Khajuraho - Ini Bukan Pornografi?
Posted by | Published on August 11th, 2008
Sebenarnya iseng saja memposting tentang Khajuraho ini. Waktu memproses payment untuk para writers Articles Trade, saya kemudian menemukan sebuah iklan menarik tentang kota bersejarah Khajuraho. Awalnya terdengar sangat asing, tetapi setelah mencari tahu tentang Khajuraho di Wikipedia, akhirnya beberapa informasi penting saya dapatkan.
Khajuraho pernah menjadi ibu kota asli Chandela Rajputs, dinasti Hindu yang menguasai bagian India dari abad ke-10 sampai sekitar abad ke-12. Yang menarik, di Khajuraho terdapat banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang memiliki nilai seni yang tinggi, terutama candi-candi. Salah satunya adalah candi Lakshana. Candi ini dibangun dalam rentang seratus tahun, dari 950 hingga 1050. Lalu apa yang menarik dari Candi ini?
Perhatikan gambar-gambar di bawah ini:

Candi Lakshana, Khajuraho (Photo credit: Airunp/ Wikimedia)

Photo Credit: Aotearoa/Wikimedia

Photo Credit:Aotearoa/Wikimedia


Bangunan candi Lakshana memang penuh dengan lukisan bernuansa sexualitas. Menurut informasi yang ada, candi Lakshana sebenarnya dibangun untuk memulikan kedudukan kaum wanita. Bagaimana pendapat anda? Apakah ini bukan pornografi bentuk lain? ![]()
Popularity: unranked [?]





















August 12th, 2008 at 12:49 am
Estetika, Kenangan, dan Libido. Itu mungkin yg selalu menjadi alasan diseputar phornografi. Munkin akan lebih kompleks halnya ketika berkaitan dengan artefak2 sejarah yg dilatarbelakangi sebuah konteks sosial dan kultur yg berbeda. Setidaknya 3 hal ini selalu menjadi bagian dari orientasi yg hendak diekspresikan. Pada kasus hitorical inheritance ya cukup diakui keberadaannya lah…konsumsi pribadi paling banter….selanjutanya, we try to find out the more civilized features of arts in this space.
[reply to this comment]
August 24th, 2008 at 8:30 am
ini sebenernya porno jg sih menurutku.. heheh tp lucu jg yah? aneh2 aja seniman doeloe
[reply to this comment]
August 27th, 2008 at 5:53 am
well…karena wacana awalnya ‘candi’ berarti memang ada muatan religius di dalamnya bukan? Kalau bukan p-o-r-nografi, mungkin… religious s-e-x education? Hmm…
[reply to this comment]
August 29th, 2008 at 4:11 pm
Ini termasuk fakta sejarah bagaimana suatu kehidupan masyarakat di kurun waktu tertentu yang dalam benak mereka tergambar kehidupan yang berdasarkan seksualitas (hubungan seksual antara laki-laki & perempuan) semata. Mirip dengan peradaban Kapitalisme Demokrasi sekarang yang menjunjung tinggi kebebasan individu meski media penyalurannya berbeda. Dulu melalui gambar tangan & patung, sekarang melalui media elektronika (televisi, video, foto). Sama2 peradaban jahiliah, berbeda dengan peradaban Islam yang memandang hubungan seksual hanya domain suami isteri.
[reply to this comment]