Tulisan kali ini terinspirasi dari sebuah fakta yang cukup mengejutkan yang terjadi hari ini. Saya secara tidak sengaja menemukan situs hasil jiplakan (duplikasi) dari situs layanan Medical SEO yang sejak Agustus 2009 lalu kami luncurkan di AstaMedia Group. Situs yang saya maksud sebagai hasil duplikasi adalah www.seoqends.com yang — setelah saya telusuri dengan seksama — menunjukkan bukti yang sangat kuat sebagai hasil jiplakan murni dari situs layanan Medical SEO Specialist milik AstaMedia Group www.seomeds.com. Mulai dari kemiripan design theme, menu navigasi hingga pada konten masing-masing halaman, meskipun beberapa halaman merupakan tambahan yang tidak serupa dengan situs kami.
Berikut ini saya tampilkan beberapa screenshot www.seoqends.com yang berhasil saya capture sebelum konten-konten tersebut dihapus oleh pemiliknya, dan saya bandingkan dengan screeshot situs layanan SEO kami www.seomeds.com :
Masih ada beberapa hal lagi di www.seoqends.com yang boleh dibilang adalah hasil COPY + PASTE 100% dari situs kami www.seomeds.com, antara lain adalah halaman PARTNERSHIP yang sangat mirip dengan halaman BLOG NETWORK di www.seomeds.com, seperti terlihat di bawah ini:

Bandingkan halaman ini dengan halaman ini di SEOMEDS http://www.seomeds.com/seo-services
Saya kira screenshoot di atas sudah sangat cukup menggambarkan begitu murninya proses plagiasi yang terjadi. Apakah hal semacam ini dapat dibenarkan? Tentu tidak!
Memandang hal ini, saya lantas mengambil inisiatif untuk menghubungi si pemilik situs tersebut dan menanyakannya langsung. Ternyata situs tersebut dibangun dari hasil rembukan tiga orang blogger Indonesia yang juga saya kenal selama ini. Kesedihan saya semakin bertambah, karena dua dari 3 orang pendiri situs tersebut menyatakan tidak tahu-menahu akan hal ini. Lho, kok bisa seh?
Fakta ini semakin meyakinkan saya bahwa proses duplikasi dan content violation sudah terjadi dan dilakukan oleh mereka. Dengan berusaha searif mungkin untuk menjelaskan duduk persoalan dan bagaimana prospektif bisnis dengan model seperti yang mereka lakukan, maka Alhamdulillah mereka akhirnya menyatakan akan menghapus konten-konten tersebut dan meminta maaf (saat postingan ini saya buat, sebagian besar konten dari situs tersebut sudah dihapus).
Berikut adalah beberapa cuplikan pernyataan saya kepada dua orang pendiri situs tersebut melalui GTALK chatting:
Sebuah Renungan
Tidak ada manusia yang dilahirkan sempurna di dunia ini. Sebagai sesama, saya menerima maaf mereka sembari berharap cemas agar di masa mendatang blogger-blogger Indonesia dapat tampil lebih baik lagi; lebih inovatif, kreatif dan memiliki differensiasi bisnis yang tajam, sehingga semua lini dapat saling menguatkan, bukan saling melemahkan, apalagi saling memakan kawan sendiri. Blogger Indonesia harus bisa menunjukkan harga diri dan profesionalisme sehingga mampu bersaing di level global, bukan malah terlena dalam pergumulan lokal yang minim prestasi.
Nah, sebagai pembaca, bagaimana pendapat Anda?
ARTIKEL LAIN YANG BERKAITAN:








Asta Qauliyah aka Asri Tadda adalah seorang blogger lelaki yang aktif berkecimpung di dunia 


Membangun budaya saling menghargai akan hasil karya intelektual khususnya di negara kita ini memang masih sangat memprihatinkan, kalau boleh dikatakan berada pada titik nadir. Peringkat Indonesia di Bidang HAKI seperti dilansir Ditjen HAKI dari WIPO menempati peringkat terburuk, selain Cina dan India. Banyak kasus yang memberikan bukti, salah satunya yang terbaru adalah tindakan plagiarism yang dilakukan oleh Prof.AA.Banyu seorang Guru Besar HI di Unpar yang berujung pada pemecatan dirinya dari institusi tersebut. Tulisan yang berjudul “RI As A New Middle Power?” yang beliau klaim sebagai miliknya ternyata adalah hasil jiplakan dari sebuah jurnal ilmiah yang ditulis oleh Carl Ungerer.
Memang sangat membuat kita miris. Ranah akademis yang seharusnya memberikan tauladan malah menjadi contoh buruk. Walau dengan alasan apapun kita tidak bisa memahami atas apa yang dilakukannya. Masih banyak akademisi kita yang patut dijadikan contoh karena dengan karya-karya intelektual menjadikan negara ini menjadi harum, contohnya senior kita Kanda Taruna Ikrar.
Sebenarnya budaya menjiplak secara etis tidak dibenarkan oleh negara manapun kecuali cina yang memberi keleluasan untuk menjiplak produk.Contohnya hari ini keluar produk baru Blackberry, maka di sore hari pada hari yang sama telah keluar produk yang persis sama dengan Balckberry, mungkin namanya blackmagic.hahaaha..
Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menghindari plagiarism contohnya dengan Acknowledgement seperti yang komentator lansir dari situs UNSW http://www.lc.unsw.edu.au/onlib/plag.html. Acknowledgement yang komentator pahami adalah sikap memberikan pengharagaan dan apresiasi atas hasil karya orang lain yang hasil karyanya baik itu tulisan maupun ungkapan lisan hasil diskusi (personal communication)dijadikan sumber penulisan. Nah bahkan hasil diskusi pun harus diacknowledge (baca dihargai). acknowledge for others.
Nah cara yang lain tentunya adalah membudayakan membaca dan belajar secara praktis untuk menulis.
Pada intinya saya turut prihatin dengan kasus yang terjadi plagiarism yang dilakukan oleh kawan kita sendiri.Saya hanya bisa memaknai bahwa utnuk sukses dibutuhkan kerja keras dan mau “berdarah-darah” untuk suatu hasil yang baik. Bukan dengan cara instan seperti menjiplak habis karya orang lain. Apa kata dunia? mengutip istilah naga bonar..hahhaa
Sekian komentar ku bro’, bro’ ku yang baik hati lagi cerdas ini…
Sukses bro dan thanks juga atas inspirasinya untuk melecut saya untuk menulis walau masih pemula.
oh yah ada tulisan yang saya buat dan telah saya posting ke blogpribadi yang berjudul “Berdiri di atas bahu Raksasa”, linknya : http://tanurmanagement.blogspot.com/2010/03/berdiri-di-atas-bahu-rakrasa.html.
salam yakusa
taufik nur
mahasiswa pascasarjana teknik industri ITS Surabaya
[Reply]
Asta Qauliyah reply on March 26th, 2010:
Bung Taufiq, makasih banyak atas appresiasinya atas tindakan saya terhadap kejadian ini. Saya sungguh menghargai support ini. Saya tahu benar bahwa ketika sebuah bisnis dijalankan di atas pijakan yang diridhoi oleh semua pihak, maka Insya Allah semuanya akan dimudahkan oleh-Nya. Demikian pula sebaliknya.
Anyway,
Saya mengundang Anda untuk berkontribusi sebagai guest blogger di blog ini. Sebagai informasi, traffik harian Astaqauliyah.com kini sudah mencapai 20.000 unique visitor dan terus meningkat, dan sekitar 500 feed subscriber.
Silahkan menulis dengan tema apapun, Insya Allah akan dipublikasikan di blog ini tanpa proses editing, asal bukan hasil copy paste ya.
Yakusa!
[Reply]
Assalamualaykum..
Sebuah ungkapan kekecewaan yang cukup dalam dan bermakna.. Sebelumnya saya sangat menghargai ungkapan anda dan kekecewaan anda atas semua kejadian ini. Untuk itu saya Mohon Maaf sebesar-besarnya. Perlu anda ketahui bahwa secara tidak langsung anda menjadi guru yang banyak ditiru.
Terima Kasih telah memberikan insting inovasi untuk http://www.seoqends.com
Mudah-mudahan http://www.seoqends.com bisa belajar dari kesalahan yang sudah terjadi dan dari peringatan yang sudah AstaMedia Group berikan.
Terkadang inspirasi itu timbul dari sebuah kekaguman dan inilah yang terjadi walalupun sedikit menyimpang. untuk itu saya berbicara atas nama qendsarticle.com yang masih tergabung dalam qends group Memohon maaf sebesar-besarnya.
Mudah-mudahan http://www.seoqends.com bisa bangkit dan maju dengan inovasinya sendiri.
Semoga Kesuksesan selalu menyertai anda.
[Reply]
Kalo diliat2 sih ga terlalu mirip2 amat kok mas apalagi kalo template gratisan pasti banyak kembarannya, kalo soal content yang serupa saya rasa wajar aja, lha jualannya juga sama kok
yang penting yang diliat sama client kan service yg diberikan.
Ayo sama2 majukan dunia per-blogger-an Indonesia, jadikan persaingan sebagai pemacu semangat untuk memberikan yang terbaik, jangan malah saling menjatuhkan, negative thinking atopun su’udzon.
Peace…..
[Reply]
Asta Qauliyah reply on March 26th, 2010:
Yang jadi fakta bahwa ternyata si pemilik mengiyakan hal tersebut setelah saya konfortir. Nah, ini bukan sekadar persaingan bung, ini tentang etika dan tat krama, apalagi yang melakukannya adalah orang yang saya kenal selama ini.
[Reply]
Bondar reply on March 26th, 2010:
Saya sangat setuju untuk tidak melakukan jiplakan. Keunggulan sesorang apabila kita bisa tampil beda, dan diminati oleh orang lain. Mulailah untuk lebih berbuat kreatif dan inovatif, meskipun awalnya hasilnya jelek tetapi saya yakin suatu waktu akan sukses, yang penting hasil karya sendiri.
Meskipun saya sendiri masih suka menjiplak, tetapi bukan untuk tujuan komersial,namun untuk komsumsi sendiri, makanya saya tidak bisa jadi blogger.
Mohon maaf atas komentar saya…
[Reply]
Kami atas nama Seoqends.com memohon maaf atas perihal kejadian ini. Memang benar adanya seperti itu dan kami sendiri pun sudah tidak akan mempublikasikan seoqends.com lagi sebagai perusahaan group yang baru didirikan 2 bulan ini. Terima kasih
[Reply]
asal kasih link sumber, kyknya dah cukup deh…toh kesempurnaan hakcipta hanya Tuhan yg punya.
[Reply]
Memang menyedihkan mas.. kebetulan saya juga salah satu korban jiplak hehe,,
[Reply]
iya ya kok bener – bener mirip, ternyata budaya jiplag ga cuma di negeri kita ya
Gleniz Media
[Reply]