LATEST NEWS

Mau Tahu Cara Mendapatkan Uang dari Blog? Silahkan ikuti tutorial Asta Qauliyah tentang Blog Advertising dan Beragam Jalan Menghasilkan Uang dari Bisnis Online di blog ini..


Healthy City; Paradigma Baru Pembangunan Kota

By Asta Qauliyah
Published: September 18th, 2006

ADALAH Trevor Hancock pada pertengahan 1980-an, yang pada mulanya mengangkat ke permukaan istilah kota yang sehat (healthy city). Terinspirasi oleh tulisan Len Duhl tentang healthy city, Hancock memperkenalkan konsep “healthy Toronto 2000”. Sejak saat itu, wacana healthy city menjadi topik aktual khususnya bagi WHO, yang kemudian secara gradual mensosialisasikan pengaplikasian konsep kota sehat dalam setiap program pembangunan kota di dunia.

WHO melakukan ini melalui kampanye global healthy city movement, dan diperkuat dengan diselenggarakan pertama kalinya pertemuan internasional tentang kota dan komunitas yang sehat (The First International Healthy Cities and Community Comference) di sekitar akhir Desember 1992. Pertemuan tersebut dihadiri oleh lebih dari 1400 delegasi dari berbagai negara dan beserta 40 negara bagian di Amerika Serikat.

Paradigma kota sehat (healthy city) sebagian besar dilatarbelakangi oleh munculnya indikasi kegagalan program pembangunan pada beberapa kota besar di dunia. Kegagalan yang dimaksudkan sebagian besar disebabkan oleh tumpang tindihnya program pembangunan. Selain itu, juga dimusababkan karena penetapan skala prioritas pembangunan yang cenderung diskriminatif serta tidak tergambarkannya optimisme komunitas kota terhadap masa depan mereka sendiri.

Kenyataan di atas pada gilirannya membawa kita pada semacam pahaman general – saat seperti itu – bahwa, pembangunan adalah entitas tersendiri yang bukan merupakan bagian intregral dari eksistensi komunitasnya, sementara pemerintah berdiri pada sisi sebagai kreator sekaligus aktor tunggal pembangunan. Posisi masyarakat termarginalkan, menyebabkan partisipasi tidak tumbuh dengan sendirinya. Akibatnya, kadang kebijakan harus dipaksakan melalui tindak kekerasan (domestic state violence).

Indikasi ketidakberhasilan pemerintahan dalam program pembangunan ini lebih diperjelas oleh menguatnya dikotomi radikal antara pihak birokrat dan rakyat, antara aspek publik dan aspek privat, antara kepentingan sosial dan komersial. Kesemuanya menghasilkan keambiguan dalam membangun gambaran masa depan, menyebabkan nasib anak-anak menjadi terlantar, kesehatan terabaikan dan pendidikan menjadi barang komersial.

Setiap pihak merasa memiliki peran dan kekuasaan tertentu yang secara demarkatif tidak boleh disentuh oleh pihak lain, kalau perlu mesti dipertahankan melalui kriminalitas, tawuran atau bahkan aksi pembunuhan. Menggambarkan kegagalan seperti yang dimaksud di atas, bak melihat kota yang benar-benar sakit, jauh dari status “sehat” yang diinginkan oleh setiap orang.

Deretan realitas tersebut menuntut munculnya sebuah alternatif pembangunan yang dapat mewujudkan kehidupan yang lebih “sehat”, dalam pengertian setiap sektor kehidupan masyarakat dapat berjalan normal sebagaimana layaknya, di mana rasa kepemilikan (sense of belonging) masyarakat terhadap kotanya tumbuh secara sadar. Sebuah program pembangunan yang mengkondusifkan kota dan komunitasnya menjadi sehat (healthy cities-communities).

Sesungguhya kota yang sehat tidak bisa dilepaskan dari komunitasnya yang juga sehat; sehat lingkungan, sosial dan ekonominya. Dalam tulisannya yang berjudul Healthy Cities-Healthy Communitie (1990), Joe Flower memberi batasan tentang komunitas yang sehat (healthy community) sebagai “A Community that nurtures its members, that gives us all more, and makes us all larger than we were”.

Kota sehat memberikan kedamaian dan perasaan “lebih berarti” bagi setiap penduduknya. Kota sehat adalah kota yang komunitasnya dapat hidup layak dengan tenang dimana semua kebutuhan primernya dapat diperoleh dengan mudah, seperti makanan, pakaian dan perumahan.

Kota yang bebas dari ancaman perang, kriminalitas dan kekerasan domestik. Kota yang sehat memungkinkan segenap warganya dapat mengembangkan secara optimal potensi diri mereka untuk dapat lebih produktif dan sejahtera, yang pada gilirannya memungkinkan mereka memberi kontribusi bagi pengembangan kotanya.

Di era globalisasi dewasa ini, trend pembangunan kota yang sehat (healthy city) menjadi kebutuhan, sekaligus jawaban alternatif atas pertanyaan: “ke arah mana akan kita bawa kota-kota kita ke depannya?”. Sudah saatnya masyarakat dilibatkan dalam program pembangunan yang nota bene menjadikan mereka sebagai sasaran.

Pelibatan ini bukan tak beralasan mengingat semakin tingginya pemahaman masyarakat akan demokrasi dan partisipasi pembangunan. Jika masyarakat telah memiliki keterlibatan dalam pengembangan kotanya, maka tidak mustahil program pembangunan seberat apa pun akan dapat dirampungkan bersama.

Pemerintah tidak lagi harus berperan tunggal sebagai kreator sekaligus aktor pembangunan, tetapi lebih sebagai fasilitator. Stabilitas kehidupan masyarakat kota akan lebih mudah diwujudkan. Hal ini dimungkinkan karena semua pihak merasa bewrtanggung jawab secara sadar tanpa harus dipaksa melalui seperangkat peraturan kota atau dengan intimidasi ala militer.

Mewujudkan kota yang sehat memang bukan pekerjaan mudah, bahkan hingga saat ini (2004) di Indonesia sendiri belum ada kota yang dapat dikategorikan sebagai healthy city. Meskipun program ini membutuhkan banyak waktu, sumber daya dan dana yang tidak sedikit, serta sejumlah pengorbanan lain yang tidak kalah besarnya, tetapi tetap tidak mustahil untuk diwujudkan di daerah kita.

Konsep healthy city seperti tertuang dalam Taming Urban Spawl 2000, distilahkan sebagai pekerjaan yang “Thingking Long Term, Action Now!
”; investasi jangka panjang, sehingga harus mulai dari sekarang. Jika tidak dari sekarang, maka untuk mencapai level healthy, pengorbanan yang mesti dikeluarkan oleh kota akan lebih besar.

Karenanya, modal dasar pengembangan kota menuju healthy city adalah kemauan dan komitmen pemerintah kota untuk mewujudkan tatanan hidup yang lebih berkeadilan, aspiratif dan menempatkan masyarakat sebagai mitra pembangunan.

Setidaknya saat ini kita sudah harus dapat mengimpikan, menggagas dan saling menguatkan wacana kota yang sehat di mana pun berada. Ini mesti dilakukan secara bersama oleh semua elemen masyarakat kota, mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, akademisi, organisasi kemasyarakatan dan pemuda, NGO/LSM dan anasir citizen lainnya.

Pelibatan semua elemen masyarakat kota merefleksikan makna kepemilikan mereka akan kota yang, secara tidak langsung akan melahirkan kekuatan dan keikhlasan untuk secara bersama-sama merekayasa perubahan kota. Karena pelibatan ini sesungguhnya menghadirkan kembali nilai dan memberikan mereka ruang untuk hidup.

Local Agenda 21 (LA21) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat enam langkah utama dalam menggagas A Healthy City Program. Antara lain adalah:
(1) Getting Started – memulai dan membangun kerjasama,
(2) Knowing your City – Menganalisa kondisi objektif kota,
(3) Looking Forward – Mengembangkan visi bersama dan sasaran pencapaian akhir,
(4) Getting Organized – Mengorganisasikan gerakan,
(5) Taking Action – Pelaksanaan dan monitoring, dan
(6) Getting Feedback – Menilai perkembangan dan melakukan evaluasi. []

Search terms for this post:

healthy city / healthy city adalah / cara pengaplikasian program pembangunan 2015 ke masyarakat / kegagalan pembangunan akibat mengikuti paradigma baru / konsep healthy city indonesia / STRUKTUR PARADIGMA BARU PEMBANGUNAN KESEHATAN /

Gerakan Kota Sehat, Pengertian dan Strategi Pelaksanaannya

By Asta Qauliyah
Published: December 5th, 2005

Perhatian untuk meningkatkan kualitas lingkungan kehidupan baik di kota maupun wilayah kabupaten merupakan prioritas dalam Agenda 21. Hal tersebut dapat dipahami mengingat pertumbuhan penduduk kota di dunia menunjukkan lonjakan yang cukup fenomenal, sementara kualitas lingkungan cenderung menurun.

Masalah-masalah perkotaan, seperti kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, perumahan dan pelayanan masyarakat yang kurang layak, kriminal, kekerasan dan penggunaan obat-obat terlarang menjadi masalah yang digeluti oleh masyarakat perkotaan. Melihat perkembangan fakta tersebut, lingkungan fisik, sosial dan budaya perkotaan berada pada situasi yang rawan. Apabila kecenderungan tersebut tidak dikendalikan, maka ketahanan daya dukung daerah perkotaan akan lemah.

Upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosial secara terus menerus dengan memberdayakan masyarakat perkotaan, diharapkan dapat menciptakan kondisi yang mengarah kepada pencapaian kota idaman atau kota sehat yang memberikan keamanan, kenyamanan, ketenteraman dan kesehatan bagi masyarakat perkotaan dalam menjalankan kegiatan kehidupannya.

Pendekatan Kota Sehat pertama kali dikembangkan di Eropa oleh WHO pada tahun 1980-an sebagai strategi menyongsong ‘Ottawa Charter’, yang menekankan kesehatan untuk semua yang dapat dicapai dan langgeng, jika semua aspek sosial, ekonomi lingkungan dan budaya diperhatikan. Oleh karena itu konsep kota sehat tidak hanya memfokuskan kepada pelayanan kesehatan semata, tetapi lebih kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, baik jasmani maupun rohani.

Kota Sehat di Indonesia dicanangkan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 26 Oktober 1998. Sejak itu telah tercatat sebanyak 51 kota mengupayakan penyelenggaraan kota sehat, dengan melibatkan para pihak (stakeholders), antara lain Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Menteri Negara Lingkungan Hidup/Bapedal, dan Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi.

Departemen Kehutanan mulai dilibatkan dalam pembahasan Kota Sehat pada akhir bulan April tahun 2001. Hal ini mempertimbangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Departemen Kehutanan dapat menunjang program atau gerakan Kota Sehat, misalnya kegiatan reboisasi/penghijauan, pembangunan hutan kota, pengadaan bangunan resapan air, perbaikan gizi masyarakat di sekitar hutan (PMDH), upaya pengurangan asap, dan sebagainya.

Pengertian
Secara umum pengertian kota sehat adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mendorong terciptanya kualitas lingkungan fisik, sosial, budaya dan produktivitas, serta perekonomian yang sesuai dengan kebutuhan wilayah perkotaan.

Konsep Kota Sehat merupakan pola pendekatan untuk mencapai kondisi kota/kabupaten yang aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan perekonomian wilayah (atau lebih bertujuan kepada ‘good governance’). Kota Sehat merupakan gerakan untuk mendorong inisiatif masyarakat (capacity building) menuju hidup sehat.

Tujuan
Tujuan kota sehat adalah tercapainya kondisi kota untuk hidup dengan aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktifitas dan perekonomian wilayah.

Sasaran :
*Terwujudnya forum yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, pemerintah daerah dan pihak swasta, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik.
*Terselenggaranya upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya yang dapat mengikatkan kesehatan dan mencegah terjadinya resiko penyakit dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di kota secara mandiri.
*Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang adil dan merata bermutu sesuai dengan standar dan etika profesi.
*Terselenggaranya pola dan mekanisme kerja yang teransparan antar berbagai pihak yang terkait dalam proses pengelolaan pembangunan kota.
*Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi seluruh masyarakat dalam rangka meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya, sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan menjadi lebih baik.
*Terselenggaranya kinerja pemerintah yang baik yang berorientasi kepada kepentingkan masyarakat luas melalui kebijakan dan pengaturaaan pelaksanaan yang adil dan transparan.

Kebijakan
Penerapan kegiatan didasarkan kepada pendekatan kota sehat di masing-masing wilayah atas dasar adanya permasalahan yang spesifik yang disusun berdasarkan skala prioritas untuk dipecahkan dan diselesaikan bersama-sama oleh seluruh masyarakat di wilayah tersebut, dan apabila diperlukan difasilitasi oleh pemerintah setempat.

Pendekatan Kota Sehat dimulai dari beberapa kecamatan, sedangkan pendekatan Kabupaten Sehat dimulai dari beberapa desa, sedangkan kawasan dimulai dari beberapa kawasan terbatas dan diharapkan berkembang secara terus menerus dan dinamis sehingga meliputi seluruh daerah perkotaan dan daerah kabupaten, yang kemudian dapat mendorong kota-kota lain untuk meniru dan mengembangkannya.

Kegiatan kota sehat sepenuhnya dibiayai dan dilaksanakan oleh daerah yang bersangkutan dan masyarakatnya dengan menggunakan mekanisme pendekatan Kota Sehat, yaitu dengan konsep pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan prinsip ‘oleh dan untuk masyarakat’. Pendekatan kegiatan kota sehat melibatkan peran aktif masrakat dalam seluruh proses penyelenggaraan pembangunan di daerah, sehingga seluruh potensi masyarakat dapat diberdayakan secara optimal dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah berperan menyusun kebijakan, strategi dan pedoman umum. Sektor-sektor di propinsi berperan di dalam mengembangkan petunjuk teknis dan standar yang sesuai dengan daerah. Pelaksanaan kegiatan diserahkan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat melalui Forum dan Kelompok Kerja (Pokja) Kota Sehat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat di kota tersebut.

Kegiatan kota sehat pada awalnya difasilitasi oleh Pemerintah Daerah, dimulai dari pembentukan Forum Kota Sehat, selanjutnya Forum tersebut membentuk Pokja Kota Sehat berdasarkan kebutuhan terhadap kegiatan yang akan dilaksankan. Sedangkan plaksanaan evaluasi kegiatan kota sehat dilakukan oleh Forum dan Pokja Kota Sehat bersama-sama Pemerintah daerah, LSM, Perguruan Tinggi, media massa selaku pelaku pembangunan.

Strategi :

Beberapa strategi yang akan ditempuh dalam melaksanakan kegiatan kota sehat di Indonesia sebagai berikut :
*Kegiatan dimulai dari beberapa kota terpilih berupa kegiatan yang spesifik, sederhana, terjangkau, dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan dengan menggunakan segenap sumber daya yang tersedia.
*Meningkatkan potensi ekonomi stakeholders kegiatan yang menjadi kesepakatan masyarakat.
*Perluasan kegiatan ke kota lainnya atas dasar adanya minat dari kota tersebut untuk ikut dalam pendekatan kota sehat.
*Meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui Forum dan Pokja Kota Sehat, serta pendampingan dari sector terkait untuk dapat membantu memahami permasalah, menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan kota sehat.
*Menggali potensi wilayah dan kemitraan dengan swasta, LSM, pemerintah, legislates di dalam penyelenggaraan kegiatan kota sehat.
*Memasyarakatkan pembangunan yang berwawasan kesehatan di dalam mewujudkan kota sehat.
*Meningkatkan promosi dan penyuluhan agar masyarakat hidup dalam kondisi yang tertib hokum, peka terhadap lingkungan fisik, social dan budaya yang sehat.
*Membuat jaringan kerja sama antar kota pengembangan (replikasi) kota sehat.

Indikator Keberhasilan
Untuk mengukur kemajuan kegiatan kota sehat, dibutuhkan indikator yang jelas sehingga semua pihak yang ikut terlibat dapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan, dan menjadi tolok ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya. Setiap daerah dapat memilih, menetapkan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing untuk memenuhi indikator tersebut.

Penutup
Memperhatikan konsepsi gerakan kota sehat tersebut, tampak bahwa gerakan kota sehat merupakan pendekatan ‘multi stakeholders’, dimana sektor kehutanan (pemerintah dan swasta) yang merupakan bagian dari stakeholders dapat ikut aktif/ berpartisipasi sesuai dengan bidang tugasnya. Partisipasi tersebut dalam tahap awal dapat berupa upaya untuk mempromosikan/ menginformasikan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilakukan, yang dapat menunjang gerakan kota sehat, serta menselaraskan kegiatan dengan sektor lain yang secara bersama-sama dapat mewujudkan kota sehat.

Search terms for this post:

kota sehat / pengertian hidup sehat / pengertian budaya hidup sehat / pengertian penghijauan / pengertian lingkungan sehat / pengertian sumber daya mineral / pengertian mineral / pengertian lingkungan hidup sehat / PENGERTIAN UPAYA / KOTA /KABUPATEN SEHAT /

About

Astaqauliyah.com dikelola oleh Asta Qauliyah. Asta Qauliyah hanya nama cyber (cybername). Nama asli saya adalah Asri Tadda, kelahiran 3 April 1981 di Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan SMA di SMU Negeri 1 Makassar tahun 1999,... Selanjutnya»

Ada 464 Postingan - 2,616 Komentar dan 62 Kategori di blog ini.

Berlangganan Lewat Email

Mau baca postingan blog ini lewat email? Caranya mudah!
Ketik alamat email di bawah ini lalu tekan ENTER


Email:

#1 Recommended Money Making

  • LinkLift
  • Best Webhosting 2010

      Cheapest Hosting

    • Blogger Tamu

      Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu Babi

      Terjangan virus flu burung (H5N1) belum lagi berakhir ketika virus baru Flu Babi atau swain flu (H1N1) mulai ditemukan pada pertengahan bulan Maret ini. Pandemi flu burung yang sangat mematikan kini mulai ditambah lagi dengan ketakutan akan serangan wabah flu babi... 

      Blogger Sebagai Profesi

      Blogger Sebagai Sebuah Profesi

      Apa motivasi yang melatar-belakangi Anda ketika pertama kali membuat blog? Jawabannya tentu saja bisa bermacam-macam. Namun kalau boleh saya ambil kesimpulan, hampir sebagian besar blogger bertujuan komersil saat memulai blognya. Ya, apa lagi kalau bukan berburu... 

    • Artikel

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Medical

      Kejadian Osteoporosis Pada Wanita Lanjut Usia (Kasus RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar)

      PROSES menua merupakan suatu proses normal yang ditandai dengan perubahan secara progresif dalam proses biokimia, sehingga terjadi kelainan atau perubahan struktur dan fungsi jaringan, sel dan non sel. (Widjayakusumah, 1992). Berbagai perubahan fisik dan psikososial... 

      IMUNISASI; Pengertian, Jenis dan Ruang Lingkup

      IMUNISASI; Pengertian dan Ruang Lingkup Definisi : Cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu Ag, sehingga bila ia terpapar pada Ag yang serupa, tidak terjadi penyakit. Sistem Imun Spesifik : Hanya dapat menghancurkan benda asing yang... 

    • Referat

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Breaking News

      Lowongan Kerja Dokter Perusahaan di PT Ajinomoto Indonesia

      Ajinomoto Indonesia berencana merekrut tenaga medis sebagai dokter perusahaan. Detail pekerjaannya adalah sebagai berikut: 1. Melakukan analisa laporan kesehatan karyawan Grup Ajinomoto Indonesia 2. Menyusun rekapitulasi laporan hasil pemeriksaan... 

      Kontroversi Blog Noordin M Top

      Di tengah gencarnya proses pencarian terhadap gembong teroris internasional Noordin M Top, tiba-tiba kita kembali dikagetkan dengan ‘pengakuan resmi’ seseorang yang mengaku sebagai Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia Abu Mu’awwidz Nur Din... 

    Postingan Berdasarkan Kata Kunci

    AntiVirus Anti Virus Articles Trade Artis seksi Artis Seksi 2009 AstaMedia Blogging School AstaMedia Group Bank Mandiri Bisnis Online Blog Blog Advertising blogger Blogger Template blogger widget Blogging Blogsvertise Download Gratis Google Google Adsense Indonesia Internet Internet Marketing Kedokteran Kehamilan Kesehatan Make Money Blogging Opini Kesehatan page rank paid Blogging Paid Review Paypal Pelayanan Kesehatan Pembangunan Kesehatan Refleksi Rumah Sakit Seksi SEO Smorty SMS Sahabat Software Tips Blogging Tips Ngeblog Ulang Tahun widget widget blog