Pentingnya Sebuah Keluarga

Peningnya KeluargaIni adalah sebuah pesan yang secara berantai diforward oleh rekan dari Kalimantan, dr. Mirsupi Usman. Pesan ini sebenarnya bermula dari email dr. Erwin yang sebelumnya telah diterjemahkan dari HARSH WORDS. Ini adalah sarana untuk saling berbagi dan mengingatkan, bahwa keluarga tetap menjadi Prioritas Utama dalam segala hal, dan semoga menjadi manfaat untuk kita semua.

Begini isi pesannya. Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. “Oh, maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia berkata, “Maafkan saya juga. Saya tidak melihat Anda.” Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir”, kata saya dengan marah. Ia pergi, mungkin hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku, “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu. Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning, dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.”

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun nak.. bangun..”, kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?”.. Ia tersenyum, “Aku menemukannya jatuh dari pohon.”

“Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.” Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu. Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.”

Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa.. Aku tetap mencintaimu.” Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.” Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.

Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan? Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas?

Apakah anda tahu apa arti kata FAMILY? Dalam bahasa Inggris, FAMILY = KELUARGA
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Pentingnya Sebuah Keluarga
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tentang Penulis:

- telah menulis 473 artikel di ASTAQAULIYAH.COM

Sejak tahun 2008, Asta Qauliyah aka Asri Tadda bekerja sebagai full-time blogger dan SEO konsultan sekaligus berhenti dari program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang selama ini digelutinya. Kini, Asta Qauliyah tengah mengembangkan AstaMedia Group, sebuah perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berbasis di Makassar dengan sejumlah layanan online dan sayap bisnis di sektor ril. Anda bisa menghubungi Asta Qauliyah melalui jejaring sosial di bawah ini:

Twitter | Facebook | LinkedIn | Google Profile+ | FriendFeed

6 Responses to “Pentingnya Sebuah Keluarga”

  1. amir says:

    Isi kandungan menarik, tapi terlalu banyak banner commercial (iklan), so,susah nak baca dengan lancar.

    [Reply]

    Jevuska reply on November 27th, 2008:

    KOK bisa ya…??? emang iklannya menggangu pandangan membaca ya? :)

    [Reply]

  2. amir says:

    Isi kandungan menarik, tapi terlalu banyak banner commercial (iklan), so,susah nak baca dengan lancar.

    [Reply]

    Jevuska reply on November 27th, 2008:

    KOK bisa ya…??? emang iklannya menggangu pandangan membaca ya? :)

    [Reply]

  3. dek says:

    terima kasih atas artikelnya, sya ‘tersinggung’ sekali..
    istriku, bgt sy smpaikan artikel ini, hanya tersenyum..

    [Reply]

  4. dek says:

    terima kasih atas artikelnya, sya ‘tersinggung’ sekali..
    istriku, bgt sy smpaikan artikel ini, hanya tersenyum..

    [Reply]

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply

Tentang Asta Qauliyah

Asri TaddaAsta Qauliyah aka Asri Tadda adalah seorang blogger lelaki yang aktif berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2007. Ia juga founder AstaMedia Group, perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berpusat di Makassar dengan sejumlah layanan global. Profil selengkapnya...

Artikel Terbaru Astaqauliyah.com

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

November 5th, 2011

Siapa yang pernah kenalan dengan Justin Bieber? Saya kira tidak banyak[...]

Referat Kedokteran: Etiologi dan Epidemiologi Frigiditas Pada Wanita

Referat Kedokteran: Etiologi dan Epidemiologi Frigiditas Pada Wanita

October 9th, 2011

Frigiditas adalah salah satu tragedi yang paling besar pada wanita. Fr[...]

Geliat Bangkitnya Bisnis Blog Dalam Negeri

Geliat Bangkitnya Bisnis Blog Dalam Negeri

May 25th, 2011

Sabtu hingga Minggu, 20-21 Mei 2011 lalu diadakan even Roadblog 2011 B[...]

Tiga Puluh Tahun

Tiga Puluh Tahun

April 2nd, 2011

Ya, hari ini saya genap berusia 30 tahun! Sudah tidak (terlalu) muda l[...]

Make Money Blogging dengan PPC AdHitz.com

Make Money Blogging dengan PPC AdHitz.com

March 8th, 2011

Setelah pada postingan sebelumnya saya membahas seputar program blog a[...]

Ini Dia Hosting Murah dan Tangguh!


Baca ulasannya di sini dan dapatkan KUPON 50% DISKON di HawkHost!

PDF Search Engine

Fresh Store Builder - The Most Advanced Amazon Affiliate Software