Ilham, Karebosi is Not For Sale!
Posted by | Published on December 6th, 2007
Pernah dengar Karebosi? Bagi warga Sulawesi Selatan, Karebosi bukanlah nama yang asing lagi. Karebosi adalah gelar sebuah area yang menjadi “titik nol” kota Makassar saat ini. Satu-satunya ruang publik (public space) yang cukup memadai untuk dijibuni banyak warga ketika ada pesta dangdut atau pertandingan olahraga. Ruang publik yang secara kultural menyimpan banyak kenangan sejarah, menjadi saksi bisu jejak langkah kepemimpinan kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Lapangan Karebosi pula yang seringkali menjadi tempat latihan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan, PSM Makassar. Di lahan seluas kurang lebih 8 lapangan sepak bola inilah, tunas-tunas muda olahraga –terutama sepakbola– kota Makassar ditempa dan dibina untuk kelak membawa harum nama daerahnya di kancah nasional dan bahkan internasional.
Dulu, jika jalan-jalan ke Makassar, orang akan selalu mengingat 2 hal: Lapangan Karebosi dan Pantai Losari. Tetapi kini, ketika menyambangi Makassar, yang tersisa di benak bukan lagi 2 halindah dan menyejukkan tersebut, melainkan 2 hal yang begitu memuakkan: mall dan macet!
Ada apa gerangan?
Revitalisasi Karebosi
Kekuatan modal dan kepentingan ekonomi kapitalistik telah membuat “sejarah” dan karakter “local genius” kota Makassar (saya yakin, ini juga terjadi di daerah lainnya saat ini), dimana kita selalu bisa mengambil saripatinya sebagai pemandu langkah hidup dalam modernitas hari ini, perlahan tergusur dan terkikis sedikit demi sedikit.
Jangan cari Karebosi atau Losari jika ke Makassar, karena anda tidak akan menemukannya lagi seperti “aslinya” dahulu. Sejak kontraktor pemenang tender pembangunan Projek Revitalisasi Karebosi mulai bekerja pada November lalu, Karebosi sudah dinyatakan “ditutup untuk umum”. Semua aktivitas masyarakat lokal yang sebelumnya terpusat di titik nol kota Makassar ini, hilang entah ke mana. PSM menjadi kehilangan tempat latihan terbuka yang dekat dengan supporternya, dan - mungkin inilah akibatnya - saat ini, prestasinya anjlok! Jeblok!
Pedagang K5, pesepak bola cilik yang gembira ria, para waria dan warga yang berpedestiran, juga raib. Mereka tersungkur di rumah masing-masing, atau setidaknya; tengah terjebak macet di depan mall-mall besar di kota Makassar ini.
Walikota Ilham Arief Sirajuddin menyatakan bahwa proyek revitasliasi ini semat untuk kebaikan dan keindahan karebosi; agar tidak lagi banjir jika musim hujan, agar kelihatan lebih indah, agar menguntungkan kota, agar bisa dijual ke pemilik modal besar, agar…….., agar………, dan agar bisa -secara tidak sadar- tengah menghapus jejak langkah dan sejarah napak tilas Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum! Walikota tidak sadar hal itu. Walikota tergelapi matanya oleh modal. Walikota yang lebih suka memandangi Lapangan Karebosi dari menara kantornya atau di pusat perbelanjaan buatannya, MTC Karebosi.
Ilham, Karebosi is not for Sale!
Meski air menggenang jika hujan, meskipun tidak kelihatan seindah desain revitalisasi itu, meskipun tidak banyak mendatangkan dana buatmu, Karebosi tetap Karebosi, dan itu artinya : Karebosi is not for Sale, Ilham!
Janji-janjimu telah banyak terbukti tidak terbayar, dan kini engkau lagi-lagi mengumbarnya di depan Karebosi yang penuh sejarah itu. Tidak!
Masyarakat sudah bergerak mengatakan Tidak! untuk Revitalisasi itu. Blogger pun tak ketinggalan. Tunggu apa lagi, Ilham?
Popularity: unranked [?]























December 6th, 2007 at 6:21 am
saat Karebosi betul-betul sudah menjadi bagian dari kapitalisme modern yang tak lagi humanis, maka di sinilah puncak keruntuhan budaya Makassar…
pemerintah kota sepertinya memang sengaja menutup semua akses warganya untuk berkumpul, bersosialisasi dan berdemokrasi dengan gratis…Walikota seakan-akan memaksa dan menggiring warganya ke Mall, merangsang nafsu konsumtif dan individualistik warga kota ini..
akan ke mana kota kita nantinya..?, pertanyaan yang bikin saya takut mencari jawabannya…
semoga saja tidak seburuk yang saya bayangkan…semoga..
[reply to this comment]
December 9th, 2007 at 1:53 am
ah, jangan dijual..
di karebosi tersimpan sebuah kenangan..
[reply to this comment]
May 19th, 2008 at 1:49 am
sebenarnya tidak ada yg salah dg komersialisasi karena itu juga salah satu ciri dari daerah berkembang dimana komersialisasi menjadi subur yg menjadi masalah adalah bila komersialisasi itu menabrak semua rambu aturan,dan merampas hak-hak masyarakat luas…seperti penjualan lapangan karebosi itu…sudah membangun tanpa izin amdal lapangan itu juga situs sejarah,tanah kuburan raja-raja tallo dan juga dari segi arsitektur menyalahi aturan,publik space dimana bangunan dua meter dilapangan itu merampas hak masyarakat untuk melihat lapangan itu khususnya untuk pengguna jalan di ahmad yani…dan banyak lagi aturan dilanggar gaya-gaya kolonial kompeni jaman penjajahan…
[reply to this comment]
September 26th, 2008 at 7:42 pm
TOLAK !!! Idial (idris Manggabarani) MAFIA TANAH…
Bila anda memilih calon walikota ini maka bersiap-siaplah tanah anda akan diambil & dirampas secara MAFIA apalagi bila surat tanah anda bermasalah…. maka anda akan menjadi sasaran empuk manusia bejat ini, Karena memang pekerjaan Idris Manggabarani
Adalah seorang MAFIA TANAH.. Bila ada tanah bermasalah dia akan beli dan melalui kekuasaan kakanya dia akan merebut tanah orang yang bermasalaha tersebut dan Bila orang itu melawan maka idris akan siap menggunakan aparat untuk memenjarakan lawan tersebut..(sudah banyak korbanya di rutan makassar) dan tak segan membayar pengadilan untuk memenangkan kasus tanahnya) orang ini TIDAK BERMORAL, TAK BER AKHLAK, BERHATI IBLIS…DAN SANGAT SADIS….coba anda bayangkan sadisnya manusia ini selain merampas tanah orang dia juga memenjarakan orang tersebut bila melawan….contohnya saudara kita yang bernama asis di jalan landak lalu, si asis ini adalah pemilik sah tanah tersebut dengan keluarga besarnya dia mempertahankan tanahnya melawan idris manggabarani… tapi apalah kekuatan si asis dengan serbuan idris dan relasinya (aparat) maka asis ini di tuduh menghancurkan kaca mobil polisi dan di tahan hingga kerutan makassar..bersama satu orang adiknya dan 2 orang om nya, asis dengan hati yang menjerit terpaksa menjalani hukuman bersama om dan adiknya…dan tanahnya pun melayang..hingga sekarang menjadi perumahan sang MAFIA TANAH Idis Manggabarani…. TUHAN AKAN MEMBALAS PERBUATANMU.. SEMOGA DI ATAS NISANMU TERTULIS TANAH INI BERMASALAH…….
Idris Manggabarani Bila menginginkan sesuatu tak segan segan menggunakan cara KEKERASAN…jadi berhati-hatilah bila memilih pemimpin walikota makasssar nanti, sebab bila makluk ini menjadi penguasa maka tidak menutup kemungkinan akan menggunakan kekuasaannya merampas hak tanah kita warga yang lemah……belum walikota saja sudah merampas tanah orang gimana bila jadi walikota ?…bisa menjadi-jadi. Kejahatannya jadi JANGAN PILIH IDIAL no. 2 (idris manggabarani & adil patu) JADI WALIKOTA KITA DI makassar !!!!!!!…MANUSIA INI SANGAT BEJAD…….lindungi lah kami ya Allah…AMIN….
Coba anda tegok salah satu SD di daerah BTN minasaupa yang menjadi korban banjir akibat tidak memperdulikan daerah sekitarnya….ini salah satu wujud tak bermoralnya sang mafia tanah ini….
Saking bejad dan tak beragamanya manusia ini …istrinya pura-pura menjadi mualaf(masuk islam) demi mendapat dukungan dari kaum muslim…nausubillahiminsalik…terkutuk lah kau manusia ,,,memainkan agama demi duniawi mu……sadar lah idris…hidup cumin sebentar….dan akhirnya kamu akan mati dan berhadapat dengan sang pencipta untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu di dunia…..
[reply to this comment]