Dipublikasikan pada 23 February 2007 oleh Asta Qauliyah
Fajar sebentar lagi menjelang. Masih teringat. Suatu waktu, ketika matahari segera tenggelam meninggalkan senyum di sudut hati. Sepi. Sendiri.
Terkadang kesendirian begitu membahagiakan, sekalipun beberapa waktu di antaranya kita lantas terhenyak; telah terlalu lama waktu kita sia-siakan untuk sebanyak pertemanan yang sebenarnya bisa terjalin.
Masih gulita. Meski riak mentari mulai mengetuk pintu bumi. Adakah senyum terbawa serta untuk pagi yang segera tiba?
Ah, bertataplah dalam jiwa, hingga semua menjadi terlihat jernih, tanpa tabir. Adakah hati kita seperti ini?
Terima kasih untuk setiap pengabdian, cinta dan kasih. Perjalanan masih panjang dan hidup masih harus kita teruskan..
ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
- Pemeriksaan Kesehatan
Ketika pasien mengunjungi dokter untuk membantunya dalam mengurangi dan menyembuhkan derita dari penyakit yang dialaminya, dokter memerlukan sejumlah rangkaian pemeriksaan baik pemeriksaan fisik, peme... - BREAKING NEWS: Sinjai Kini
Peta Kemiringan Tanah Kabupaten Sinjai Hingga hari ini (26/6), jumlah korban yang tercatat akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sinjai sebagai berikut: - 202 Meninggal Dunia - 4 tidak dikenal... - TEORI TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Para ilmuwan politik dan para ilmuwan sosial pada umumnya telah banyak mengembangkan model, pendekatan, konsep dan rancangan untuk menganalisis pembuatan kebijaksanaan negara dan komponennya, yaitu pe... - Mengapa Beribadah?
Tulisan Untuk Alpha CentauryDalam berbagai literatur keagamaan, secara jelas digambarkan bahwa fungsi utama diturunkannya manusia ke bumi adalah untuk beribadah. Untuk konteks hubungan transcendental ... - Keputihan; Si Putih Yang Menganggu
Menjadi cantik luar dan dalam umumnya didambakan oleh setiap wanita. Selain faktor penampilan dan kepribadian, sebaiknya wanita juga memperhatikan kesehatan terutama mengenai kesehatan reproduksi wan...
actually klo mnurutku ksendirian itu pada akhirnya akan berujung pada wkt n t4 yg tepat(ma soulmate kita nanti),kadang kita kurang bersabar utk mngendalikan diri mlepas ksendirian akhirnya jd boomerang bagi diri sndiri yg mnimbulkan kgelisahan.fiuhh..alih2 jd unproductive person.ah..lg sok bijak nih k..tp kyanya that’s based on true story (hehehe…)
[Reply]
Permisi…..
Dilema etik, Anda tahu banyak tentang itu?
Kalo begitu, ajarin dong….hehehe. Saya mahasiswa FK Unsoed Jateng, semester 8 dan sdng ada tugas penyelesaian dilema etik. Ternyata banyak kerangka2 penyelesaian yg dibuat para ahli ya…jadi pusing….gimana dunk???
dosen saya ngajarin kerangka ;
1. Indikasi medis
2. Preverensi pasien
3. Kualitas hidup
4. Faktor konstektual
tolong bantu, trimakasih
blog : http://www.androprasetyo.blogspot.com
email / YM : papario2004@yahoo.com
[Reply]
Maaf,
saya lagi pusing dengan kesendirian itu…
Apakah akn datang seseorang yang membangunkanmu untuk mengerti tentang kesendirian itu,
Sekarang saya tak ingin seperti itu…
seperti lagunya “bunga citra lestari”…
Aku tak mau sendiri..
Hehehe
[Reply]
klo ada yang punya dana sebanyak 1.5 milyar, gabung jadi invest perusahaan catering
hub(ewi_ani@yahoo.co.id/wilpar86@hotmail.com).
yuk…gabung kita bisnis bareng….!!!
[Reply]