pernah belajar sejarah – mungkin masih ingat, pada sekitar pertengahan abad ke 19, di hampir seantero jazirah Hindia Belanda diserang wabah cacar yang pada akhirnya sangat mematikan. Puluhan ribu rakyat tewas akibat epidemi penyakit klasik yang juga dikenal dengan Varisela ini. Belanda prihatin, pasalnya “tenaga kerja paksa” mereka banyak yang meninggal karenanya.
Untuk mengatasinya, sejumlah mantri kesehatan didatangkan untuk mengobati mereka yang menderita. Kehadiran mantri sekaligus memberi kontribusi meluluhkan sedikit demi sedikit mitos yang tengah berkembang bahwa cacar adalah penyakit kutukan Dewa. Diduga, mitos ini telah menyebabkan mereka yang terserang cacar tidak bisa banyak berbuat, karena takut dianggap melawan kutukan sang Dewa. Selebihnya karena faktor minimnya akses pelayanan kesehatan dan akibat tidak punya uang berobat ke dukun. Padahal, sebagaimana klinisnya, chickenpox ini ternyata bisa sembuh sendirinya (self limiting disease). Lantas, mengapa banyak yang harus jadi mayat? Read the full story
Kategori: Refleksi