Bangkit Itu…
Posted by | Published on May 27th, 2008Habis menginstall Gmail Notifier (software dari Google Mail untuk memudahkan kita mengetahui adanya email yang masuk tanpa harus membuka browser), saya jadi mau memposting sesuatu. Oh ya, Anda sering menonton televisi dalam sepekan terakhir? Jika ya, pasti Anda tidak akan asing lagi dengan tayangan puisi reflektif yang dibawakan secara luar biasa oleh Deddy Mizwar.
Secara pribadi, saya sangat terkesan dengan bait-bait dalam puisi itu. Sebuah kontemplasi ke-Indonesia-an yang dibawakan secara sungguh-sungguh. Untuk konteks Indonesia saat ini, memang kiranya menjadi sangat layak untuk selalu menyimak dan ‘menghapal’ di luar kepala, lalu mengimplementasikan pesan-pesan kebangsaan dari puisi ini.
Berikut ini adalah kutipan bait-bait dalam puisi Bangkit tersebut:
Bangkit itu Susah…
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senangBangkit itu Takut…
Takut untuk korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknyaBangkit itu Malu…
Malu menjadi benalu
Malu karena minta meluluBangkit itu Marah…
Marah bila martabat bangsa dilecehkanBangkit itu Mencuri…
Mencuri perhatian dunia dengan prestasiBangkit itu Tidak ada…
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asaBangkit itu aku…
Aku untuk Indonesia-ku
Mau menonton cuplikan videonya? Ini dia:
Popularity: 10% [?]





















May 28th, 2008 at 10:28 pm
Wah keren puisinya… Thanks link youtubenya jadi bisa menikmati juga dari Ausie..
Ayo kita bangkit
[reply to this comment]
May 29th, 2008 at 8:51 am
aku juga punya kesan sama spt sampeyan tentang puisi dedy itu. mengena bangetz
[reply to this comment]
May 29th, 2008 at 11:09 am
iya,…puisinya keren…
pertama ani dengar di tv, memang bagus banget…ani terharu..
jika saja, tiap diri yang mengaku orang indonesia…jika saja,tiap jiwa yang berdiri di jengkal tanah indonesia yang tercinta ini mau meresapi makna ‘kebangkitan itu’…
yakin…
Indonesia akan bangkit
[reply to this comment]
May 30th, 2008 at 12:10 pm
untung masih ada orang seperti kamu yang masih mau menyuarakan bangkit. meskipun sudah sangat satir bagiku….
yah, bangkitlah…sebelum kamu dibangkitkan…dan dimintai tanggung jawab selama di dunia…hahaha….
[reply to this comment]
June 13th, 2008 at 8:47 pm
“Bangkit itu Malu…” kalo yang bangkit itu **malu** di pagi hari ? mungkin malu-maluin guru yak
[reply to this comment]
halfian reply on July 4, 2008:
hahaha, itu kah biar tidak pake puisi ji .
[reply to this comment]
June 19th, 2008 at 7:10 am
mohon izin download ya…Dok.
Dok, aku pindahan dari http://www.fajarqimi.blogspot.com/ ke http://fajarqimi.com/.
Makasih atas panduannya dari blogspot dokter yang telah mendahului kita.
[reply to this comment]
June 21st, 2008 at 3:48 am
Salam kenal juga Mas Asta Randezvous.. lama ga berkunjung..mksh udh berkunjung di blog sy yang baru.. boleh sy bertukar link lagi dengan blog sy yang baru mas..?
[reply to this comment]
June 21st, 2008 at 6:31 am
aku suka banget dengan cara pengungkapan kata BANGKIT ITU…..oleh dedy mswr..
[reply to this comment]
June 21st, 2008 at 12:00 pm
“ngena” banget emank puisinya.:)
..puisi yang tiada pernah basi
bakal mengisi relung hati ..
yang mungkin selama ini telah sebagian mati…??
*halah apa sih gak bakal ngalahin dedy mizwar*
Pak Blogger, gimana nih.., koq lom ada postingan baru,!! :))
di tunggu next postingan ya pak Blogger, eh…., pak dokter.eh pak dokter apa Pak Blogger ya?
[reply to this comment]
July 14th, 2008 at 7:22 am
iya, kita memang harus segera bertindak….saingan kita bukan lagi malaysia, tapi myanmar dan kamboja
BANGKIT Indonesiaku
[reply to this comment]
July 18th, 2008 at 2:12 pm
puisiny mo saia…..
boss next time puisi romantis ditampilkan juga ja…
yang temanya tidak jauh-jauh dari “bangkit”…khey
eperithing it’s okeylah…
see u pak dokter…dari &’ul.
[reply to this comment]