LATEST NEWS

Mau Tahu Cara Mendapatkan Uang dari Blog? Silahkan ikuti tutorial Asta Qauliyah tentang Blog Advertising dan Beragam Jalan Menghasilkan Uang dari Bisnis Online di blog ini..


Memilukan, Pelayanan Kesehatan Kita

By Asta Qauliyah
Published: April 28th, 2008

Advokasi KesehatanHampir setiap hari kita mendengar keluh kesah pasien di rumah sakit atau di tempat-tempat pelayanan kesehatan lain tentang ketidakpuasan mereka atas pelayanan yang diterima. Tidak jarang kita juga membaca di media massa perihal penolakan pasien oleh rumah sakit dengan alasan karena pasien tersebut tidak memiliki dana yang cukup untuk bisa membayar biaya pelayanan. Belum lagi kita menonton di televisi berita seputar malapraktik yang diperankan oleh dokter yang berpraktek terhadap pasien mereka. Deretan persoalan faktual ini belumlah cukup mewakili semua persoalan kesehatan (dan kedokteran) di negeri kita. Kesedihan pun akan terkuak jika saja kita mau membuka mata dengan buruknya pengelolaan lingkungan yang, secara tidak langsung banyak menyebebkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat kita, dan mereka, jarang menyadari hal ini. (more…)

Informasi lain yang terkait:

Karakteristik Pelayanan Kesehatan

By Asta Qauliyah
Published: February 13th, 2008

Dibandingkan dengan kebutuhan hidup manusia yang lain, kebutuhan pelayanan kesehatan mempunyai tiga ciri utama yang terjadi sekaligus dan unik yaitu : uncertainty, asymetri of information dan externality (Evans, 1984). Menurut Evan, ketiga ciri utama tersebut menyebabkan pelayanan kesehatan sangat unik dibandingkan dengan produk atau jasa lainnya.. Keunikan yang tidak diperoleh pada komoditas lain inilah yang mengharuskan kita membedakan perlakuan atau intervensi pemerintah.

1. Uncertainty
Uncertainty atau ketidakpastian menunjukkan bahwa kebutuhan akan pelayanan kesehatan tidak bisa pasti, baik waktu, tempat maupun besarnya biaya yang dibutuhkan. Dengan ketidakpastian ini sulit bagi seseorang untuk menganggarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatannya. Penduduk yang penghasilannya rendah tidak mampu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak diketahui datangnya, bahkan penduduk yang relatif berpendapatan memadai sekalipun seringkali tidak sanggup memenuhi kecukupan biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan medisnya.. Maka dalam hal ini seseorang yang tidak miskin dapat menjadi miskin atau bangkrut mana kala ia menderita sakit.

2. Asymetry of Information
Sifat kedua asymetry of Information menunjukkan bahwa konsumen pelayanan kesehatan berada pada posisi yang lemah sedangkan provider ( dokter dan petugas kesehatan lainnya ) mengetahui jauh lebih banyak tentang manfaat dan kualitas pelayann yang dijualnya. Ciri ini juga ditemukan oleh para ahli ekonomi kesehatan lain seperti Feldstein, Jacos, Rappaport, dan phelps, sedangkan pada jasa kecantikan dan beras sifat asymetry information hampir tidak nampak.

Konsumen tahu berapa harga pasar, apa manfaat yang dinikmatinya, bagaimana kualitas berbagai layanan dan seberapa besar kebutuhannya. Dalam pelayanan kesehatan, misalnya kasus ekstrim pembedahan, pasien hampir tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui apakah ia membutuhkan pelayanan tersebut atau tidak. Kondisi ini sering dikenal dengan consumen ignorence atau konsumen yang bodoh , jangankan ia mengetahui berapa harga dan berapa banyak yang diperlukan , mengetahui apakah ia memerlukan tindakan bedah saja tidak sanggup dilakukan meskipun pasien mungkin seorang profesor sekalipun.

Dapat dibayangkan bahwa jika provider atau penjual memaksimalkan laba dan tidak mempunyai integritas yang kuat terhadap norma-norma agama dan sosial sangat mudah terjadi penyalagunaan atau moral hazard yang dapat dilakukan oleh provider.
Sifat asymetry ini memudahkan timbulnya supply induce demand creation yang menyebabkan keseimbangan pasar tidak bisa tercapai dalam pelayanan kesehatan. Maka jangan heran jika dalam pelayanan kesehatan supply meningkat tidak menurunkan harga dan kualitas meningkat, yang menjadi justru sebaliknya yaitu peningkatan harga dan penurunan kualitas ( pemeriksaan yang tidak periu).

3. Externality
Externality menunjukkan bahwa komsumsi pelayanan kesehatan tidak saja mempengaruhi pembeli tetapi juga bukan pembeli.. Contohnya adalah komsumsi rokok yang mempunyai resiko besar pada bukan perokok, akibat dari ciri ini, pelayanan kesehatan membutuhkan subsidi dalam berbagai bentuk, oleh karena pembiayaan pelayanan kesehatan tidak saja menjadi tanggung jawab diri sendiri, akan tetapi perlunya digalang tanggung jawa bersama ( publik ). Ciri unik tersebut juga dikemukakan oleh beberapa ahli ekonomi kesehatan seperti Feldstein ( 1993 ).

Informasi lain yang terkait:

Analisis Biaya Pelayanan Rumah Sakit

By Asta Qauliyah
Published: December 15th, 2007

Analisis biaya adalah suatu proses mengumpulkan dan mengelompokkan data keuangan rumah sakit untuk memperoleh dan menghitung bidya output jasa pelayanan rumah sakit. Secara khusus tujuan keoiatan analisis biaya adalah mendapatkan gambaran mengenai unit atau badian yang merupakan pusat biaya (Cost Center ), Pusat pendapatan ( revenue center ), dan gambaran mengenai biaya investasi, biaya operasional biaya pemeliharaan pendapatan rumah sakit serta biaya satuan pelatanan rumah sakit.

1. Prinsip Dasar Analisis Biaya Rumah Sakit
a. Analisis biaya dilakukan untuk biaya yang dikeluarkan dalam kurun waktu satu tahun anggaran.
b. Melakukan pemetaan biaya klasifikasi biaya dan lokasi biaya
c. Melakukan penyederhanaan semua biaya dari berbagai sumber menjadi biaya operasional dan biaya investasi
d. Biaya operasional yaitu biaya yang dikeluarkan berdifat berulang-ulang misalnya setiap bulan.
e. Biaya investasi biasanya tidak berulang dan berlangsung setahun atau lebih misalnya biaya pembelian alat-alat medis, pembangunan gedung.
f. Untuk menghitung biaya asli pada masing-masing pusat biaya harus memperhatikan unsur biaya yang dibutuhkan oleh pusat biaya tersebut.Pusat biaya adalah unit kerja yang memerlukan biaya untuk menjalankan misi yang diembannya. Dirumah sakit pada dasarnya adalah pusat biaya ( Cost Center) baik yang menghasilkan ( Pusat Pendapatan ) maupun yang tidak menghasilkan pendapatan ( pusat Pengeluaran ). Unit yang menghasilkan pendapatan disebut pusat biaya produksi ( revenue center ) dan yang tidak menghasilkan pendapatan disebut pusat biaya penunjang.
g. Untuk menghitung biaya satuan (Unit Cost ) unit pelayanan tertentu, seperti rawat inap yang dihasilkan dipusat biaya produksi. Semua biaya yang terpakai di pusat biaya penunjang perlu didistribusikan kepusat biaya produksi.
h. Dalam rangka pendistribusian biaya ( dari pusat biaya penunjang kepusat biaya produksi) harus diperhatikan data dasar alokasi yang sebaiknya dilakukan.

2. Manfaat Analisis Biaya
a. Diperolehnya jumlah biaya (total cost) dari satu unit produksi rumah sakit dan biaya satuan (unit cost) dari tiap-tiap output rumah sakit. Informasi ini diperlukan untuk alokasi dana dan perencanaan rumah sakit.
b. Menentukan tarif dari berbagai jenis pelayanan rumah sakit tergantung dari tujuan dan jenis rumah sakit, maka tarif disusun dapat juga bervariasi. Pada umumnya rumah sakit dapat dibagi atas 3 jenis yaitu rumah sakit yang bersifat mencari keuntungan (Profit motive oriented) daimana tarifnya adalah unit cost ditambah keuntungan, yang kedua rumah sakit yang profitnya untuk investasi atau mengganti bararig¬barang yang aus dimana tarifnya sama dengan unit cost dan bid~a investasi pengembangan ( dengan catatan pada perhitungan unit cd9t telah dihitungkan biaya penghapusan ), yang ketiga adalah rumah sakit nirlaba (not for profit) dimana biaya investasi dapat didistribusi dari pemerintah atau pemilik rumah sakit bersangkutan dimana biaya investasi sama dengan unit cost ( pada perhitungan unit cost tidak diperhitungkan penghapusan ).
c. Peningkatan efesiensi
Dengan analisis biaya maka dapat diidentifikasi pusat-pusat biaya (cost centers) yang strategis dalam rangka upaya efisiensi rumah sakit.
d. Analisis rugi – laba
Analisis biaya dapat dilakukan bersama-sama dengan perkiraan pendapatan (revenue) rumah sakit.
e. Secara mikro
Analisis biaya dapat dimanfaatkan oleh direktur rumah sakit sebagai bahan pertimbangan atau negosiasi dengan pembayaran pihak ketiga misalnya Asuransi Kesehatan ( PT.Askes, PT.Jamsostek dan asuransi lainnya) sebagai alat untuk mengawasi dan mengendalikan biaya secara periodik sebagai laporan rumah sakit pada pemegam saham atau pemilik.

3. Langkah-langkah Dalam Analisis Biaya
a. Langkah pertama
Melakukan identifikasi sumber biaya yang didalpat oleh rumah sakit untuk melaksanakan kegiatannya. Untuk itu diperlukan adanya rincian setiap adanya biaya yang dikeluarkan tanpa
b. Langkah kedua
Melakukan identifikasi pusat-pusat biaya (cost centers) yang terdapat dalam rumah sakit yaitu setiap unit struktural maupun fungsional dalam rumah sakit yang memerlukan biaya dalam melaksanakan kegiatannya. Umumnya pusat-pusat biaya ini dapat dikelompokkan dalam dua jenis yakni.
1). Pusat biaya pemasukan / produksi (revenue producing cost centersn yaitu unit yang langsung memberikan pelayanan kepada pasien atau dapat dikatakan unit yang dapat mengklaim langsung output pasien, contoh unit rawat inap.
2). Pusat biaya pengeluaran / produksi (non revenue producing centers) yaitu unit yang keberadaannya menunjang unti produksi, contoh instalasi gizi, apotek, bagian keuangan.
c. Langkah ketiga
Menghitung besarnya biaya asli dari tiap-tiap unit penunjang dan produksi yang diuraikan menurut jenis biaya ( investasi dan operasional ) dan komponen-komponennya. Komponen biaya investasi antara lain biaya gedung, peralatan medis dan non medis. Komponen biaya oprasional antara lain, honorarium, obat, alat tulis medis (kasa, kapas dll). Biaya ash setiap unit penunjang dan produksi ini adalah semua biaya yang telah digunakan untuk waktu tertentu, biasanya satu tahun.
Untuk menghitung biaya investasi dalam setahun termasuk biaya penyusutan, dalam hal ini mengdunakan metode Annualized Invesment Cost (AIC)
d. Langkah keempat
Setelah hasil dari langkah ketiga diperoleh, maka langkah selanjutnya yaitu memindahkan biaya asli setiap unit penunjang kesetiap unit produksi yang terkait. Hal ini disebut dengan mengalokasikan biaya karena pada dasarnya unit penunjang akan memindahkan biaya asli yang secara berbeda jumlahnya ke unit-unit produksi terkait, maka tidak akan ada lagi biaya yang tersisa disatu unit penunjang.
Dengan demikian biaya akhir yang ada disetiap unit produksi itu sendiri ditambah dengan biaya tindakan dari unit penunjang. Untuk mendapatkan biaya satuan (unit cost) layanan yang diberikan selama setahun yang sama. Kegiatan alokasi biaya ini dilakukan untuk setiap jenis biaya dan komponennya masing-masing.
Untuk dapat dilakukan alokasi biaya dengan benar maka harus dilakukan dua langkah.
1). Langkah pertama
Melakukan identifikasi hubungan atau kaitan antara unit penunjang dengan unit produksi.
2). Langkah kedua
Menentukan ukuran dasar alokasi yang akan digunakan artinya kalau ingin dialokasikan biaya dari bagian administrasi keunit lainnya, maka harus ditentukan lebih dahulu ukuran ukuran dasar yang dipakai, dalam hal ini biasanya digunakan jumlah pegawai.
Dengan demikian setiap alokasi biaya dari bagian administrasi akan dialokasikan dengan. menggunakan jumlah seluruh pegawai rumah sakit sebagai penyebut dan jurrilah pegawai di unit yang bersangkutann sebagai betikut :
a). Cuci ! Laudry ; jumlah potong pakaian , jumlah kg yang dicuci
b). Kebersihan ; meter persegi luas lantai
c). Dapur ; porsi makan
d). Umum ; volume biaya yang terdapat di masing – masing unit

Adapun beberapa metode yang dapat digunakan menditribusikan biaya dari unit – unit penunjang ke unit produksi dari metode yang sederhana sampai yang amat rumit ( Young.1984 )
1) Simple Distribution Method
Metode ini adalah yang paling sederhana dalam pelaksanaan perhitungan metode ini mengabaikan adanya kemungkinan kaitan antara unit penunjang dengan unit produksi. Dengan demikian halnya akan terjadi alokasi biaya dari unit penunjang ke unit produksi dengan menggunakan dasar alokasi yang sesuai dengan uit penunjang masing – masing.
2) Stepdown Method
Perbedaan dasar metode ini dengan simple distribution yaitu pada pengakuan metode ini terhadap adanya secara nyata hubungan atau kaitan antara unit penunjang itu sendiri.
Dengan demikian, kAma dalam perhitungan akan lebih kompleks dibandingkan dengan simple ditribution, kaitan antara sesama unit penunjang dan unit produksi ini harus terlebih dahulu ditentukan , dalam hal ini harus ditentukan unit penunjang mana yang paling banyak memberikan kontrubusinya akan diletakan pada urutan tertinggi dalam susunan alokasi biaya , sedangkan yang paling kecil konnstribusinya akan diletakan pada urutan yang paling bawah..Dalam proses alokasi selanjutnya, sesuai unit penunjang yang paling banyak konstribusinya telah dialokasikan biaya aslinya, maka unit ini tidak akan mendapat alokasi lagi dari unit diperingkat lebih rendah.
3) Double Distribution Methode
Secara teknis metode ini hampir semua dengan metode stepdown, perbedaannya hanya pada cara alokasi biaya yang dilakukan pada dua tahap . Selain itu adanya konstribusi antara unit penunjang dilakukan secara nyata artinya dalam hal ini biaya aslinya . Dengan demikian pada unit penunjang tersebut mempunyai kemungkinan mendapat biaya alokasi dari unit penunjang lainnya.
Pada tahap kedua, seluruh biaya yang ada di unit penunjang dipindahkan ke seluruh unit produksi terkait untuk mendapatkan biaya total dari unit produksi. Setelah didapat biaya ash dan biaya alokasi yang didapat maka biaya satuan dari jasa layanan tersebut dapat diketahui dengan membagi jumlah Iayanan yang diberikan unit tersebut selama kurun waktu tertentu.
4) Multiple Distribution
Alokasi biya dilakukan berulang – ulang termasuk juga antara sesama unit produksi. Dari keempat metode tersebut, berdasarkan beberapa pengalaman ternyata metode distribusi ganda (double distribution) yang cocok untuk dilakukan karena alokasi antar unit produksi tidak perlu dilakukan.

Informasi lain yang terkait:

About

Astaqauliyah.com dikelola oleh Asta Qauliyah. Asta Qauliyah hanya nama cyber (cybername). Nama asli saya adalah Asri Tadda, kelahiran 3 April 1981 di Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan SMA di SMU Negeri 1 Makassar tahun 1999,... Selanjutnya»

Ada 464 Postingan - 2,600 Komentar dan 62 Kategori di blog ini.

Berlangganan Lewat Email

Mau baca postingan blog ini lewat email? Caranya mudah!
Ketik alamat email di bawah ini lalu tekan ENTER


Email:

#1 Recommended Money Making

  • LinkLift
  • Best Webhosting 2010

      Cheapest Hosting

    • Blogger Tamu

      Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu Babi

      Terjangan virus flu burung (H5N1) belum lagi berakhir ketika virus baru Flu Babi atau swain flu (H1N1) mulai ditemukan pada pertengahan bulan Maret ini. Pandemi flu burung yang sangat mematikan kini mulai ditambah lagi dengan ketakutan akan serangan wabah flu babi... 

      Blogger Sebagai Profesi

      Blogger Sebagai Sebuah Profesi

      Apa motivasi yang melatar-belakangi Anda ketika pertama kali membuat blog? Jawabannya tentu saja bisa bermacam-macam. Namun kalau boleh saya ambil kesimpulan, hampir sebagian besar blogger bertujuan komersil saat memulai blognya. Ya, apa lagi kalau bukan berburu... 

    • Artikel

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Medical

      Kejadian Osteoporosis Pada Wanita Lanjut Usia (Kasus RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar)

      PROSES menua merupakan suatu proses normal yang ditandai dengan perubahan secara progresif dalam proses biokimia, sehingga terjadi kelainan atau perubahan struktur dan fungsi jaringan, sel dan non sel. (Widjayakusumah, 1992). Berbagai perubahan fisik dan psikososial... 

      IMUNISASI; Pengertian, Jenis dan Ruang Lingkup

      IMUNISASI; Pengertian dan Ruang Lingkup Definisi : Cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu Ag, sehingga bila ia terpapar pada Ag yang serupa, tidak terjadi penyakit. Sistem Imun Spesifik : Hanya dapat menghancurkan benda asing yang... 

    • Referat

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Breaking News

      Lowongan Kerja Dokter Perusahaan di PT Ajinomoto Indonesia

      Ajinomoto Indonesia berencana merekrut tenaga medis sebagai dokter perusahaan. Detail pekerjaannya adalah sebagai berikut: 1. Melakukan analisa laporan kesehatan karyawan Grup Ajinomoto Indonesia 2. Menyusun rekapitulasi laporan hasil pemeriksaan... 

      Kontroversi Blog Noordin M Top

      Di tengah gencarnya proses pencarian terhadap gembong teroris internasional Noordin M Top, tiba-tiba kita kembali dikagetkan dengan ‘pengakuan resmi’ seseorang yang mengaku sebagai Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia Abu Mu’awwidz Nur Din... 

    Postingan Berdasarkan Kata Kunci

    AntiVirus Anti Virus Articles Trade Artis seksi Artis Seksi 2009 AstaMedia Blogging School AstaMedia Group Bank Mandiri Bisnis Online Blog Blog Advertising blogger Blogger Template blogger widget Blogging Blogsvertise Download Gratis Google Google Adsense Indonesia Internet Internet Marketing Kedokteran Kehamilan Kesehatan Make Money Blogging Opini Kesehatan page rank paid Blogging Paid Review Paypal Pelayanan Kesehatan Pembangunan Kesehatan Refleksi Rumah Sakit Seksi SEO Smorty SMS Sahabat Software Tips Blogging Tips Ngeblog Ulang Tahun widget widget blog