Pesta demokrasi pemilihan umum (PEMILU) 2009 di Indonesia masih sekitar sebulan lagi, namun dinamika politik dalam negeri semakin memanas menyusul banyaknya kontestan pemilu tahun ini. Konsekuensinya, persinggungan kepentingan politik semakin rentan terjadi. Ada yang secara tidak sengaja terjadi, pun banyak yang direkayasa untuk membuat lawan politiknya kalah dalam kompetisi meraup massa politik.
Sekarang, jika jalan-jalan ke kota; mulai dari kota kecamatan, kabupaten, propinsi hingga ibu kota DKI Jakarta, kita menjadi sangat terbiasa dengan gambar-gambar wajah para calon legislator (caleg) dengan sejumlah adagium dan slogan politik hiperbolik. Jika disimak baik-baik, semuanya bermaksud sama (dalam slogan mereka): memberikan kesan ke rakyat bahwa si Caleg A dari parpol A atau si Caleg B dari parpol B (seolah-olah) berjuang untuk mensejahterakan rakyat!
Pusing memilih karena terlalu banyak pilihan?
Mungkin ini yang membuat setiap kepentingan politik yang diwakili oleh partai politik (parpol) menjadi ‘terpaksa kreatif’ guna menarik simpati rakyat; basis dukungan diperluas, wilayah kampanye dimodali, dan iklan politik digencarkan di berbagai media.
Nah, bagaimana dengan iklan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang satu ini?
Secara pribadi melihatnya sebagai upaya PKS untuk mengail di air keruh politik. Iklan ini nyata-nyata menunggangi cekcok politik antar calon presiden lantas kemudian memunculkan kesan seolah-olah PKS menjadi solusi politik di negeri ini.
Tidakkah semua partai politik, termasuk PKS, sama saja; memanfaatkan suara rakyat untuk kepentingan kelompoknya? Adakah partai politik yang benar-benar bebas dari kepentingan kekuasaan dan ‘kekayaan’ seperti saat ini?
Saya muak dengan semua ‘penampakan’ ini. Saya mau menjadi kader Golongan Putih (Golput) saja. Titik!
Nah, bagaimana menurut Anda? Saya tunggu komentarnya di sini.
ARTIKEL LAIN YANG BERKAITAN:


Pertamaxxxx nih …. asyik!!!
Iklan politik PKS menurut ane sih cuma berupa kliping kumpulan berita. Itu fakta kan? Kalau ada yang marah sih itu berarti ada something wrong, ya nggak? menurut pengamat politik Effendi Gadzali ini ladzim dilakukan di negara2 maju. So, PKS menurut saya cerdas dalam hal ini.
No offense ya bro
Peace!
[Reply]
Asta Qauliyah reply on March 4th, 2009:
Tindakan cerdas pada konteks yang tidak sesuai, kerap kali menimbulkan persoalan baru yang menuntut penyelesaian segera, karena ditakutkan akan merembes pada sikap antipati berlebihan. Artinya, secara tidak langsung, tindakan tersebut juatru menimbulkan mudharat yang lebih besar daripada manfaatnya.
Iklim demokrasi kita memang belum sedewasa di AS, tetapi setidaknya, citra PKS sebagai partai BERSIH, PEDULI dan PROFESIONAL mestinya sedikit banyak juga diperlihatkan dengan jalan tidak menggembar-gemborkan ‘kebusukan’ dan atau ‘kekurangan’ orang/partai lainnya melalui iklan politik. Ini perang politik pencitraan yang pada akhirnya akan menyeret PKS pada proses manipulatif jati diri.
Anyway, this is only my opinion!
[Reply]
Bung Asta, pertama-tama saya mau minta maaf atas perkataan anak saya. WAKAKAKAKAK…
[Reply]
Asta Qauliyah reply on March 6th, 2009:
Walah, ternyata ini perkataan anak Antum toh?
Waaakakkakkakaka juga!
[Reply]
Bung Asta, pertama-tama saya mau minta maaf atas perkataan anak saya. WAKAKAKAKAK…
Saya juga mau golput! Di mana-mana putih itu lebih indah…
[Reply]
saya juga kyaknya akan golput, karena sekarang saya hidup merantau.. malas ah nek cuman pulang cuma sehari sekedar nyontreng ajah, berat diongkos
[Reply]
Hidup adalah pilihan kan?
dan tidak memilih juga sebuah pilihan … tapi …
[Reply]
wah jangan golput atuh mas… sayang sayang hak pilihnyaa…
[Reply]
Menurut saya, menjadi GOLPUT adalah pilihan yang tidak cerdas. Dalam islam, memilih seorang pemimpin adalah wajib. Dengan membiarkan diri kita menjadi Golput adalah sama saja dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang yang sebenarnya hanya menggunakan kekuasaan bukan untuk mensejahterakan rakyat. Secara tidak langsung, kita mendukung mereka. apakah anda rela membiarkan negeri kita semakin hancur oleh orang-orang yang tidak amanah??? Yakinlah bahwa Harapan itu Masih Ada!!!! Diantara banyak pilihan yang menurut anda buruk, pasti ada satu yang terbaik. Mungkin karena kita kurang tahu saja tentang track record partai-partai itu….jadi anda bisa membuat kesimpulan seperti itu. Mungkin, jika anda sudah lebih tau yang sebenarnya, mugkin anda akan berpendapat yang sebaliknya tentang PKS.
Terima kasih,
[Reply]
ya…… sebenarnya tidak ada partai yang bebas dari kepentingan partainya, semua partai memiliki tujuan dan target, nah sekarang untuk menuju ketempat tujuan dan targetnya maka semua partai, menjual nama partainya, bahwa partainya lah yang menperjuangkan aspirasi rakyat, dan akan mensejahterakan rakyat, apalagi rakyat miskin.
kita selaku rakyat yang dijadikan tumbal demi target mereka, jagan mau ditipu lagi, sekarang saatnya kita berfikir dengan akal yang sehat, semoga kita tidak tertipu lagi.
untuk golpun (gulongan putih), usahakan tidak terjadi karena itu bukan jalan yang terbaik, kita selaku orang yang berpendidikan maka jadi lah orang yang menentukan masa depan bangsa.
[Reply]
Jika menyimak iklan yang dikeluarkan oleh PKS, akan dilihat kemiripan antara iklan-iklan partai politik lainnya. Secara implisit mereka ingin memperlihatkan bahwa mereka lah yang sangat peduli terhadap masalah rakyat dan semuanya mencoba menasbihkan partainya sebagai “super hero”.
Saya sendiri menganggap bahwa kesemua iklan yang ditanyangkan oleh semua partai hanyalah sebuah kamuflase belaka. Hal ini dapat terlihat pada angka kemiskinan tidak ada yang berubah malah semakin naik, masalah kesehatan masih sangat jauh dari keberhasilan, korupsi pun tidak ada yang signifikan berubah dan masalah-masalah lain yang masih mendera bangsa ini.
sejujurnya saya tidak peduli terhadap iklan-iklan politik yang meraja diberbagai media saat ini. Saya malah menganggap bahwa iklan-iklan tersebut malah semakin memperlihatkan kesalahan-kesalahan mereka dan iklan-iklan tersebut layaknya hanyalah sebuah olok-olkkan yang dilakukan oleh anak-anak kecil (tidak bermanfaat).
bila kita menelaah masa lalu pada tahun 1971, Golput sudah mulai merebak di indonesia. Alasannya adalah pemerintah pada saat itu tidak demokratis, dimana Partai yang ikut dalam pemilu hanya 10 partai dan itupun sudah ditetukan oleh rezim orde baru. Saat ini, walaupun demokrasi sudah berjalan (diatas kertas), namun prakteknya belum dapat dikatakan berhasil. Partai politik masih jauh dari kondisi partai yang layak. Para aktor dan aktris partai masih belum dapat menyentuh kebutuhan rakyat, masih terkesan “lux” dan kinerjanya pun masih sangat memtingkan kebutuhan partainnya sendiri.
olehnya, saya menganggap Demokrasi Indonesia saat ini layaknya buah kedondong—kulitnya mulus dalamnya berduri..
[Reply]
Yang namanya perusahaan kecap, selalu mau no. 1. Ndak ada perusahaan kecap yang mau nomor 2. Jadinya yach…Sama-sama klaim dirilah yang nomor satu…Untuk GOLPUT, hidup ini adalah pilihan..Sedangkan Allah SWT memilih qta untuk hadir dimuka bumi, knapa qta ndak memilih mereka-mereka ??????????
[Reply]
Assalamua’alaikum wr. wb
jadi penasaran gua.. pada demen debat ni yee..! gua mau naya nii. siapa yang bisa jamin gua masuk surga yang pro sama yang kontra dgn demokrasi. gua tunggu ya..! kalu kagak ada. please deh gak usah sok suci semua lo, mending elu elu pade perbaiki ntu moral pemuda yang jauh dari keimanannya. terserah pake cara apa lu pade yang penting gak negalanggar aqidah. sori ni, gua cuma kesel aja. gua ini muslim jg bro
[Reply]
yang terbaik dlm hidup ini. ketika kita sbg umat islam saling mendukung langkah saudaranya untuk memajukan negri ini. Bukan kemudian saling tuding, saling ejek, saling memojokkan dan menghina kelompok lain. Kita disatukan oleh islam, tuhan kita 1 (ALLOH SWT) dan nabi kta juga satu. Bukankah perbedaan itu wajar dan kita tdk bisa memaksakan kemauan kita pd orang lain. Ana cuma berharap kita tdk slng menghina krn phk lain yang tertawa melihat kita saling hina.. Afwan
[Reply]
Asslamu’alaikum…………………
diatas tadi ada saya satu pertanyaan yaitu..
Adakah partai politik yang benar-benar bebas dari kepentingan kekuasaan dan ‘kekayaan’ seperti saat ini??????????
itu pertanyaannya kan bung???
jawabnya ada ….tapi hanya orang-orang BERAKAL hanya orang-orang berakal yang mampu menjawabnya….karena agama islam ini hanya untuk orang-orang berakal….shalat aj wajibnya bagi baligh & BERAKAL ya nggak?????????????
kalo bung memang beragama islam ‘n punya akal maka bung pasti tahu ,,,,kalo sholat gak ada imam gimana??????
kalo memang boleh gak punya pemimpin kenapa para sahabat dahulu setelah rasulullah wafat memilih khalifah……mangnya ada dalil yang melarang untuk mengangkat pemimpin d suatu negri????????
yang ada kata rasullullah jangan berikan amanah kepada orang yang haus kekuasaan …disini akal sangat di butuhkan untuk menganalisa ,meneliti ,mengamati dan mempelajari setiap partai….dari sekian bnyak partai pasti di PKS yang DI CALEGKAN bukan orang itu yang minta jadi caleg tapi …tapi keputusan syurolah yang memutuskan siapa yang tepat di beri amanah ini pun berdasarkan ibadahnya, akhlaknya, dan potensi dirinya gak kayak partai lain yang jadi caleg itu yang punya banyak uang
o…ya pertanyaan yang tadi jawabnya ADA partai politik yang benar-benar bebas dari KEKAYAAN dan KEKUASAAN yaitunya PKS liat kader PKS untuk pergi masang bendera, masang spanduk, masang baliho tidak di bayar bahkan merekapun berinfak lagi itu tandanya PKS memang benar2 partai yang bebas dari Kepentingan kekayaan dan kekuasaan……sekali lagi untuk yang punya AKAL coba bung liat partai lain mereka pasti membayar orang lain untuk memasang atrbutnya mengapa?????????
karena tujuannya gak jelas…beda dengan PKS ,,PKS punya tujuan yang sangat mulia bukan hanya untuk indonesia tetapi untuk tegaknya dienul islam di permukaan bumi ini….makanya kader PKS bergerak dengan HATI bukan karna UANG……jadilah orang yang cerdas dan berakal dalam menyikapi sesuatu masalah….untuk selanjutnya silahkan bung sendiri yang menggunakan akalnya untuk memilih mana yang terbaik ……
[Reply]
Hati-hatilah dengan politik pragmatis, menghalalkan segala cara, asal target & tujuan suara tercapai. Namun hal ini menjadi hal yang biasa dalam sistem demokrasi. Bukankah demokrasi berbeda dengan Islam. Demokrasi tegak diatas akidah sekulerisme, yaitu akidah yang memisahkan urusan agama (Islam) dari masalah negara & kehidupan (termasuk kehidupan politik).
Standar Islam, yaitu halal haram dianggap tidak penting. Memanfaatkan suara rakyat untuk kepentingan kelompoknya. Saya sangat setuju dengan analisa kritis & cerdas dari Asta Qauliyah.
[Reply]
golput is bodoh.
pilih yang terbaik dari yang terburuk…..
[Reply]
Asta Qauliyah reply on March 30th, 2009:
Jika demokrasi itu adalah menghargai segala bentuk sikap dan keputusan, maka mengatai golput sebagai ‘bodoh’ adalah merupakan pembangkangan demokrasi. Bukan begitu, Mas Hendra?
[Reply]
Klinik Indonesia reply on April 6th, 2009:
Banyak yang ngaku sok demokrasi namun ga tau hakekat demokrasi kayak bagaimana. Menurut ajaran demokrasi, golput itu hak, tidak haram, juga tidak wajib.
Kalo menurut Islam beda lagi. Memilih wakil-wakil rakyat hukum asalnya mubah namun tergantung konteksnya. Jika memilih wakil rakyat untuk melaksanakan hak legislasi (membuat & menetapkan hukum), ini tidak boleh, alias haram. Karena hak legislasi milik Syara’ (Allah SWT) bukan hak rakyat atau wakil rakyat.
Memilih kepala negara beda lagi. Hukum asalnya wajib namun juga tergantung konteksnya. Jika memilih kepala negara dalam rangka melaksanakan hukum (hak eksekutif) yang tadi dibuat oleh wakil-wakil rakyat, ini juga tidak boleh, alias haram. Mereka yang memilih kedua masalah diatas, masing-masing berdosa besar dan diakhirat termasuk orang-orang yang merugi.
Sepertinya, Asta Qauliyah lebih ngerti fakta demokrasi daripada Hendra Gunawan.
[Reply]
asa namku reply on May 26th, 2009:
golput bukan nyo bodoh sayang. golput cuma pantas untuk org2 yg mungkin iri, dengki. tapi yg pasti, golput itu org yg tdk punya harapan. pake kacamata kudo yo.
[Reply]
Klinik Indonesia reply on April 6th, 2009:
pilih yang terbaik dari yang terburuk. Ungkapan Arabnya yang paling populer “Ahwan asy-Syarrayn”. Ini termasuk kaidah ushul fiqih. Namun kaidah ini harus terikat dengan hukum syara’ (al-Qur’an & as-Sunnah). Juga tidak boleh digunakan serampangan. Kaidah ini ada ketentuan, syarat & batasannya.
Penggunaan kaidah ini untuk membolehkan perkara yang haram hanya memperalat kaidah tersebut, menyalahi syariah dan tidak pernah dikatakan oleh para ulama yang jujur. Jadi jika kita disuruh milih 2 pilihan dimana 2 pilihan itu sama-sama haram (dalam hal ini sekuler) maka kita tidak boleh melakukan keduanya atau salah satunya. Bukankah ada pilihan ketiga yaitu pilihan untuk merubah sistem sekuler yang memang telah terbukti rusak dari akarnya.
Kaidah itu hanya digunakan pada kondisi darurat. Darurat itu juga punya batasan, yaitu keadaan yang mengancam jiwa. Saya kira Asta Qauliyah lebih paham penggunaan kaidah ini secara benar karena doi berkecimpung di dunia medis. Contoh penggunaannya yang benar adalah :
Jika ada seorang ibu hamil dan sulit melahirkan dimana dokter tidak bisa menyelamatkan ibu dan janinnya sekaligus, sementara harus diputuskan antara menyelamatkan ibu tetapi resikonya akan menyebabkan matinya janin atau sebaliknya. Jika dibiarkan maka keduanya akan mati. Maka dokter harus memilih salah satunya yaitu menyelamatkan ibu daripada janinnya.
Masih ada lagi beberapa contoh lainnya, namun karena terlalu panjang, cukup sampai disini. Buat hendra gunawan, lebih baik ngaji lebih dalam lagi deh agar ga masuk kategori maling teriak maling. Sory buat hendra gunawan, saya tidak bermaksud menghina kepintaran ente.
[Reply]
kebanyakan gaya kampanye parpol emang lebih cenderung berupa serangan/sindiran terhadap kelemahan lawan politiknya. Jarang sekali yg santun dan murni berupa penyampaian program konkret.
Namun saya melihat gaya kampanye Pak Prabowo lebih baik dan lebih jelas programnya (walaupun masih ada upaya untuk menjadi “pahlawan” dan “mengail di air keruh”).
[Reply]
Kira2 kampanyenya PKS dengan Kampanyenya Para Blogger bakal ramean mana kang? Memang PKS sekarang lagi jual muka. Tapi sayang ditunggangi ke-wahabi-an.
Salam kenal http://rahasia-seoku.blogspot.com/
[Reply]
Asta Qauliyah reply on April 2nd, 2009:
Ramean mana? ya..kalau sekarang sih kampanye caleg ‘berwajah bodoh” itu yang menang..tp hanya sementara. Bloggers still the best!
[Reply]
Ditunggangi wahabi gak masalah. Asal tetap disayang Allah! Tapi ini, sudah jualan suharto, partai terbuka…parah..parah…
Salam kenal bang asta. Saya murib barumu di astamedia…
Wassalam…
[Reply]
Asta Qauliyah reply on April 30th, 2009:
Memang kalau sidah bicara politik, parameter kebenaran menjadi absurd..
Iya pak Iqbal, salam kenal balik!
[Reply]
yaaah, namanya juga kampanye, situ juga kalo jualan gimana sich, emang internet marketing gak luput dari hukum fiqh muamalah….?
toh konsultan pks ustadz-ustadz syariah. spt: ust. ahzami samiun jazuli, lulusan madinah, hnw lulusan terbaik saudi, ust. satori lulusan timteng(lupa kalo gak salah mesir or yaman..?)
nah sodara-sodara kalu mau tanya dalil persisnya tanya aja langsung di web mereka.
kalo saya daripada pemilu saya golput, mending tetap memilih contreng pks, toh selama ini aleg pks yang paling sedikit terlibat kasus khan, dibanding partai lain.
kalo golput pa masalah juga selessai dengan sendirinya..?
memang gak takut keadaan di dpr semakin buruk?
memang kalian gak pernah mencari tahu prestasi dan perubahan apa saja yang dihasilkan pks.
kalau masaah hukum, memang hukum lalulintas ada wahyunya?
jadi kalu menerobos lampu merah dapat pahala karena menentang hukum taghut or hukum manusia?
para orientalis sering kali bertanya ada gak kuhapnya islam? toh dulu alquran belum seperti sekarang ini, saat itu di bilang bid’ah karena tidak ada perintah khan……?
yah kalo untuk omong masalah hukum tanya aja sama ustaz-ustaz di atas
berarti kalian saat pemilihan pemimpin wanita muslim atau laki-laki muslim kalian golput dong
atau pemilihan pemimpin laki-laki muslim soleh dan belum pernah buat pernyataan buruk dengan laki-laki muslim yang sering buat pernytaan buruk kalian pasi golput jg khan..
yaah ujung-ujung semua pilihan tetap akan dipertanggungjawabkan,
benar dpt 2, salah dpt 1, ga ada ruginya khan…. urusan muslim selalu menguntungkan
jadi kalo kalian udah niat contreng pks tapi malah golput or jadi rusak alat pemillu yaah tetap dpt pahala deh
pernah baca-baca tentang perkembangan politik dari jaman rasul SAW. sampe jaman kesultanan turki gak? kalo belumpernah tanya deh sama ustadz@ di atas
tinggal cara kalian melihat/menilainya dari sisi yang mana….
[Reply]
TO diatas saya:
Ini bukan masalah apakah PKS itu partai terbaik dari partai sekuler atau tidak. Kalau mau dibandingkan sama PDIP, golkar, demokrat, wah jauh itu mah. Masalahnya PKS itu menjadikan dakwah sebagai panglima alias berlabel partai dakwah. Nah, berarti patokannya itu alquran dan sunnah. Dan tauladannya itu generasi terbaik sepanjang zaman yaitu generasi rasul SAW dan sahabat. Gak usah jauh2 deh, bandingkan aja PKS dengan HAMAS di Palestina!
HAMAS, diancam rudal Israel, diboikot embah Amerika, tidak bergoyah sedikitpun dan tidak pernah menempuh jalur2 yang tidak syar’i. Tapi PKS? sedikit2 kompromi, menolak hak angket BLBI, menyetujui kenaikan BBM, pengelolaan blok cepu oleh exxon yang Yahudi(setengah mati kader ucluk2 disuruh jgn beli sprite ma cocacola, eh ini …ckckck).
Jangan sampai nih…jangan sampai orang2 yang belum mengenal islam secara kaffah malah tambah antipati dengan islam gara2 perilaku PKS ini. semoga tidaklah.
Golput ada dalilnya, memilih ada dalilnya! Tergantung keadaan. Bahkan saya melihat fatwa MUI , sangat mengindikasikan bahwa memilih itu jalan terakhir.
Sekarang, komunikasi politik PKS kacau balau, sekjen bilang A, ketua bilang B, ketua fraksi bilang C. Kalau begini, saya menunggu jamaatul musliminnya Imam Mahdi aja deh…
Setahu saya ustad Ahzami Samiun Jazuli skrg tidak terlalu peduli lagi dengan PKS. beliau sudah sehaluan dengan ust Ihsan Tanjung dan ust Daud Rasyid di barisan ulama al hikmah. Mereka dan termasuk saya sangat prihatin dengan tindak tanduk
[Reply]
Ohya, hampir semua orang tahu, HAMAS dan PKS itu satu induk gerakan. Tapi kenapa bisa beda kayak langit dan bumi? Tanya kenapa?
Saya sangat menghormati HAMAS dan sangat salut dengan beliau2 disana. Tapi PKS? cuma satu kata saja: PRIHATIN….
[Reply]
asa namku reply on May 26th, 2009:
elok jugo bg iqbal prihatin. itu tando cinto. agak marah samo pks yo bang. krn tdk dicalegkan yo…
[Reply]
Gimaa lu aja deh Iqbal, emang lu sih yang paling bener
[Reply]
seru jg neh debatx, ehh diskusix….btw, kayakx bang iqbal neh penikmat ‘pkswatch’ (situs fitnah) jadi rada2 sinis deh…hehee..so..pasti klo baca beritax ttg fitnah pasti fikiran kita ikut terkontaminasi.. anyway perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi. Fitnah seh boleh2 saja asalx siap konsekuensix di akhirat nanti
. Pada akhirx akan kelihatan kebenaran yg sebenarx.. Lanjutkan!!
[Reply]
Buat HAMAS dan PKS. :
Antum tidak menjawab argumen saya…gak nyambung bro..
Buat orang bodoh :
Ayo kita liat nasib PKS sama2 akhirnya nanti…
gak sabar euy..
[Reply]
Asta Qauliyah reply on May 11th, 2009:
Saya sih hanya bisa melihat fenomena politik dimana PKS dan juga partai-partai lainnya punya kemiripan: mencari keuntungan politis seluas-luasnya dan pada akhirnya untuk memperoleh bargaining kue kekuasaan sebesar-besarnya. Ini adalah paradigma umum partai politik. Idealnya jika PKS ingin konsisten di jalur dakwah, tolong untuk tidak terlalu jauh dalam dunia politik, sebab pada gilirannya, personal kader menjadi citra partai; jika kadernya bagus, maka citra partai akan bagus pula. Tetapi jika kader-kadernya seperti saat ini, maka wajar sekali kalau pak Iqbal betul-betul kecewa. Saya sendiri malah lebih menghargai kawan2 di HTI..mereka menjadi sebuah gerakan sosial non politik yang tetap konsisten melakukan pengawalan menuju khilafah…meskipun jika mau jujur, saya tidak sepenuhnya juga sependapat dengan mereka. Nah, solusinya?
[Reply]
Nah, makanya itu bang! Saya jadi miris, kalo melihat PKS (yang mengklaim dirinya sebagai partai dakwah) disamakan dengan GOLKAR, PDIP dll. Alangkah rendahnya kata DAKWAH ini diobral. Politik itu bagian utuh dari islam, jadi menurut saya gak bisa di pisahkan. Kalo bang Asri gak sepakat, yah..apa boleh buat, kita sepakat untuk TIDAK SEPAKAT.
Masuk demokrasi itu rukhsah (keringanan) sama seperti dengan kita memakai rupiah saat ini. Jelaslah rupiah itu dari sistim Riba. Sudah jelas HARAMnya, sama dengan dollar yang kita buru2 saat ini (sampai berguru ke bang Asri Tadda di Astamedia, hehehe) . Tapi mau apalagi? Makanya ada rukhsah disitu. Jadi kalau ada yang mengharamkan demokrasi, mending jangan pakai rupiah deh…hehehe (nasehat buat ikhwah HT, no offense ya…hehehe). Rukhsah dalam fiqh thaharah bisa disamakan dengan Tayammum dengan wudhu. Jadi betul2 keringanan. Dan keringanan itu janganlah dipakai keterlaluan.
Solusinya : Bersabarlah, walaupun kenaikan suara cuma 1-2 persen, asalkan sesuai sunnah dakwah. Jangan terburu2, dalam islam bukan hasil yang dilihat tetapi proses. Bersabarlah, sampai kemenangan itu datang atau syahid menjemput kita. Kemenangan itu PASTI datang, karena ini bukan janjinya Iqbal, atau janjinya bang Asri Tadda, tapi janji Yang Menciptakan langit dan bumi beserta isinya, entah melalui tangan generasi di zaman kita atau zaman akan datang. amin….
Jangan kayak (maaf) lonte politik saat ini. Menjilat ludah sendiri, ya Allah… saya betul2 malu dengan kebijakan struktur PKS saat ini. Malu semalu-malunya!!!
[Reply]
asa namku reply on May 26th, 2009:
bg iqbal… masyallah. waktu kami kocik2 dulu… sgt dilarang bilang lonte samo omak tu. udah parah abang ni jang. jago jugo lisan tu dari mencarut-carut (ngomongin yg kasar gitu loh).
[Reply]
Antara :
- Realitas
- Idealitas
- Syariah
- Hakikah
Serta – Fiqh Dakwah
Harus berjalan seimbang. Karena Islam datang sebagai agama yang paling moderat dan penengah berbagai macam ideologi yang ada di dunia saat ini. Tidak ekstrim kanan maupun ekstrim kiri. Islam adalah agama wasathan. Itu juga salah satu solusi menurut saya…
Sekedar sharing informasi aja. Terimakasih buat bang Asri…Wassalam…
[Reply]
Asta Qauliyah reply on May 18th, 2009:
Mmm…saya jadi ingat pernyataan Presiden PKS Tifatul S sewaktu di wawancara di TVOne…
“Jatah menteri nanti dibicarakan setelah pilpres..”
Nah, lho??
[Reply]
yah…comment sy tgl 18 di delete neh….. koq di apus bang…..tp yah gmana lagi, suka2 admin…
[Reply]
Asta Qauliyah reply on May 19th, 2009:
Mas..
Nggak ada komentar yg saya delete di blog ini!
[Reply]