Dari TRIBUN : Jaga Makassar!

Kalla: Semua Harus Jaga Makassar
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Amin Syam dan Wali Kota Ilham Arief Siradjuddin untuk menjaga situasi Makassar menyusul isu kerusuhan yang akan melanda kota ini, Selasa (9/5).
Kalla menyampaikan hal itu saat menelepon gubernur dan wali kota mempertanyakan kasus penganiayaan majikan terhadap dua pembantu rumah tangga (PRT) di Jl Gunung Latimojong, akhir pekan lalu.
Seorang dari pembantu yang dianiaya itu meninggal dunia, sedangkan seorang lainnya luka parah dan mengalami gangguan mental akibat trauma disekap selama dua hari.

“Semua harus menjaga Makassar. Siapa yang bersalah, harus dihukum sesuai dengan aturan hukum yang ada. Jangan ada tindakan main hakim sendiri,” tegas Kalla.
Kasus penganiyaan tersebut melibatkan tersangka WT (25), wiraswasta yang bermukim di Jl Latimojong, Makassar. Sedangkan korbannya Hasniati (20) dan Nurbaya (18).
Hasniati ditemukan meninggal di rumah tersebut setelah dianiaya, Sabtu 6 Mei lalu. Tersangka membawa jenazah korban menggunakan ambulans ke kampung halamannya di Dusun Bulujamping, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.
Kepada keluarga korban, WT beralasan Hasniati meninggal karena terjatuh dari lantai tiga rumahnya. Belakangan, korban lainnya, Nurbaya, buka mulut dengan mengatakan mereka telah dianiaya oleh WT pada tanggal 4 Mei lalu.
Inilah yang membuat sejumlah keluarga korban emosi dan mendatangi kediaman tersangka. Kedatangan puluhan warga ini mengundang reaksi warga sekitar dan ikut bergabung.
Hanya dalam hitungan menit, sekitar 800 warga sudah berkumpul di sekitar kompleks ruko Pelita Marga Mas blok A 8 Jl Latimojong. Aparat kepolisian dari Polwiltabes dan Polresta Makassar Barat diterjunkan ke lokasi.
Konsentrasi massa ini membuat pemilik toko dan pusat perbelanjaan di sekitarnya memilih menutup tokonya. Aksi ini diikuti pusat perbelanjaan, termasuk pusat penjualan emas di Jl Somba Opu dan beberapa mal.
Ratusan warga mulai berkumpul sekitar pukul 11.00 wita dan terus bertambah petang. Diperkirakan jumlah massa mencapai 1.000 orang.
Untuk mengendalikan situasi, Polwiltabes Makassar mengerahkan lima satuan setingkat kompi (SSK) ke lokasi. Polisi juga menutup Jl Latimojong dengan pagar besi dan mengalihkan kendaraan ke ruas jalan di sekitarnya.

Tenangkan Warga
Untuk menenangkan warga, sejumlah pejabat pemerintahan dan kepolisian turun menenangkan warga. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Wakil Wali Kota Andi Herry Iskandar beberapa kali berupaya membubarkan massa.
Bahkan, Bupati Sinjai, Rudiyanto Asapa berangkat dari Sinjai menuju Makassar untuk ikut membantu menenangkan warga yang mulai marah.
Sementara petugas kepolisian dari satuan samapta dengan senjata pentungan dan pelindung tubuh masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.
Sementara Gubernur Amin Syam menggelar pertemuan mendadak dengan jajaran muspida di Baruga Sangianseri, Gubernuran, Makassar.
Hadir dalam pertemuan itu Pangdam Wirabuana Mayjen TNI Arief BS, Kapolda Sulsel Irjen Polisi Aryanto Beodihardjo, Kajadi Masyhudi Ridwan, Danlantamal IV Laksamana Pertama Fanany Tedjakusuma, Wagub Syahrul Yasin Limpo, dan Wali Kota Makassar.
Gubernur dan kapolda meminta warga Makassar tidak terpancing dengan isu yang mengarahkan kasus tersebut pada masalah SARA. “Ini kasus kriminal dan pelakunya sudah ditangkap,” kata kapolda.
Usai pertemuan tersebut, jajaran muspida juga melakukan pertemuan dengan kalangan tokoh agama dan pimpinan universitas. Para tokoh agama sepakat menenangkan umat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Insiden Kecil
Ketika konsentrasi massa masih terjadi di Jl Latimojong, insiden kecil terjadi di Jl Andi Tonro-Jl Alauddin. Puluhan massa sempat melakukan penyerangan di sebuah toko ponsen di depan markas Brimob Polda Sulsel di Jl Sultan Alauddin.
Massa sempat menggedor pintu toko yang terbuat dari besi. Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Massa yang menggunakan belasan sepeda motor ini kemudan bergerak ke Pasar Pa’baeng-baeng.
Di dekat pasar ini, massa sempat melempar toko klontong dan memecahkan jendelanya. Aksi tidak berlangsung lama karena warga setempat datang menenangkan dan meminta mereka meninggalkan lokasi tersebut.
Massa yang berasal dari beberapa kampus di sekitar Jl Aluddin ini juga merusak mobil Toyota Kijang di sekitar Jl AP Pettarani. Mereka bermaksud ke dalam kompleks ruko namun berhasil dicegah.
Sementara di sekitar Jl Rappocini dan Jl Veteran, ratusan warga juga mulai berkumpul. Mereka berasal dari sejumlah gang di sekitar kawasan tersebut.
Awalnya, massa hanya berjumlah 10-15 orang. Namun, setelah kelompok kecil itu menyatu, jumlahnya mencapai ratusan orang.

Penganiayaan Berat
Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan menahan tersangka WT. Dugaan sementara, WT mengalami gangguan jiwa.
Kapolwiltabes Makassar Komisaris Besar Polisi RM Kurniawan mengakui terjadi penganiayaan berat terhadap korban yang dilakukan oleh WT.
“Sekarang kami telah menangkap tersangka dan sedang menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik,” kata Kurniawan saat menggelar jumpa pers di mapolwiltabes.
Penyidik akan menerapkan pasal dengan hukuman terberat kepada pelaku. Hasil pemeriksaan beberapa saksi menyebutkan, sebelum meninggal dunia, korban terlebih dahulu dianiaya. “Kita masih akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap tersangka dan saksi-saksi lainnya. Makanya, sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara seperti bantal, kasur, dan beberapa benda keras lainnya yang berada di rumah tersebut kami kumpulkan,” kata Kurniawan.
Sedangkan untuk saksi-saksi, polisi kini telah meminta 18 orang untuk dimintai keterangan, termasuk Nurbaya yang merupakan saksi kunci atas kejadian itu. “Untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP), kami membutuhkan sedikitnya 32 orang saksi,” jelas Kurniawan.
Kurniawan menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, untuk sementara tersangka diduga mengidap kelainan jiwa.
Hal itu terlihat saat ia menjalani pemeriksaan, tersangka kerap tertawa dan tersenyum sendiri tanpa merasa berdosa sama sekali.
“Makanya, kita juga akan meminta psikiater untu memeriksa kondisi jiwa tersangka apakah memang betul dia mengalami gangguan jiwa,” tambahnya.
Apalagi, kecurigaan polisi ini didukung keterangan saksi bahwa tersangka selama ini memang cepat emosi dan suka termenung.
Bahkan tersangka dilaporkan pernah memukul dan menyekap ibunya yang telah lama menderita lumpuh.

Jangan Terpancing
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin meminta kepada warga Makassar tidak mudah terpancing. Ilham mengatakan bahwa kasus ini sudah ditangani sepenuhnya oleh kepolisian.
“Kota ini dibangun dari keringat kita semua, jangan sampai kita hancurkan dengan perbuatan-perbuatan yang bisa meresahkan warga lain yang tidak bersalah,” kata lham.
Ilham juga meminta kepada warga untuk tenang dan membiarkan proses hukum berjalan apa adanya. “Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang bisa membuat kita semua terpuruk,” lanjutnya.
Terkait dengan SMS bernada provokasi dan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Ilham juga meminta warga mengabaikan pesan pendek tersebut.
“Sekali lagi, jangan terpancing dengan isu-isu tersebut. Apa yang disebut-sebut dalam SMS itu adalah provokasi,” tegasnya.

Tokoh Agama
Ketua Umum Pengurus Besar Daru’ Dakwah wal Irsyad Ambo Dalle (PB DDI AD), KH M Faried Wadjedy menyatakan, pihaknya menyayangkan dan mengutuk perbuatan yang menewaskan pembantu tersebut.
“Tapi bukan berarti kita bisa bebas bertindak atas nama apapun. Melampiaskan kemarahan dari suatu perbuatan keji sama saja melakukan perbuatan keji baru,” jelasnya.
Umat Islam, katanya, harus selalu mengedepankan tindakan sesuai agama yang dianut yakni agama yang membawa kedamaian dan keselataman.
“Jika ada umat Islam yang mengancam kedamaian dan keselamatan orang lain, berarti dia telah menyalahi konsep agamanya sendiri.
Pendapat senada juga diungkapkan Sekretaris Jenderal
Lajnah Tanfidziyyah Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulsel Aminuddin Ram.
Dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat Sulsel agar tetap menjaga kekompakan dan tidak terpancing dari kasus tersebut.
“KPPSI Sulsel meminta pemerintah dan aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus tersebut. Segenap komponen masyarakat hendaknya mengambil hikmah dari peristiwa tersebut agar tidak terulang lagi di masa mendatang,” ujarnya.

Perlindungan Pekerja
Tokoh KPPSI lainnya, Aswar Hasan, juta ikut berkomentar. Menurutnya, syariat Islam mengacu pada keadilan, kemaslahatan, dan keamanan.
“Jadi, umat Islam tidak bisa mencipatakan kondisi yang chaos. Kita semua wajib menciptakan suasana damai,” ujarnya.
Aswar mengingatkan aparat keamanan menangani kasus ini secepatnya. Dia juga meminta pemerintah melindungi nasib pekerja pembantu rumah tangga yang selama ini terkesan terabaikan.
Suara perlindungan terhadap pembantu rumah tangga juga dikemukanan Ketua Da’i Muda Makassar, Das’ad Latief. Menurutnya, dengan kualitas pendidikan yang rendah, para pembantu rumah tangga tak mengetaui hak-haknya dan lebih mudah dieksploitasi oleh majikannya.
“Mungkin kasus ini ada hikmahnya sehigga membuat semua pihak bisa introspeksi diri. Harus ada penanganan dari pemerintah agar pekerja-pekerja informal ini terlindungi,”ujarnya.

Menyesalkan
Sejumlah tokoh lintas komunitas juga menyesalkan “Insiden Latimojong” ini. Mereka berharap kasus tersebut tidak disusupi pihak-pihak lain yang dapat memperkeruh suasana.
Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB), pengurus Walubi Sulsel, Yongris, dan Ketua Inti, Albert, menyatakan kasus tersebut adalah tragedi.
Mereka menyatakan rasa simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada korban Hasniyati dan keluarganya. “Pelaku penganiayaan harus dihukum seberat-beratnya dan polisi harus bersikap tegas,” kata Anton saat berkunjung ke redaksi Tribun, tadi malam.

Suka dengan artikel saya? Baca via email yuk! GRATIS..

Kategori Artikel :: Kata Kunci: , ,0 Komentar

Tentang AstaQauliyah.com

Telah ada 486 artikel di ASTAQAULIYAH.COM

Blog ini dikelola oleh Asta Qauliyah. Sejak tahun 2008, Asta Qauliyah aka Asri Tadda bekerja sebagai full-time blogger dan SEO konsultan sekaligus berhenti dari program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang selama ini digelutinya. Kini, Asta Qauliyah tengah mengembangkan AstaMedia Group, sebuah perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berbasis di Makassar dengan sejumlah layanan online dan sayap bisnis di sektor ril. Anda bisa menghubungi Asta Qauliyah melalui jejaring sosial di bawah ini:

Twitter | Facebook | LinkedIn | Google Profile+ | FriendFeed

Populer Hari Ini