Re-covalescent
Posted by | Published on August 20th, 2006Jika guratan takdir-Nya menghentikan langkah mungil jemari kaki kemanusiaan, maka jangan menyesal telah melalui hari. Peluh dan air mata menjadi artefak yang selalu dibaca oleh zaman ketika tak ada lagi penghargaan dan pengakuan. Pun, bermimpi dalam ketiadaan menjadi jumud dilakukan sebab hari semakin menggila. Kadang kita menganggap semua laku dan harapan kita adalah yang terbaik, sementara orang lain menilainya negatif. Jangan sok jago atau sok hebat. Narsis mungkin boleh, tapi jangan sampai mengindividualkan jiwa-jiwa kerontang kita! Kita masih perlu banyak berbenah, sebelum teguran itu datang lagi, sebelum kita benar-benar tidak lagi mampu mengerti pesan-pesan kosmik tentang kehidupan dan jejak-jejak peradaban di dalamnya.
Teruslah berjuang, menemukan diri dan memaknakan kemanusiaan kita. Mulailah, sebab terlambat kini telah menjadi musuh harapan dan hari depan. Jangan berhenti sebelum melakukan, pun jangan berpuas sebelum membaktikan darma untuk keberlanjutan pengharapan.
Popularity: unranked [?]























August 21st, 2006 at 8:59 am
yippie………..!!!! Unbelieveable! Akhirnya, dirimu ‘menyadari’ juga kalo narsis tidak slamanya ‘indah’. Better late than never, right?! Manusia belajar dari masa lalu, ‘kekalahan’, cerita orang, bahkan ketika kita bahagia. Paling gak sebagai ‘alarm’ spy kali laen qta gak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Apa seh yang membuat manusia bertahan dari ‘kekalahan’? Apapun jawabanmu, tapi menurutku kita harus bisa untuk memotivasi dirsen. Memotivasi orang laen, mungkin kedengarannya hebat, tapi kl gak bisa memotivasi dirsen?! Gak bisa menyemangati dirsen?! ‘Cheerleaders’ kan gak ‘kerja’ 24 jam. Kita yang menentukan kita. It’s ur choices that show what u truly are, 4 more than ur abilities. Tetap semangat, tetap teguhkan hati, di setiap hari, sampai nanti, sampai mati. Dan ingatlah,k2, tetaplah tersenyum karena dunia akan selalu tersenyum kepadamu!!!!
[reply to this comment]