Indonesia Hot Trends: Gayus Tambunan, Susno Duadji dan Rahma Azhari

Trend berita lokal Indonesia dalam beberapa hari terakhir diramaikan oleh pemberitaan seputar kasus yang menimpa pegawai Ditjen Pajak bergolongan IIIA Gayus Tambunan karena disinyalir menerima uang suap pajak sekitar 26 miliar rupiah, laporan mantan Kabareskrim Mabes Polri Susno Duadji tentang dugaan makelar kasus di tubuh POLRI dan beredarnya foto remas dada artis panas Rahma Azhari di internet.

Kali ini trend berita lokal kita sudah lumayan membaik, setelah sebelumnya selalu saja dihiasi dengan pencarian berita seputar hal-hal yang berbau mesum dan dewasa. Nah, kali ini saya mencoba mengkompilasi informasi penting seputar 3 hot trends berita lokal Indonesia di atas.

Gayus Tambunan

Nama Gayus Tambunan pertama kali disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Susno yang sebelumnya populer karena kasus penahanan dua wakil ketua KPK Bibit dan Chandra, secara tegas menyebutkan Gayus memiliki Rp 25 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara. Sisanya Rp 24,6 miliar tidak jelas. Sebuah jumlah yang tidak masuk akal untuk seorang pegawai golongan IIIA seperti Gayus.

Diduga, dana tersebut merupakan hasil makelar kasus pajak yang melibatkan banyak pihak, termasuk beberapa orang petinggi kepolisian. Sebelumnya, Gayus memegang jabatan sebagai Penelaah Keberatan Direktorat Jenderal Pajak.

Namun seiring merebaknya kasus markus ini, jabatan Gayus langsung dicopot dan hanya menjadi pegawai pajak biasa. Beberapa hari lalu, Gayus dipecat karena alasan kode etik kepegawaian. Kini Gayus masih menjadi buron setelah berhasil kabur ke Singapura dengan menggunakan paspor palsu.

Kita masih menunggu perkembangan kasus Gayus ini. Apakah benar terbukti ada kongkalikong antara Gayus, oknum di Kepolisian dan Kejaksaaan?

Susno Duadji

Susno merupakan sosok yang sempat sangat kontroversial akibat penahanan dua wakil ketua KPK Bibit dan Chandra, namun belakangan berubah menjadi sosok yang sangat dibutuhkan oleh negeri ini. Betapa tidak, Susno Duadji –setelah dipecat dari jabatan bergengsi Kabareskrim Polri– seolah melakukan ‘balas dendam’ dengan menohok institusi kepolisian RI melalui serangkaian pernyataan-pernyataan yang sangat berseberangan dengan Polri.

Susno Duadji semakin populer karena aksinya membeberkan dugaan makelar kasus yang melibatkan beberapa petinggi Polri yang saat ini masih aktif.

Wikipedia Indonesia melansir bahwa Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H, M.Sc. yang lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1 Juli 1954 menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri sejak 24 Oktober 2008 hingga 24 November 2009. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jawa Barat.

Jika ditinjau dari segi pendidikan, Susno Duadji merupakan lulusan Akabri Kepolisian dan mengenyam berbagai pendidikan antara lain PTIK, S-1 Hukum, S-2 Manajemen, dan Sespati Polri.

Ia juga mendapat kursus dan pelatihan di antaranya Senior Investigator of Crime Course (1988), Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS (2000), Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia (2001), Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, AS. Sebuah pengalaman pendidikan yang tidak sedikit.

Sebelum kasus Gayus Tambunan ini beredar, sosok Susno memang penuh dengan kontroversi. Simak saja beberapa kontroversi Susno Duadji selama ini:

  • Pernyataan Susno yang berbunyi “Ibaratnya di sini buaya disitu cicak. Cicak kok melawan buaya” telah menimbulkan kontroversi hebat di Indonesia. Akibat dari pernyataan ini muncul istilah “cicak melawan buaya” yang sangat populer. Istilah ini juga memicu gelombang protes dari berbagai pihak dan membuat banyak pihak yang merasa anti terhadap korupsi menamakan diri mereka sebagai Cicak dan sedang melawan para “Buaya” yang diibaratkan sebagai Kepolisian.
  • Kode “Truno 3″ disebut dalam percakapan yang disadap oleh KPK sehubungan dengan kasus bank Century.
  • Pernyataan susno yang berbunyi ”Jangan Pernah Setori Saya” juga sangat terkenal saat beliau menjabat sebagai kapolda Jabar.

Rahma Azhari

Nah, bagaimana pula Rahma Azhari yang sebelumnya banyak dikenal karena aksi panasnya, bisa masuk dalam Indonesia Hot Trends pekan ini?

Artis panas yang satu ini menjadi hot trends akibat beredarnya foto syur yang memperlihatkan secara jelas seorang pria bertopi dengan senyum mengembang memeluk Rahma dan meremas bagian dada kirinya pada sebuah acara.

Tak hanya di situ, Rahma Azhari bahkan duduk di pangkuannya dengan manja. Kali ini adik kandung aktris Ayu Azhari itu tampil dengan pakaian lumayan seksi. Biasa saja?

Ketika dikonfirmasi oleh wartawan infotainment, Rahma justru menganggap santai foto-foto panas tersebut. Menurutnya, tak ada yang harus diributkan dari foto-foto itu. Menurutnya, foto tersebut diambil ketika dirinya sedang menjadi bintang tamu di sebuah acara.

Itu ketika ada acara di salah satu kafe di Senayan. Saya habis menyanyi terus foto ramai-ramai. Saya enggak peduli, sudah biarlah. Saya enggak mau mikirin. Saya sudah keseringan seperti ini,” ungkapnya.

Saya mau menggaris bawahi pernyataan ini: Saya sudah keseringan seperti ini. Maksudnya? Jangan ngeres ah!

Nah, kita tunggu Indonesia Hot Trends pada pekan berikutnya!

Suka dengan artikel saya? Baca via email yuk! GRATIS..

Kategori Indonesia Hot Trends :: Kata Kunci: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,1 Komentar

Tentang AstaQauliyah.com

Telah ada 481 artikel di ASTAQAULIYAH.COM

Blog ini dikelola oleh Asta Qauliyah. Sejak tahun 2008, Asta Qauliyah aka Asri Tadda bekerja sebagai full-time blogger dan SEO konsultan sekaligus berhenti dari program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang selama ini digelutinya. Kini, Asta Qauliyah tengah mengembangkan AstaMedia Group, sebuah perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berbasis di Makassar dengan sejumlah layanan online dan sayap bisnis di sektor ril. Anda bisa menghubungi Asta Qauliyah melalui jejaring sosial di bawah ini:

Twitter | Facebook | LinkedIn | Google Profile+ | FriendFeed

Populer Bulan Ini