<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Industrialisasi Kedokteran</title>
	<atom:link href="http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/</link>
	<description>Daily Journals, Medical Information, Blog Advertising and More</description>
	<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 10:23:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: Asta Qauliyah</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2091</link>
		<dc:creator>Asta Qauliyah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 01:25:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2091</guid>
		<description>Setuju sekali, Fian! Inilah yang (seharusnya) dipikirkan oleh fakultas dan institusi pendidikan kedokteran sekarang, termasuk juga organisasi profesi IDI. Masih amat banyak yang harus dibenahi untuk memperbaiki citra dokter di masa mendatang.
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju sekali, Fian! Inilah yang (seharusnya) dipikirkan oleh fakultas dan institusi pendidikan kedokteran sekarang, termasuk juga organisasi profesi IDI. Masih amat banyak yang harus dibenahi untuk memperbaiki citra dokter di masa mendatang.<br />
 <img src='http://astaqauliyah.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(2091);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: halfian</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2089</link>
		<dc:creator>halfian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 20:01:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2089</guid>
		<description>Jadi, problem utama kegelisahan kita semua sekarang adalah kualitas pendidikan. 
Pribadi masih berat ka pake jas putih dgn otak yg seputih (blank) jasnya.
dalam situasi seperti ini, beruntung sekali mereka2 yg memang sungguh2 mencari "ilmu"nya. Karena kreativitas akan tetap jalan sesulit apapun, selama bersungguh-sungguh. Nah, kalau cuma kejar titel, pembimbing sudah kacau, suasana dan psikologis mencari ilmu yang tidak nyaman, apami di dapat ??
Sayangnya tipe begini yg paling banyak. Jadi mau tidak mau, kualitas pendidikan tetap mutlak tanggung jawab institusi,  kalau diserahkan pada user, apami yg terjadi pada dokter2 kita di masa depan. (sebuah pertanyaan untuk diriku juga)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi, problem utama kegelisahan kita semua sekarang adalah kualitas pendidikan.<br />
Pribadi masih berat ka pake jas putih dgn otak yg seputih (blank) jasnya.<br />
dalam situasi seperti ini, beruntung sekali mereka2 yg memang sungguh2 mencari &#8220;ilmu&#8221;nya. Karena kreativitas akan tetap jalan sesulit apapun, selama bersungguh-sungguh. Nah, kalau cuma kejar titel, pembimbing sudah kacau, suasana dan psikologis mencari ilmu yang tidak nyaman, apami di dapat ??<br />
Sayangnya tipe begini yg paling banyak. Jadi mau tidak mau, kualitas pendidikan tetap mutlak tanggung jawab institusi,  kalau diserahkan pada user, apami yg terjadi pada dokter2 kita di masa depan. (sebuah pertanyaan untuk diriku juga)</p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(2089);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kesehatan anak</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2074</link>
		<dc:creator>kesehatan anak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 07:42:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2074</guid>
		<description>industrialisasi kedokteran memang tidak terelakkan, karena pasar yang memang menggiurkan. Tinggal regulator dan sesepuh dunia kedokteran yang harus membuat batas2 dan aturannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>industrialisasi kedokteran memang tidak terelakkan, karena pasar yang memang menggiurkan. Tinggal regulator dan sesepuh dunia kedokteran yang harus membuat batas2 dan aturannya</p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(2074);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: indr@</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2071</link>
		<dc:creator>indr@</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 11:06:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2071</guid>
		<description>wah..... benar-benar kalo sakit harus banyak keluar uang nih.. jangan ampe sakit ah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230;.. benar-benar kalo sakit harus banyak keluar uang nih.. jangan ampe sakit ah&#8230;</p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(2071);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dottoro_96</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2038</link>
		<dc:creator>dottoro_96</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 12:45:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2038</guid>
		<description>penyerapan ilmu kedokteran bukan dari cara mengajarnya dosen dan fasilitasnya tapi gimana kita sungguh2 untuk mengetahui ilmu sebagai bekal nanti di lapangan walaupun ilmu itu kadang beda dilapangan....kita2 sudah terlanjur jadi jadilah dirimu sendiri, persiapkan diri menjadi lebih baik....terus terang masih banyak orang yang membutuhkan dokter2 di sini (dottoro_96)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>penyerapan ilmu kedokteran bukan dari cara mengajarnya dosen dan fasilitasnya tapi gimana kita sungguh2 untuk mengetahui ilmu sebagai bekal nanti di lapangan walaupun ilmu itu kadang beda dilapangan&#8230;.kita2 sudah terlanjur jadi jadilah dirimu sendiri, persiapkan diri menjadi lebih baik&#8230;.terus terang masih banyak orang yang membutuhkan dokter2 di sini (dottoro_96)</p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(2038);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ichank</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2014</link>
		<dc:creator>ichank</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 08:57:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-2014</guid>
		<description>Harga BBM dan bahan pokok naik, kalau dipikir-pikir akan membuat kita makin susah untuk hidup dinegara Indonesia yang kaya raya ini. Tapi kenyataanya, orang-orang sepertinya tidak terpengaruh dengan dua  masalah tersebut. Makin banyak saja orang yang mau masuk perguruan tinggi dengan menggunakan jalur non-subsidi (ini bukan karena subsidinya dicabut oleh pemerintah seperti BBM).
Seratus Lima Puluh Juta, setara dengan subsidi buat 20 orang miskin setiap bulannya selama 6 tahun. Fantastis................................................................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Harga BBM dan bahan pokok naik, kalau dipikir-pikir akan membuat kita makin susah untuk hidup dinegara Indonesia yang kaya raya ini. Tapi kenyataanya, orang-orang sepertinya tidak terpengaruh dengan dua  masalah tersebut. Makin banyak saja orang yang mau masuk perguruan tinggi dengan menggunakan jalur non-subsidi (ini bukan karena subsidinya dicabut oleh pemerintah seperti BBM).<br />
Seratus Lima Puluh Juta, setara dengan subsidi buat 20 orang miskin setiap bulannya selama 6 tahun. Fantastis&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(2014);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Epping</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-1976</link>
		<dc:creator>Epping</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 03:30:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-1976</guid>
		<description>Saya tahu, jadi dokter bukan lagi hal yang menjanjikan secara materi. Saya juga tahu bahwa dokter sekarang sudah tidak semulia dokter2 jaman dulu lagi. Semakin banyak dokter money oriented.
Biarkanlah dokter-dokter itu berjibaku untuk mengetuk pintu rejeki di sana, saya di sini, tidak perduli. 
Saya benar-benar tidak perduli.
Di sini, saya sedang membuat pintu untuk mereka ketuk kelak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tahu, jadi dokter bukan lagi hal yang menjanjikan secara materi. Saya juga tahu bahwa dokter sekarang sudah tidak semulia dokter2 jaman dulu lagi. Semakin banyak dokter money oriented.<br />
Biarkanlah dokter-dokter itu berjibaku untuk mengetuk pintu rejeki di sana, saya di sini, tidak perduli.<br />
Saya benar-benar tidak perduli.<br />
Di sini, saya sedang membuat pintu untuk mereka ketuk kelak.</p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(1976);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dani</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-1974</link>
		<dc:creator>dani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 14:50:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-1974</guid>
		<description>kesiapan sumber daya salah satunya ya..
kematangan sistem juga sptnya..

kl moral ya kembali ke diri masing2 aja :)

makasi sarannya di blog saya ya..
tp blm kepikiran kesana</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kesiapan sumber daya salah satunya ya..<br />
kematangan sistem juga sptnya..</p>
<p>kl moral ya kembali ke diri masing2 aja <img src='http://astaqauliyah.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>makasi sarannya di blog saya ya..<br />
tp blm kepikiran kesana</p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(1974);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dian Sidik</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-1973</link>
		<dc:creator>Dian Sidik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 04:14:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-1973</guid>
		<description>Thanks for visiting my blog bro.... keep up the good work...!! MERDEKA..!!! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks for visiting my blog bro&#8230;. keep up the good work&#8230;!! MERDEKA..!!! <img src='http://astaqauliyah.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(1973);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Asta Qauliyah</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-1962</link>
		<dc:creator>Asta Qauliyah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 07:11:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/2008/05/26/industrialisasi-kedokteran/#comment-1962</guid>
		<description>Kelas Internasional itu produk dari Prof. Irawan setahun yang lalu. Pada mulanya, konsep kelas internasional sebenarnya cukup bagus menurut saya. Kelas ini dibuka untuk mereka yang mau belajar kedokteran secara multi-cultural, jadi dibuka untuk (terutama) mahasiswa dari luar negeri. Fasilitasnya pun jauh lebih 'wah' dibanding kelas reguler lainnya. Pada awalnya, kelas internasional ditargetkan menjadi sebuah branding internasional untuk fk unhas, sehingga reputasinya meningkat dan pada akhirnya memang, ujung2-nya akan bermuara pada pendapatan bagi fakultas dan universitas. Makanya, semua staff pengajar di kelas ini diwajibkan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar pendidikan. Diharapkan, kelas internasional akan diselenggarakan juga dengan standard internasional.

Hanya saja, reputasi yang diharapkan terbangun itu kemudian perlahan meredup, seiring dengan memburuknya kualitas belajar-mengajar dan beberapa problem teknis lain. Ambil contoh misalnya, pembangungan ruang belajar dan auditorium FKUH. Proyek ini tersendat hingga setahun, sehingga mahasiswa kelas internasional angkatan I harus belajar berpindah-pindah dari ruang kelas yang masih reguler sembari menunggu kelarnya kelas-kelas mewah mereka. Pada lain sisi, bisa dibayangkan bagaimana lucunya Professor2 kita yang sudah uzur itu, bercakap dalam bahasa inggris yang dipaksakan. Proses belajar mengajar kerapkali ibarat tayangan lawak di teve.

Terakhir yang saya tahu, untuk masuk di kelas internasional, initial fee-nya mencapai 150 juta (minimum) untuk setiap mahasiswa baru. Belum lagi SPP dan tetek-bengek lainnya. Yang kemudian lucu, ternyata yang mayoritas mengisi kelas internasional adalah mereka yang juga pribumi berduit lebih.Jadilah konsep full-english teaching itu menjadi 'lipstik' juga. Hampir tidak ada beda yang signifikan antara kelas internasional dengan kelas reguler lainnya saat ini. Saya sendiri mendengar secara langsung ucap kekecewaan dari beberapa mahasiswa peserta kelas internasional ini. Pada suatu waktu, saya justru terkesima kala mendengarkan statement dari dekan bahwa ini sebenarnya bukan kelas internasional, tetapi hanya program kelas bahasa inggris. Nah, lo?

Problem besar fakultas kedokteran unhas adalah ketidakmampuan melakukan filtering terhadap arus globalisasi kedokteran, sehingga kualitas menjadi terpinggirkan, kalah beradu dari kapasitas material. Saya pikir, bukan hanya di fakultas. Unhas pun demikian, karena sang nakhoda (rektor) kerap memakai sudut pandang kedokteran dalam mengarahkan universitas besar ini. Lihat saja penurunan kualitas UNHAS ketika bersaing dengan PTN-PTN lain dalam dan luar negeri. Kalau masuk unhas memang sekilas kita akan berdecak kagum dengan kebersihan dan kerapihan yang ditunjukkan, namun ketika mencoba melongok lebih dalam pada aspek akademik, maka kita akan sangat kecewa, karena ternyata relatif lebih buruk dibandingkan ketika kita belajar di Unhas hanya dengan runag kuliah yang sederhana dulu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kelas Internasional itu produk dari Prof. Irawan setahun yang lalu. Pada mulanya, konsep kelas internasional sebenarnya cukup bagus menurut saya. Kelas ini dibuka untuk mereka yang mau belajar kedokteran secara multi-cultural, jadi dibuka untuk (terutama) mahasiswa dari luar negeri. Fasilitasnya pun jauh lebih &#8216;wah&#8217; dibanding kelas reguler lainnya. Pada awalnya, kelas internasional ditargetkan menjadi sebuah branding internasional untuk fk unhas, sehingga reputasinya meningkat dan pada akhirnya memang, ujung2-nya akan bermuara pada pendapatan bagi fakultas dan universitas. Makanya, semua staff pengajar di kelas ini diwajibkan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar pendidikan. Diharapkan, kelas internasional akan diselenggarakan juga dengan standard internasional.</p>
<p>Hanya saja, reputasi yang diharapkan terbangun itu kemudian perlahan meredup, seiring dengan memburuknya kualitas belajar-mengajar dan beberapa problem teknis lain. Ambil contoh misalnya, pembangungan ruang belajar dan auditorium FKUH. Proyek ini tersendat hingga setahun, sehingga mahasiswa kelas internasional angkatan I harus belajar berpindah-pindah dari ruang kelas yang masih reguler sembari menunggu kelarnya kelas-kelas mewah mereka. Pada lain sisi, bisa dibayangkan bagaimana lucunya Professor2 kita yang sudah uzur itu, bercakap dalam bahasa inggris yang dipaksakan. Proses belajar mengajar kerapkali ibarat tayangan lawak di teve.</p>
<p>Terakhir yang saya tahu, untuk masuk di kelas internasional, initial fee-nya mencapai 150 juta (minimum) untuk setiap mahasiswa baru. Belum lagi SPP dan tetek-bengek lainnya. Yang kemudian lucu, ternyata yang mayoritas mengisi kelas internasional adalah mereka yang juga pribumi berduit lebih.Jadilah konsep full-english teaching itu menjadi &#8216;lipstik&#8217; juga. Hampir tidak ada beda yang signifikan antara kelas internasional dengan kelas reguler lainnya saat ini. Saya sendiri mendengar secara langsung ucap kekecewaan dari beberapa mahasiswa peserta kelas internasional ini. Pada suatu waktu, saya justru terkesima kala mendengarkan statement dari dekan bahwa ini sebenarnya bukan kelas internasional, tetapi hanya program kelas bahasa inggris. Nah, lo?</p>
<p>Problem besar fakultas kedokteran unhas adalah ketidakmampuan melakukan filtering terhadap arus globalisasi kedokteran, sehingga kualitas menjadi terpinggirkan, kalah beradu dari kapasitas material. Saya pikir, bukan hanya di fakultas. Unhas pun demikian, karena sang nakhoda (rektor) kerap memakai sudut pandang kedokteran dalam mengarahkan universitas besar ini. Lihat saja penurunan kualitas UNHAS ketika bersaing dengan PTN-PTN lain dalam dan luar negeri. Kalau masuk unhas memang sekilas kita akan berdecak kagum dengan kebersihan dan kerapihan yang ditunjukkan, namun ketika mencoba melongok lebih dalam pada aspek akademik, maka kita akan sangat kecewa, karena ternyata relatif lebih buruk dibandingkan ketika kita belajar di Unhas hanya dengan runag kuliah yang sederhana dulu.</p>
<p>[<a href="javascript:void(0)" onclick="movecfm(1962);">reply to this comment</a>]</p>]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
