Anda sedang membaca artikel dalam kategori :

Artikel, Budaya Nusantara, Opini

Klaim Budaya Malaysia dan Pelajaran Berharga Bagi Indonesia

Tari Pendet dari Bali yang diklaim Malaysia

Tari Pendet dari Bali yang diklaim Malaysia

Beberapa waktu terakhir kita kembali dikejutkan dengan tingkah negeri tetangga Malaysia yang lagi-lagi mengklaim batik nusantara dan tari pendet Bali sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Malaysia mengumumkan ke luar negaranya bahwa batik dan tari pendet juga merupakan budaya mereka dan menjadikannya sebagai salah satu penarik kunjungan pariwisata ke negeri Jiran itu.

Ini bukan pertama kalinya Malaysia melakukan hal yang sama, dan kali ini kita, Indonesia, juga belum bisa melakukan apa-apa! Klaim atas batik sebagai kekayaan negara tetangga kali ini juga bukan kali pertama dan hanya dilakukan oleh Malaysia, tetapi merupakan tindakan ke sekian kalinya tanpa respon berarti dari pemerintah kita.

Di bawah ini adalah Daftar Klaim Negara Lain Atas Budaya Indonesia:

    1. Batik dari Jawa oleh Adidas
    2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
    3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
    4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
    5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
    6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
    7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
    8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
    9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
    10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
    11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
    12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
    13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
    14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
    15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
    16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
    17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
    18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
    19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
    20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
    21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
    22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
    23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
    24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
    25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
    26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
    27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
    28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
    29. Kain Ulos oleh Malaysia
    30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
    31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
    32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia

Memang, Malaysia adalah negara yang memiliki rekor tertinggi dalam hal klaim atas kekayaan budaya Indonesia, selain Belanda dan Jepang.

Pelajaran Berharga Bagi Indonesia
Kasus klaim atas kekayaan budaya nusantara menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Bahkan oleh negeri tetangga seperti Malaysia pun kita dengan sangat gampang dijarah semau mereka tanpa rasa ketakutan. Apakah negeri kita memang lemah? Atau pemerintah kita yang tidak berkutik?

Di lain pihak, lemahnya ketahanan budaya nusantara kita memang menjadi salah satu faktor pendukung sehingga pihak luar dengan sangat mudah mengklaim sebagai milik mereka. Pemerintah selama ini memang hanya menomorsekiankan urusan budaya dan pariwisata dalam pembangunan bangsa, padahal sektor ini bisa jadi merupakan penyumbang devisa terbesar setelah minyak dan gas! Tengoklah Malaysia, mereka bahkan berani menargetkan pendapatan devisa yang sangat besar dari sektor pariwisata mereka, meskipun mesti mengklaim budaya kita!

Apa yang harus kita lakukan?

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

  • Kontroversi Blog Noordin M Top
    Di tengah gencarnya proses pencarian terhadap gembong teroris internasional Noordin M Top, tiba-tiba kita kembali dikagetkan dengan 'pengakuan resmi' seseorang yang mengaku sebagai Amir Tandzim Al Qo'...
  • Cacar Kolonial dan Clash of Mind
    Bagi kita – yang pernah belajar sejarah – mungkin masih ingat, pada sekitar pertengahan abad ke 19, di hampir seantero jazirah Hindia Belanda diserang wabah cacar yang pada akhirnya sangat mematikan. ...
  • PERANAN ORGANISASI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KERJA
    Membahas mengenai masalah ketenagakerjaan, kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan penyediaan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang bermutu belumlah maksimal. Hal ini ditegaskan oleh Menter...
  • Iklan Kampanye PKS – Bak Mengail di Air Keruh Politik
    Pesta demokrasi pemilihan umum (PEMILU) 2009 di Indonesia masih sekitar sebulan lagi, namun dinamika politik dalam negeri semakin memanas menyusul banyaknya kontestan pemilu tahun ini. Konsekuensinya,...
  • Selamat, Prof. dr. Irawan, Ph.D!
    Pagi tadi saya diundang menghadiri pidato pengukuhan guru besar tetap dr. Irawan Jusuf, Ph.D di Ruang Rapat Senat Unhas. Irawan Jusuf adalah juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makas...


Tentang Penulis:

Asta Qauliyah - telah menulis 464 artikel di ASTAQAULIYAH.COM

Sejak tahun 2008, Asta Qauliyah aka Asri Tadda bekerja sebagai full-time blogger dan SEO konsultan sekaligus berhenti dari program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang selama ini digelutinya. Kini, Asta Qauliyah tengah mengembangkan AstaMedia Group, sebuah perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berbasis di Makassar dengan sejumlah layanan online dan sayap bisnis di sektor ril. Anda bisa menghubungi Asta Qauliyah melalui jejaring sosial di bawah ini:

Twitter | Facebook | LinkedIn | Google Profile | FriendFeed

View Comments to “Klaim Budaya Malaysia dan Pelajaran Berharga Bagi Indonesia”

  1. Sepertinya semua jenis kesenian, produk dalam negeri atau pun khazanah budaya kita harus dipatenkan…soalnya, semakin hari semakin banyak hak milik kita yang diklaim sebagai punya orang lain. jadi, bukanlah pulau, tapi apa saja yang kita miliki diklaim punya orang…

    [Reply]

  2. Semua karya anak bangsa sekarang ini harus dipatenkan…soalnya, banyak orang sekarang tak lagi menghormati atas karya intelektual seseorang. tak hanya pulau yang diklaim sebagai milik mereka, melainkan juga kekayaan seni budaya…jika tak dipatenkan, monas, taman mini atau ancol akan diklaim sebagai mereka, termasuk propinsi2 di iNdonesia

    [Reply]

  3. raiderhost says:

    turut prihatin bang …

    saatny mengembalikan jati diri bangsa :D

    [Reply]

  4. Posting yang menarik…soal klaim mengklaim lagi heboh…teroris dari malaysia juga membuat onar di sini, pemerintahnya mencaplok wilayah, seni budaya, dsb. nanti propinsi2 di sini juga akan diklaim sebagai negara bagian malaysia…hehehe, capek deh

    [Reply]

  5. Ngadimun says:

    kita tidak tau apa maksud malaysia me klaim indonesia?bukan budaya indonesia saja yang di klaim tapi di perbatasan(laut)juga sering terjadi pelanggaran oleh kapal malaysia.bukan hanya itu saja dan masih banyak lagi kelakuan malaysia terhadap indonesia.polah malaysia sudah membuat warga indonesia marah,spertinya malaysia sengaja membuat ulah memancing indonesia supaya negara ini enjadi kacau. APAKAH INDONESIA DAPAT BERTAHAN
    Seandainya malaysia menghancurkan indonesia?hati-hati dengan tipu daya

    [Reply]

  6. Sarjianto says:

    Mengenai asal usilnya Malaysia yang begitu cerdik klaim dan pelecehan bangsa Indonesia, karena sudah komprehensif nampaknya sudah tidak dapat ditolerir lagi Martabat bangsa sudah dipertaruhkan sampai detik inipun kemungkinan ada TKI yang dianaiaya dan dirampasnya surat-surat berharga sehingga yang awalnya legal jadi ilegal, sudahlah jangan terlalu nyaman bersahabat dengan Pak Sabar sehingga kita diinjak-injak oleh kesabaran itu sendiri, ayo bangkit berbuatlah sesuatu membela Indonesia dan Bangsanya demi utuhnya NKRI selagi Tuhan Yang Maha Esa masih memberi umur dan akal yang sehat, jangan hanya berpikir sesaat tapi rancanglh sesuatu itu kemasa yang akan datang jadi hidupm ini tidak sia-sia dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Semoga !

    [Reply]

  7. Hati hati dengan segala pengaruh yg ada,mungkin ini hanya tipu muslihat agar kita bangsa indonesia semakin berontak, dan saling menuding atas klaim bangsa lain,sehingga dunia politik kita semakin lemah, karna dibalik itu ada tujuan dan latar belakang tertentu,,ga ada yg bs mengklaim budaya indonesia, krna kita mempunyai sejarah dan bukti yg kuat atas budaya dan tanah air kita,selamat berpikir bg para pembca

    [Reply]

  8. Sarjianto says:

    Pro dan Kontra suatu peristiwa adalah sesuatu yang lumrah, dari beberapa pendapat itu bisa benar bisa juga tidak, maka sebelum menterjemahkan berpikirlah dengan keadaan yang terjadi fakta dan peristiwa misalnya pelecehan TKI dihajar, kembali ke Indonesia Cacat, Mati bahkan tinggal nama mayatpun tak kembali ini fakta kalau orang Indonesia yang mempunyai Nasionalisme Saya yakin tipu muslihat itu tipis, jika ada TKI kembali ke Indonesia teraniaya, lalu sudah dalam peti mati itu bukan lagi tipu muslihat, lalu dirampasnya surat-surat penting bagi TKI oleh Polisi di Raja Malaysia itu juga bukan tipu muslihat apa semua ini perlu dibiarkan akhirnya TKI kita banyak yang ilegal wong dilucuti dan rampas tanpa daya ini sejarah apa ? Memang Kalau klim-klim budaya jika ini benar apa dibiarkan begitu saja, indikasi tapal batas pulau-pulau apa kita biarkan saja faktanya ambalat dan ligitan sudah tersengketa lalu Malaysia masih ingin menguasai lintas batas baru, kalau orang yang Nasionalismenya tinggi ya tidak akan miring melihatnya.

    [Reply]

  9. Sarjianto says:

    Warga Negara manapun dan apapun kondisinya adalah simbol kekayaan suatu negara, negara mana saja hukumnya wajib melindungi rakyatnya, karena drajat manusia adalah sama dengan Bendera suatu negara, tidak boleh dirusak, dinjak-injak, ditendangin sampai tak berdaya apalagi disiram air panas bahkan dibakar ini penghinaan dan pelanggaran hukum berat tujuan merendahkan martabat bangsa dan negara, untuk itu kita sebagai bangsa Indonesia harus berhati-hati dalam melakukan tindakan yang serupa, untuk itu semua apa sudah terjadi pada bangsa dan negara kita ? lalu apa yang harus diperbuat jika ini melanda Bangsa dan Negara Indonesia ? yang lebih parah lagi Malaysia melebar-lebarkan batas wilayah mengikis NKRI.
    Salam buat semua pembaca dimana saja , selamat menjalankan ibadah puasa ! I Love You Full Haaaaaaaaaaa Haaaaaaaaaaaaaaaaa sudah puasa tidur siang bangun tidur lagiiiiiiiiiiiiiiii.

    [Reply]

  10. Kimwooyup says:

    memang sudah seharusnya kita akhiri kontroversi klaim tari pendet karena pihak yang paling bertanggung jawab telah meminta maaf secara resmi kpd pemerintah indonesia….

    dan tanpa mengurangi rasa nasionalisme, kasus ini menjadi sebuah pengalaman berharga bagi bangsa indonesia sekaligus sebagai proses pembelajaran agar kita lebih dewasa dan bersikap logis bukan hanya mengedepankan emosi belaka…

    toh bangsa indonesia mendapatkan manfaat dari kasus ini…

    Discovery Channel Menebus Kesalahan terhadap bangsa Indonesia : Program 30 Menit Tari Pendet

    [Reply]

  11. clickoverall says:

    waduh… malaysia kok serakah sih..?

    [Reply]

  12. clickoverall says:

    waduh… malaysia kok serakah sih..?

    [Reply]

  13. Seharusnya berbangga dengan budaya asli bangsa sendiri, nggak nembak budaya orang lain.

    [Reply]

  14. Seharusnya berbangga dengan budaya asli bangsa sendiri, nggak nembak budaya orang lain.

    [Reply]

  15. nurpainah says:

    kesalahan bukan sepenuhnya dari pihak malaysia, tetapi juga kita sebagai warga indonesia yang kurang menjaga akan kekayaan alam dan budaya yang kita miliki sebagai kebanggaan milik bersama. karena itu merupakan warisan turun temurun yang tak ternilai harganya.

    Supaya tidak terjadi hal yg serupa diperlukan adanya kesadaran yang mendasar dari dalam diri masing masing setiap warga indonesia bahwa menjaga sesuatu yang telah jadi warisan turun temurun dan bernilai sangat tinggi itu sangatlah penting.

    [Reply]

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

blog comments powered by Disqus

Langganan Artikel Lewat Emailmu

#1 Recommended PDF Search Engine

Lihat Arsip