Cerita tentang Tulang Rusuk
Posted by | Published on December 22nd, 2007
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?
Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat,
beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya,tentang
cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kian mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan,
dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”
Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu….”Good bye….”
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati.
Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”
Anda punya Blog atau Website yang sudah Page Rank 4 atau lebih? Saatnya mendapat penghasilan $$ tambahan dengan bergabung di Text Link Ads. Daftar Text Link Ads Sekarang
Popularity: unranked [?]





















December 24th, 2007 at 1:27 am
cerita menarik, dan sering didongengkan oleh para pendeta, ulama dan pemuka agama. Sayang sekali kalo penghargaan kita terhadap perempuan kemudian tidak sepadan dengan perjuangan mereka memberikan warna hidup yang cerah.
Diberitakan – melalui perumpaan – Tuhan pun sampai rela berbagi surga dengan telapak kaki mahluk yang di cap lemah lembut gemulai ini - namun kemudian secara sadis para pendeta, pemuka agama anti-feminim menciptakan banyak khotbah dan fatwa bodoh nan sesat yang mereduksi kelebihan perempuan, alih alih merusak citra perempuan. Padahal, melalui banyak penelitian, perempuan bahkan terbukti jauh lebih tangguh mengarungi hidup dibanding lelaki. Ketahanannya melawan derita, dan juga penyakit, bisa ratusan kali dibanding kaum lelaki.
[reply to this comment]
December 25th, 2007 at 4:36 am
Artikelnya bagus sekali, ada makna yang tersirat di dalamnya. Alhamdulillah dalam 13 tahun perkawinan, tidak ada pertengkaran yang sampai membuat kami memutuskan untuk berpisah.
[reply to this comment]
December 25th, 2007 at 4:56 pm
jadi tulang rusuknya, ga dijadiin konro kan?
*kaburrrr
[reply to this comment]
December 26th, 2007 at 4:09 am
setidaknya diambil dari tulang rusuk agar keduanya mempunyai satu konsep sejalan sebgai partner bukan konco wingking
[reply to this comment]