Pesta demokrasi pemilihan umum (PEMILU) 2009 di Indonesia masih sekitar sebulan lagi, namun dinamika politik dalam negeri semakin memanas menyusul banyaknya kontestan pemilu tahun ini. Konsekuensinya, persinggungan kepentingan politik semakin rentan terjadi. Ada yang secara tidak sengaja terjadi, pun banyak yang direkayasa untuk membuat lawan politiknya kalah dalam kompetisi meraup massa politik.
Sekarang, jika jalan-jalan ke kota; mulai dari kota kecamatan, kabupaten, propinsi hingga ibu kota DKI Jakarta, kita menjadi sangat terbiasa dengan gambar-gambar wajah para calon legislator (caleg) dengan sejumlah adagium dan slogan politik hiperbolik. Jika disimak baik-baik, semuanya bermaksud sama (dalam slogan mereka): memberikan kesan ke rakyat bahwa si Caleg A dari parpol A atau si Caleg B dari parpol B (seolah-olah) berjuang untuk mensejahterakan rakyat!
Pusing memilih karena terlalu banyak pilihan?
Mungkin ini yang membuat setiap kepentingan politik yang diwakili oleh partai politik (parpol) menjadi ‘terpaksa kreatif’ guna menarik simpati rakyat; basis dukungan diperluas, wilayah kampanye dimodali, dan iklan politik digencarkan di berbagai media.
Nah, bagaimana dengan iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang satu ini?
Secara pribadi melihatnya sebagai upaya PKS untuk mengail di air keruh politik. Iklan ini nyata-nyata menunggangi cekcok politik antar calon presiden lantas kemudian memunculkan kesan seolah-olah PKS menjadi solusi politik di negeri ini.
Tidakkah semua partai politik, termasuk PKS, sama saja; memanfaatkan suara rakyat untuk kepentingan kelompoknya? Adakah partai politik yang benar-benar bebas dari kepentingan kekuasaan dan ‘kekayaan’ seperti saat ini?
Saya muak dengan semua ‘penampakan’ ini. Saya mau menjadi kader Golongan Putih (Golput) saja. Titik!
Nah, bagaimana menurut Anda? Saya tunggu komentarnya di sini.
ARTIKEL LAIN YANG BERKAITAN:


Asta Qauliyah aka Asri Tadda adalah seorang blogger lelaki yang aktif berkecimpung di dunia 


Antara :
- Realitas
- Idealitas
- Syariah
- Hakikah
Serta – Fiqh Dakwah
Harus berjalan seimbang. Karena Islam datang sebagai agama yang paling moderat dan penengah berbagai macam ideologi yang ada di dunia saat ini. Tidak ekstrim kanan maupun ekstrim kiri. Islam adalah agama wasathan. Itu juga salah satu solusi menurut saya…
Sekedar sharing informasi aja. Terimakasih buat bang Asri…Wassalam…
[Reply]
Asta Qauliyah reply on May 18th, 2009:
Mmm…saya jadi ingat pernyataan Presiden PKS Tifatul S sewaktu di wawancara di TVOne…
“Jatah menteri nanti dibicarakan setelah pilpres..”
Nah, lho??
[Reply]
Antara :
- Realitas
- Idealitas
- Syariah
- Hakikah
Serta – Fiqh Dakwah
Harus berjalan seimbang. Karena Islam datang sebagai agama yang paling moderat dan penengah berbagai macam ideologi yang ada di dunia saat ini. Tidak ekstrim kanan maupun ekstrim kiri. Islam adalah agama wasathan. Itu juga salah satu solusi menurut saya…
Sekedar sharing informasi aja. Terimakasih buat bang Asri…Wassalam…
[Reply]
Asta Qauliyah reply on May 18th, 2009:
Mmm…saya jadi ingat pernyataan Presiden PKS Tifatul S sewaktu di wawancara di TVOne…
“Jatah menteri nanti dibicarakan setelah pilpres..”
Nah, lho??
[Reply]
yah…comment sy tgl 18 di delete neh….. koq di apus bang…..tp yah gmana lagi, suka2 admin…
[Reply]
Asta Qauliyah reply on May 19th, 2009:
Mas..
Nggak ada komentar yg saya delete di blog ini!
[Reply]
yah…comment sy tgl 18 di delete neh….. koq di apus bang…..tp yah gmana lagi, suka2 admin…
[Reply]
Asta Qauliyah reply on May 19th, 2009:
Mas..
Nggak ada komentar yg saya delete di blog ini!
[Reply]