Arsip Artikel: Blogger Tamu

Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu Babi

Terjangan virus flu burung (H5N1) belum lagi berakhir ketika virus baru Flu Babi atau swain flu (H1N1) mulai ditemukan pada pertengahan bulan Maret ini. Pandemi flu burung yang sangat mematikan kini mulai ditambah lagi dengan ketakutan akan serangan wabah flu babi yang tidak kalah ganasnya. Dewi Hastuty Sjarief, Guest Blogger of This Month mengirimkan tulisannya di bawah ini:

Wabah Flu Babi dan Nasib Peternak Babi
Tepatnya sejak tanggal 25 Januari 2004 saat pemerintah indonesia mengumumkan secara resmi untuk mewaspadai flu burung, maka terhitung sekitar 5 tahun kita telah demikian akrab dengan informasi virus H5N1 yang menjangkiti hewan sejenis unggas tersebut.

Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu BabiBerbagai iklan layanan masyarakat yang ditampilkan oleh pemerhati masalah kesehatan mulai dari pemerintah hingga lembaga swadaya masyarakat untuk sekadar memberi peringatan seputar tata cara pencegahan yang dapat kita lakukan untuk menghindari kondisi rentan pada virus tersebut. Meskipun telah banyak kita dengar dan lihat kasus-kasus kematian pada manusia yang diakibatkan oleh keganasan virus yang seyogyanya hanya menular pada hewan sebangsa aves. Namun kejadian kematian pada manusia tersebut selalu diakhiri dengan kalimat suspect alias di duga terjangkit flu burung.

Terasa belum lama informasi-informasi itu marak di berbagai media, kita kembali mulai diresahkan oleh berita kematian warga Meksiko oleh virus tipe A jenis H1N1 dimana hewan babi sebagai agen penularnya. Kasus di Meksiko yang terjadi telah mencapai angka 2500 dengan 1311 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sampai tanggal 30 april 2009 kematian warga Meksiko telah mencapai angka 160 orang dan penyebarannya sendiri sudah mencapai Eropa. Karena pada dekade ini virus tersebut mewabah di Meksiko maka flu babi (swine flu) ini bisa juga disebut flu Meksiko (istilah dari creativesimo). Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan, kasus pertama flu babi di Meksiko dicurigai berasal dari sebuah peternakan babi di Negara Bagian Oaxaca. Namun, Cordova menegaskan bahwa tidak ada yang tahu titik asal maupun penyebaran virus tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat melaporkan peningkatan penderita flu babi, di enam negara bagian terdapat 66 orang yang menderita penyakit flu babi dan 45 orang diantaranya terdapat di kota New York (30/4/09). Di California, seorang Marinir dipastikan terjangkit virus flu babi dan sekitar 30 Marinir AS lainnya akhirnya di karantina di markas militer California Selatan.

Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit amerika Serikat, kuat dugaannya bahwa H1N1 tipe Meksiko adalah gabungan dari flu burung, flu babi dan flu pada manusia. Dan virus kemungkinan mengalami perubahan atau terjadi mutasi virus di dalam tubuh babi. Menurut Nidom, Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga, bahwa virus yang berubah ditubuh babi lebih mungkin menular kepada manusia.

Hal ini disebabkan manusia dan babi adalah mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Walaupun virus ini cepat penularannya, namun daya rusaknya rendah dibandingkan dengan tipe H5N1 pada unggas yang memiliki daya rusak tinggi tetapi penyebarannya lambat. “koalisi” antar virus yang terjadi di tubuh babi kemudian melahirkan material virus yang baru dengan karakter yang beda pula sehingga lebih memungkinkan untuk menggempur pertahanan tubuh manusia. Tubuh babi memiliki 2 reseptor yang memungkinkannya untuk bercampur dan mereplikasi diri yaitu reseptor alfa 2,6 sialic acid, dan alfa 2,3 sialic acid yang ada pada virus flu unggas.

WHO dan beberapa negara mengkonfirmasi bahwa terdapat 148 kasus di sembilan negara. Israel, Selandia Baru, Skotlandia, Australia, Denmark, Swiss, Perancis, Irlandia dan Swedia selain itu di Hongkong dan Korea selatan pun mulai memeriksa warga negaranya yang diduga memiliki gejala-gejala yang mirip dengan flu babi. Otoritas China juga memeriksa orang yang memiliki gejala yang mencurigakan.

Di Indonesia, Menkes ibu Siti Fadila Supari menegaskan bahwa flu babi belum sampai ke Asia, karena virus H1N1 termasuk tipe influenza A yang tahan di daerah subtropis. Bukan di daerah tropis seperti Indonesia. Kalaupun virus itu akan bermutasi, Supari berkata bahwa akan membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan kemungkinan bisa ratusan tahun dapat terjadi mutasi pada gen virus.

Namun berbeda dengan Menkes, pendapat Nidom, Peneliti virus flu burung Universitas Airlangga menyatakan bahwa peluang virus dapat terjangkit di Indonesia sangat mungkin terjadi, karena perbedaan penyakit berdasar geografis wilayah seperti, wilayah subtropis dan tropis, tidak bisa dipergunakan sebagai pegangan utama.

Kondisi penyebaran yang pandemi telah tidak hanya meresahkan para peternak babi dan orang-orang yang tinggal di lingkungan yang dekat dengan peternakan babi. Namun, rupanya penyebaran wabah flu babi ini juga berdampak kepada nilai saham dan harga minyak. Sebab, penyebaran virus itu akan memberi kehancuran di sektor industri penerbangan dan menurunkan permintaan minyak.

Asisten Direktur Jenderal WHO, Keiji Fukuda memberi sinyal bahwa dalam kondisi yang semakin memburuk ini, pencegahan saja tidak cukup, karena sang virus telah menyebar ke berbagai negara. Kondisi ini pula yang menyebabkan WHO meningkatkan level kewaspadaan dari status siaga flu babi hingga mencapai level 4 yaitu kondisi darurat global yang berarti bahwa virus ini telah menunjukkan kemampuannya dalam proses penularan manusia ke manusia. Continue Reading

Kategori: Blogger Tamu6 Komentar

Blogger Sebagai Sebuah Profesi

Blogger Sebagai ProfesiApa motivasi yang melatar-belakangi Anda ketika pertama kali membuat blog? Jawabannya tentu saja bisa bermacam-macam. Namun kalau boleh saya ambil kesimpulan, hampir sebagian besar blogger bertujuan komersil saat memulai blognya. Ya, apa lagi kalau bukan berburu dolar dengan blog? Terlebih mencari pekerjaan susahnya bukan main saat ini. So, bisa jadi blogger adalah sebuah profesi alternatif di tengah semakin sempitnya lapangan pekerjaan.

Btw, sebenarnya mungkin tidak sih menjadikan blogger sebagai sebuah profesi? Bagi Anda yang sudah pernah merasakan manisnya buah online earning, jawabannya tentu saja MUNGKIN. Malah sudah banyak blogger yang memilih serius dan fokus mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk menjadi blogger profesional. Bahasa kasarnya, mencari hidup dengan blog. Memang hasilnya cukup? Anda yang belum pernah menerima hasil online earning mungkin bertanya seperti itu. Continue Reading

Kategori: Artikel, Blogger Tamu61 Komentar

Page 1 of 11

Tentang Asta Qauliyah

Asri TaddaAsta Qauliyah aka Asri Tadda adalah seorang blogger lelaki yang aktif berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2007. Ia juga founder AstaMedia Group, perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berpusat di Makassar dengan sejumlah layanan global. Profil selengkapnya...

Artikel Terbaru Astaqauliyah.com

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

November 5th, 2011

Siapa yang pernah kenalan dengan Justin Bieber? Saya kira tidak banyak[...]

Referat Kedokteran: Etiologi dan Epidemiologi Frigiditas Pada Wanita

Referat Kedokteran: Etiologi dan Epidemiologi Frigiditas Pada Wanita

October 9th, 2011

Frigiditas adalah salah satu tragedi yang paling besar pada wanita. Fr[...]

Geliat Bangkitnya Bisnis Blog Dalam Negeri

Geliat Bangkitnya Bisnis Blog Dalam Negeri

May 25th, 2011

Sabtu hingga Minggu, 20-21 Mei 2011 lalu diadakan even Roadblog 2011 B[...]

Tiga Puluh Tahun

Tiga Puluh Tahun

April 2nd, 2011

Ya, hari ini saya genap berusia 30 tahun! Sudah tidak (terlalu) muda l[...]

Make Money Blogging dengan PPC AdHitz.com

Make Money Blogging dengan PPC AdHitz.com

March 8th, 2011

Setelah pada postingan sebelumnya saya membahas seputar program blog a[...]

Ini Dia Hosting Murah dan Tangguh!


Baca ulasannya di sini dan dapatkan KUPON 50% DISKON di HawkHost!

PDF Search Engine

Fresh Store Builder - The Most Advanced Amazon Affiliate Software