Dipublikasi pada 26 August 2009. Kata Kunci: Batik Nusantara, Budaya Indonesia, Budaya Malaysia, Budaya Nusantara, Klaim Budaya, Klaim Budaya Malaysia, Klaim Malaysia, Tari Bali, Tari Pendet Bali
[caption id="attachment_1238" align="alignleft" width="250" caption="Tari Pendet dari Bali yang diklaim Malaysia"][/caption]
Beberapa waktu terakhir kita kembali dikejutkan dengan tingkah negeri tetangga Malaysia yang lagi-lagi mengklaim batik nusantara dan tari pendet Bali sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Malaysia mengumumkan ke luar negaranya bahwa batik dan tari pendet juga merupakan budaya mereka dan menjadikannya sebagai salah satu penarik kunjungan pariwisata ke negeri Jiran Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel, Budaya Nusantara, Opini
Dipublikasi pada 08 July 2009. Kata Kunci: Askes Gakin, Asuransi Kesehatan, infeksi nosokomial, informed concent, JPKMM, kasus malapraktik, Masalah Rumah Sakit, relasi dokter-pasien, Rumah Sakit, UU Praktik Kedokteran
Acapkali kita disajikan berita tentang kasus malapraktik yang melibatkan tenaga kesehatan, terutama dilakukan oleh dokter, yang terjadi di berbagai rumah sakit belakangan ini. Tidak sedikit masyarakat mengeluhkan buruknya pelayanan dan manajemen rumah sakit tempatnya dirawat. Beberapa diantaranya harus sampai pada proses hukum yang melelahkan seperti yang dialami oleh Ibu Prita Mulyasari yang harus dibui karena mengeluhkan buruknya pelayanan RS Omni Internasional.
Hampir semua lini pelayanan tak luput dari terjangan ketidakpuasan masyarakat, mulai dari penerimaan pertama pasien di Unit Gawat Darurat atau Poliklinik umum, pelayanan dokter dan asuhan perawatan, hingga pada masalah penebusan biaya selama perawatan dan pelayanan pasien di rumah sakit. Inilah realitas rumah sakit kita.
Belitan dana dan relatif longgarnya pengawasan terhadap operasionalisasi rumah sakit di Indonesia, menyebabkan orientasi sebagian besar RS hanya mencari keuntungan (laba) dari pasiennya. Kualitas pelayanan, tak dapat dipungkiri, berbanding lurus dengan biaya yang mesti dirogoh dari saku si sakit. Orientasi sosial rumah sakit menjadi sulit ditemukan di tengah kompetisi ketat antar provider (penyedia) pelayanan kesehatan saat ini.
Munculnya klinik-klinik swasta menjadi salah satu pemicu meredupnya praktik perumahsakitan yang benar-benar berorientasi “menyembuhkan” pasiennya. Karena faktor dana, sering kita jumpai orang yang sakit terpaksa pulang sebelum benar-benar sembuh, atau rumah sakit tidak sanggup lagi menutupi kekurangan biaya perawatannya.

Pemihakan Rumah Sakit vs Rakyat Miskin
Sedikit positif perkembangan yang ditunjukkan oleh hadirnya program Asuransi Kesehatan bagi Keluarga Miskin (Askes Gakin) beberapa waktu terakhir. Banyak keluarga miskin yang menderita sakit, merasa sangat terbantu dengan adanya Askes Gakin ini. Namun pada sisi lain, tidak bisa dipungkiri pula, masih terlalu banyak warga miskin lainnya yang sedang sakit, tetapi tidak memiliki akses untuk memiliki kartu peserta Askes Gakin. Cakupan program ini masih sangat terbatas, belum menyentuh semua lapisan masyarakat.
Belum berbicara kualitas pelayanan. Banyak rumah sakit hanya dilengkapi dengan peralatan medik terbatas dengan fasilitas laboratorium yang minim. Terkadang pasien harus antri berlama-lama untuk menerima pelayanan di poliklinik RS akibat sedikitnya jumlah dokter yang bertugas. Selain itu, RS kita juga kerap masih bergelut pada “mental model” paramedik yang jauh dari harapan pasien. Sikap yang ramah dan murah senyum, ikhlas membantu pasien serta komunikasi yang melegakan, masih merupakan barang langka dijumpai.
Pada sebagian RS milik pemerintah, untuk pelayanan rawat inap, pasien dan pembesuk harus rela menikmati lingkungan RS yang kotor dan nampak tidak terawat. Sampah di sana-sini tersebar dikerubungi lalat dan tikus. Fasilitas tambahan seperti air bersih dan kamar mandi kerap sangat terbatas dan cenderung tidak diperhatikan serius kebersihan dan kesehatannya.
Melihat fenomena seperti ini bagaikan kita tidak berada dalam sebuah rumah sakit saja, karena sesungguhnya RS harus dapat memperlihatkan dan mengajarkan budaya hidup bersih dan sehat kepada setiap orang yang berada di dalamnya. Selengkapnya…
Kategori: Artikel, Opini, Pemihakan Rumah Sakit
Dipublikasi pada 04 June 2009. Kata Kunci: Ibu Prita Mulyasari, Malpraktik kedokteran, Omni Internasional, Prita, Prita Mulyasari, RS Omni, RS Omni Internasional, Rumah Sakit
[caption id="attachment_1059" align="alignleft" width="356" caption="Ibu Prita Mulyasari ketika ditemui oleh Megawati Soekarno Puteri"][/caption]
Teman-teman sudah tahu kan perkembangan kasus yang menimpa Ibu Prita Mulyasari di Tangerang? Iya, Ibu Prita Mulyasari adalah seorang korban yang sempat mendekam dalam sel penjara Narapidana Perempuan Tangerang karena dituntut mencemarkan nama baik dan menfitnah pihak Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang. Sebuah fakta yang dalam kacamata saya Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel, Opini, Refleksi
Dipublikasi pada 04 August 2008. Kata Kunci: Adipura, APBD Kota, Healthy City, Kota, Kota Sehat, Kotanisasi, Makassar, Narasi Pembangunan, Pilkada, Walikota
Pembangunan menjadi agenda utama setiap gerak kehidupan, dalam mana lebih dimaknai sebagai proses menjadi (being) pada segala aspek positif yang diprioritaskan. Dalam paradigma pemerintahan, pembangunan menjadi aras utama untuk dilaksanakan, sehingga mensyaratkan munculnya kebijakan pembangunan.
Kebijakan akan menentukan arah, strategi, dan mind set pembangunan dengan tetap mengedepankan pembacaan atas realitas masyarakat dan lingkungan yang ada. Dalam sudut pandang kota, maka yang dimaksudkan sebagai arah, strategi dan mind set pembangunan adalah akan ke mana dan bagaimana kota dibawa pada masa-masa mendatang, dengan mengukur tingkat kemampuan dan kondisi objektif kota saat ini. Yang demikian di atas, dalam aspek sosial, diistilahkan sebagai narasi pembangunan. Selengkapnya…
Kategori: Opini
Dipublikasi pada 01 August 2008. Kata Kunci: Gaji Dokter, Jasa Dokter, Pelayanan RS, Rawat Inap, Rawat Jalan, Rumah Sakit, Sewa Rumah Sakit, Tarif RS, Tarif Rumah Sakit
Masalah tarif rumah sakit memang selalu menarik diperdebatkan. Hal ini pula yang mendasari mengapa Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI Cabang Makassar Timur pernah melakukan advokasi tarif rumah sakit di Sulawesi Selatan. Tapi, apa sebenarnya tarif rumah sakit itu?
Departemen Kesehatan mengartikan tarif sebagai nilai suatu jasa pelayanan rumah sakit dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut, rumah sakit bersedia memberikan jasa kepada pasien. Menurut Gani ( 1997 ) tarif atau “price” adalah harga nilai uang yang harus dibayar oleh konsumen untuk memperoleh atau mengkomsumsi suatu komoditi yaitu barang atau jasa. Mulyadi ( 1997 ) mengemukakan bahwa dalam keadaan normal harga atau tarif harus menutup biaya penuh ( Full Cost ) yang terkait dengan produk dan menghasilkan laba yang dikehendaki. Selengkapnya…
Kategori: Artikel, Opini
Dipublikasi pada 31 July 2008. Kata Kunci: 3G, Broadband, HSDPA, iklan, Indosat, Internet, Koneksi Internet, Projectwonderful. advertising
Akhir-akhir ini koneksi broadband 3G milik Indosat sangat bermasalah. Jangankan untuk berselancar mengunjungi situs sendiri, buka Google saja kadang gagal di tengah jalan. Padahal Indosat 3G broadband sedang mempromosikan akses internet berkecepatan super (HSDPA) dengan alat ini. Tapi kalau sudah begini, semua kesan ‘cepat’ dari Indosat menjadi buyar seketika! Antara jam 8 malam hingga sekitar jam 12 tengah malam, koneksi Indosat broadband ini mencapai titik klimaks ke-kurang-ajaran-nya!
Saya lantas berpikir jika semua provider internet berkecepatan tinggi berbasis broadband seperti ini, maka hampir tidak ada lagi kenyamanan dan kecepatan berinternet yang bisa dimiliki secara personal. Teman blogger saya yang sedang asyik berlibur di Semarang juga mengalami hal yang sama. Sepertinya akan segera mengadu lagi nih ke Indosat Center. Selengkapnya…
Kategori: Blog Advertising, Opini
Dipublikasi pada 26 May 2008. Kata Kunci: Dekan, Dokter, FK UMI, FK UNHAS, Industrialisasi, Kedokteran, Kiprah Dokter, Koass, Komersialisasi, Pelayanan Kesehatan, RSWS, Rumah Sakit, S.Ked
Kemarin saya mendapat kiriman email dari seorang senior di Australia, dan menanyakan kondisi rumah sakit yang saya tempati menjalani pendidikan dokter, yakni RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tak lupa juga beliau menggelitik seputar fakultas kedokteran tempat beliau dulu ditempa hingga akhirnya menjadi seorang Sarjana Kedokteran (S.Ked). Sekadar informasi, RSWS merupakan rumah sakit pendidikan milik pemerintah di propinsi Sulawesi Selatan. Sebagian besar aktivitas pendidikan kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) dilangsungkan di rumah sakit terbesar di Indonesia Timur ini. Rumah sakit ini juga merupakan pusat rujukan untuk pelayanan kesehatan di Indonesia Timur, termasuk sebagai pusat penanganan kasus infeksi Flu Burung yang menghebohkan itu. Saat ini, RSWS berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah koordinasi Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes) Departemen Kesehatan. Berikut ini adalah catatan yang saya kirim untuk senior tersebut (tentunya dengan beberapa perubahan). Selengkapnya…
Kategori: Aktivitas, Artikel, Opini
Dipublikasi pada 23 May 2008. Kata Kunci: BBM, Demo BBM, Demonstrasi, Krisis Ekonomi, Mahasiswa, SBY-JK
Hari-hari terakhir ini kian diwarnai dengan aksi demonstrasi penolakan masyarakat dan mahasiswa terhadap rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20%. Betapa tidak, kenaikan harga BBM akan menyebabkan efek domino; menurunnya daya beli rakyat dan meningkatnya harga barang-barang konsumsi. Melihat kondisi ini, menjadi tidak sulit untuk mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan memicu terjadinya krisis ekonomi lagi di negeri ini. Sebuah keadaan yang bukan oleh pemerintah saja tidak pernah diinginkan terjadi, melainkan juga menjadi ketakutan besar bagi seluruh rakyat yang sudah sekian lama bergelut dengan kemiskinan. Selengkapnya…
Kategori: Opini
3 Komentar Terakhir