LATEST NEWS

Mau Tahu Cara Mendapatkan Uang dari Blog? Silahkan ikuti tutorial Asta Qauliyah tentang Blog Advertising dan Beragam Jalan Menghasilkan Uang dari Bisnis Online di blog ini..



Catatan Ringan Sepakbola Kita

Oleh Asta Qauliyah | April 16th, 2007

Adagium “Bahasa Menunjukkan Bangsa” kali ini rasanya perlu lebih dijelaskan lagi untuk mempertegas pemaknaannya. Perhelatan besar dalam dunia persepakbolaan domestik, Kompetisi Liga Indonesia menjadi cermin introspeksi yang sangat jelas bagi kita. Sebuah pentas yang bukan saja menjadi kiblat insan pecinta olahraga sepakbola di Indonesia dan sekitarnya, melainkan pula secara tidak langsung, telah menjadi parameter untuk menilai keberhasilan “pembangunan” nasional kita, khususnya untuk bidang olahraga.

Tetapi apa nyana. Setumpuk kekecewaan bermunculan di sana-sini, melibatkan tidak kurang sebagian besar kontestan dan tentu saja seluruh “penikmat” Ligina selama ini, kian menggenapi keprihatinan atas anjloknya prestasi kita pada sebagian besar cabang keolahragaan.

Betapa tidak, permasalahan-permasalahan teknis maupun non teknis persepakbolaan, yang sebelumnya memang telah carut-marut akibat mala-manajemen (ketimpangan manajemen) dan sedari awal sudah diperbincangkan pemecahannya, hingga akhir kompetisi ternyata belum bisa terbenahi dengan baik. Dan indikasi itu masih saja terlihat, bahkan ketika evaluasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan Ligina telah selesai kita gelar.

Issu komersialisasi hasil pertandingan baik di Liga maupun di Piala Copa Indonesia serta kenyataan compang-campingnya kinerja PSSI selama ini, berjalan seiring dengan tingginya biaya yang mesti dirogoh pengelola klub peserta Ligina dan minimnya pihak sponsor, adalah beberapa masalah pelik dari segudang persoalan penting yang segera harus dibenahi.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa tengah ada ekspektasi yang tidak berimbang; antara cita-cita untuk memajukan prestasi persepakbolaan tanah air agar dapat berdiri sejajar dengan negara lain, terhadap kenyataan memburuknya kualitas kompetisi dan kian pudarnya spirit fair play.

Seyogyanya, sebagaimana yang selalu diingatkan Bung Karno pada masanya, olahraga seharusnya menjadi konstruk nation building kita karena di dalamnya tertanam nilai-nilai sportifitas dan kebersamaan yang sesungguhnya akan sangat dibutuhkan dalam membesarkan dan mengisi kemerdekaan bangsa ini kelak.

Terhadap apa yang juga diharapkan Bung Karno, kita semestinya bisa banyak bercermin atas realitas persepakbolaan (baca: keolahragaan) saat ini, terutama dalam upaya kita membebaskan bangsa besar ini dari lilitan masalah di sana-sini.

Industri Sepak Bola
Pada sebagian besar negara di luar negeri – jika ini bisa dijadikan patokan – sepakbola telah bergeser dari sekadar hobi belaka menjadi sebentuk aktivitas industri yang cukup menggiurkan : industri sepakbola dengan omzet yang cukup besar dan kontribusi sosial yang positif. Tidak jarang sepakbola malah dijadikan sebagai simbol/karakter “positif “sebuah bangsa, terutama di belahan benua Eropa dan sebagian Amerika.

Kita mengenal Brazil dengan goyang Samba-nya, Italia dengan strategi Cattenacio-nya dan Belanda dengan Total Football-nya. Mereka telah banyak menikmati indahnya dunia persepakbolaan sesungguhnya, dan dengan senang hati kini membaginya untuk kita jadikan tontonan rutin setiap pekan, bahkan dengan harus begadang atau berlarut malam pun dan kita rela membayar untuk itu.

Bagaimana dengan Indonesia? Meskipun telah menjadi olahraga sejak zaman “purba” di Nusantara ini, sepak bola sesungguhnya belum bisa memberikan kontribusi berarti bagi bangsanya sendiri. Sepakbola Indonesia masih dikenal dengan “tawuran antar supporter” dan “jual beli wasit”-nya. Ibarat bahasa, sepakbola (olahraga) sebenarnya menunjukkan bangsa.

Jadi, jika dunia persepakbolaan berkembang “bagus” pada suatu negara, maka kita bisa menduga bangsa itu juga “bagus”. Begitu juga sebaliknya. Carut-marutnya wajah persepakbolaan di Indonesia sungguh tidak bisa dilepaskan dari realitas keseluruhan bangsa yang sedang dilanda “krisis”.

Di tengah minimnya dana yang dialokasikan pemerintah untuk pembinaan dan pengembangan olahraga sepakbola di tanah air, kita justru melupakan upaya optimalisasinya. Inefisiensi biaya, kondisi perwasitan yang tidak diperhatikan serta banyaknya klub yang mesti timbul-tenggelam dalam keikutsertaannya di Liga Domestik menunjukkan, betapa industri sepakbola di negara kita masih sangat jauh dari harapan, apalagi untuk bisa menguntungkan layaknya sebuah industri.

Padahal dengan membereskan secara lebih dini problem-problem non-teknis semacam itu, hematnya bisa mencegah perluasan masalah, sehingga pada gilirannya kita tidak lagi saling berseteru tentang “wasit telah dibeli”, “skor pertandingan sudah diatur”, atau “fair play tidak ada lagi”, justru pada saat kompetisi akan berakhi seperti sekarang ini.

Kini semua kita sudah seharusnya menyadari, dalam tradisi persepakbolaan kita, betapa besarnya peluang positif yang selama ini telah kita sia-siakan, karena kita belum sungguh-sungguh berkomitmen membenahi wajah olahraga ini.

Mengimpikan Indonesia sebagai sebuah negara yang bukan saja banyak penduduknya, melainkan juga harum namanya di mata dunia, dapat saja dicapai dengan mengembangkan industri sepakbola tanah air dengan sungguh-sungguh. Karena pada prinsipnya, kita tidaklah terpaut jauh secara fisik dibandingkan dengan Jepang, Korea Selatan atau bahkan Inggris Raya yang terkenal dengan sepakbolanya itu. Kita (barangkali) hanya kalah komitmen dan belum punya etos kerja yang disiplin dan jujur, meskipun kita jauh lebih berumur dari mereka.

Pada kenyataannya, dunia olahraga dapat berposisi bi-implikasi dengan fungsi “alternating current”, (timbal balik) maksudnya bahwa olahraga pada satu sisi dapat dipengaruhi oleh realitas bangsanya, tetapi pada sisi lain dapat pula mempengaruhi realitas bangsanya.

Olahraga, dengan nilai-nilai universal di dalamnya, dapat dijadikan sebagai “perekat” antar perbedaan-perbedaan suku, agama, ras dan golongan masyarakat kita. Tetapi jika tidak dikelola dengan baik, maka kerap kali ini bahkan berubah menjadi momok menakutkan bagi setiap orang. Tidak sedikit tragedi kemanusiaan terjadi dalam pentas olahraga akibat kesalahan pengelolaan (mala-managemen).

Mundurnya Persebaya Surabaya dari pertandingan terakhir babak delapan besar Liga Djarum Indonesia 2005 (21/09) 2 tahun lalu digenapkan dengan hengkangnya sejumlah klub pada Divisi I dan II, terlepas dari alasan apa, menjadi ironi menyakitkan di saat hampir tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari bangsa ini. Saat hampir seluruh sendi kehidupan diluluh-lantakkan oleh gelombang korupsi, kolusi dan ketimpangan-ketimpangan lain – bukan saja ekonomi, politik atau pun agama – , justru kini giliran dunia olahraga, khususnya sepakbola, menjadi korbannya.

Bedebahnya, itu berlangsung ketika sepakbola mulai merangkak menjadi tontonan komunal yang sebenarnya bisa memberi dampak positif jika tidak terjadi sama sekali. Jika demikian, apalagi yang bisa kita banggakan?

Benahi PSSI
Jika hendak sistematis, sebenarnya semua problem persepakbolaan akan selalu bermuara pada satu pihak, yakni sang pengaturnya: Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Beragam makian dan protes kekecewaan jika dirunut secara logis, kian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi PSSI memang belum maksimal diperankan. Sebagaimana kita ketahui, sekurang-kurangnya PSSI bertanggungjawab atas pembinaan, pengembangan dan penyelenggaraan olahraga sepakbola di Indonesia, dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas dan sikap fair play di dalamnya.

Peran strategis PSSI dalam mengurusi sepakbola di Indonesia menjadi terkaburkan ketika PSSI mulai mengadopsi paradigma “industri” (sebagaimana di luar negeri) pada saat banyak di antara klub anggotanya masih terbebani dengan sejumlah masalah internal. Kesan latah dan tiba masa tiba akal yang ditunjukkan PSSI menyisakan sejumlah misteri. Apakah orang-orang PSSI tidak benar-benar memahami dunia sepakbola secara lebih jujur? Atau, minimal juga punya mimpi yang sama dengan kita?

Tidak bisa tidak, kenyataan pahit pada pentas Ligina selama ini harus dijadikan sebagai pil kina untuk memulihkan “penyakit kronik” yang menimpa PSSI selama ini. Jika tidak bisa meyakinkan sebuah perubahan, mestinya PSSI kita bubarkan saja. Pemerintah pun tidak boleh berdiam diri saja melihat semua ini. Pembenahan olahraga sebagai, sekali lagi, character building bangsa kita, belumlah cukup dengan hanya mengaktifkan kembali Kementrian Pemuda dan Olahraga saja, tetapi harus diikuti dengan pemihakan aktif untuk pengembangannya di lapangan, terutama sepakbola yang menjadi olahraga paling komunal di negara kita.

Selain itu, kita juga mesti menyadari betapa pentingnya dukungan dari masyarakat olahraga (sepakbola) di tanah air untuk perbaikan-perbaikan. Kiranya dengan menyatukan semua potensi kita, komitmen untuk mengangkat citra dan mengembangkan industri persepakbolaan Indonesia tidak akan menemui kendala yang cukup berarti, tentunya dengan asumsi bahwa PSSI telah dibenahi secara menyeluruh dan Pemerintah memberikan support yang besar untuk semua ini. Jika tidak, dengan hanya mengandalkan niat baik pemain atau official klub saja kiranya belumlah cukup.

Kita mesti lebih banyak berbenah untuk menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang “bagus”, minimal di bidang persepakbolaannya. Ingat, “(Olahraga) Sepakbola Menunjukkan Bangsa!”. Selamat melaksanakan MUNAS PSSI.[]

Informasi lain yang terkait:

Tulisan lainnya di blog ini:


Dapatkan informasi terbaru dari Asta Qauliyah seputar Blog Advertising, Bisnis Online, Artikel Kesehatan/Kedokteran Populer dan sejumlah Tips dan Trik Blogging terbaru melalui email Anda:


Enter your email address:


LinkLift




Satu Komentar untuk artikel “Catatan Ringan Sepakbola Kita”

  1. Komentar daripersebaya:

    Yoo.. Ayoooooooooo..
    Ayo.. Persebayaaaaa..
    Moleneeeeeeeeeeeee..
    Kita Harus Menanggg..

    Hijau Kotaku
    Juara Persebayaku
    Damai Bonekku

    [Reply]

Berikan Komentar Anda di Sini:

About

Astaqauliyah.com dikelola oleh Asta Qauliyah. Asta Qauliyah hanya nama cyber (cybername). Nama asli saya adalah Asri Tadda, kelahiran 3 April 1981 di Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan SMA di SMU Negeri 1 Makassar tahun 1999,... Selanjutnya»

Ada 464 Postingan - 2,604 Komentar dan 62 Kategori di blog ini.

Berlangganan Lewat Email

Mau baca postingan blog ini lewat email? Caranya mudah!
Ketik alamat email di bawah ini lalu tekan ENTER

#1 Recommended Money Making

  • LinkLift
  • Best Webhosting 2010

      Cheapest Hosting

    • Blog Advertising

      LinkLift an alternative paid link broker

      Make Money Blogging dengan LinkLift

      Mau mendapatkan penghasilan yang lumayan dari menjual link di blog anda? Nah, saya mau memperkenalkan sebuah broker paid links dan blog advertising yang beroperasi sejak tahun 2006 lalu dan berpusat di Berlin, Jerman. Namanya LinkLift. Meski sudah lama berdiri,... 

      AdonBanner Redirect Problems

      Cara Mengatasi AdonBanner Redirect di Blog Anda

      Beberapa hari terakhir banyak blogger yang mengeluhkan halaman blog mereka berganti menjadi halaman parkir dengan nama domain adonbanner.com, sebuah situs layanan blog advertising Pay Per Click (PPC) berbasis gambar yang beberapa bulan lalu menghilang begitu saja... 

    • Aktivitas

      Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009

      Ayo Ikuti Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2009

      Lama tidak posting lagi di blog ini. Selain sibuk dengan pekerjaan offline di AstaMedia Group, saya juga harus mengikuti rangkaian Workshop Wirausaha Muda Mandiri 2009 di Malang (menyusul di Manado dan Denpasar Bali) serta program Super Business Rich oleh ACTIONCoach... 

      Dari Samping: Ibu Leni Prihati, Asri Tadda, Onno W. Purbo dan Budi Putra

      Catatan Dari Grand Launching AstaMedia Blogging School

      Alhamdulillah, akhirnya Grand Launching AstaMedia Blogging School berlangsung dengan lancar seperti yang kami targetkan, kemarin (16/05) di Krakatau Room, Hotel Horison Makassar. Acara dimulai sejak pukul 08.00 WITA untuk registrasi peserta, dilanjutkan dengan... 

    • Blogger Tamu

      Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu Babi

      Terjangan virus flu burung (H5N1) belum lagi berakhir ketika virus baru Flu Babi atau swain flu (H1N1) mulai ditemukan pada pertengahan bulan Maret ini. Pandemi flu burung yang sangat mematikan kini mulai ditambah lagi dengan ketakutan akan serangan wabah flu babi... 

      Blogger Sebagai Profesi

      Blogger Sebagai Sebuah Profesi

      Apa motivasi yang melatar-belakangi Anda ketika pertama kali membuat blog? Jawabannya tentu saja bisa bermacam-macam. Namun kalau boleh saya ambil kesimpulan, hampir sebagian besar blogger bertujuan komersil saat memulai blognya. Ya, apa lagi kalau bukan berburu... 

    • Artikel

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Medical

      Kejadian Osteoporosis Pada Wanita Lanjut Usia (Kasus RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar)

      PROSES menua merupakan suatu proses normal yang ditandai dengan perubahan secara progresif dalam proses biokimia, sehingga terjadi kelainan atau perubahan struktur dan fungsi jaringan, sel dan non sel. (Widjayakusumah, 1992). Berbagai perubahan fisik dan psikososial... 

      IMUNISASI; Pengertian, Jenis dan Ruang Lingkup

      IMUNISASI; Pengertian dan Ruang Lingkup Definisi : Cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu Ag, sehingga bila ia terpapar pada Ag yang serupa, tidak terjadi penyakit. Sistem Imun Spesifik : Hanya dapat menghancurkan benda asing yang... 

    • Referat

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Breaking News

      Lowongan Kerja Dokter Perusahaan di PT Ajinomoto Indonesia

      Ajinomoto Indonesia berencana merekrut tenaga medis sebagai dokter perusahaan. Detail pekerjaannya adalah sebagai berikut: 1. Melakukan analisa laporan kesehatan karyawan Grup Ajinomoto Indonesia 2. Menyusun rekapitulasi laporan hasil pemeriksaan... 

      Kontroversi Blog Noordin M Top

      Di tengah gencarnya proses pencarian terhadap gembong teroris internasional Noordin M Top, tiba-tiba kita kembali dikagetkan dengan ‘pengakuan resmi’ seseorang yang mengaku sebagai Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia Abu Mu’awwidz Nur Din... 

    Postingan Berdasarkan Kata Kunci

    AntiVirus Anti Virus Articles Trade Artis seksi Artis Seksi 2009 AstaMedia Blogging School AstaMedia Group Bank Mandiri Bisnis Online Blog Blog Advertising blogger Blogger Template blogger widget Blogging Blogsvertise Download Gratis Google Google Adsense Indonesia Internet Internet Marketing Kedokteran Kehamilan Kesehatan Make Money Blogging Opini Kesehatan page rank paid Blogging Paid Review Paypal Pelayanan Kesehatan Pembangunan Kesehatan Refleksi Rumah Sakit Seksi SEO Smorty SMS Sahabat Software Tips Blogging Tips Ngeblog Ulang Tahun widget widget blog