Anda sedang membaca artikel dalam kategori :

Kebangsaan, Refleksi

Indonesia (KIta) Bubar(kan)?

Jangan berharap ada banyak ruang bagi rakyat miskin di negeri ini. Hak-hak sipil untuk mendapat pelayanan (public goods) mengabur seiring dengan suburnya praktek-praktek komersialisasi dan kapitalisasi di segala lini kehidupan. Di mana-mana, untuk bersekolah saja, kita mesti merogoh kantong dalam-dalam (itu jika kita masih punya isi kantong). Sebagian dari kita hanya bisa gigit jari karena tidak punya materi apa-apa untuk disumbangkan kepada penyelenggara pendidikan di negeri ini.

Penyakit merajalela tak mau kalah dengan pergiliran bencana di sana-sini. Untuk berobat butuh biaya mahal dan birokrasi berbelit-belit. Untuk mendapat bantuan hidup paskabencana mesti antri setengah mati. Pada gilirannya, untuk dapat sekadar bertahan hidup saja, kita mesti berjuang dan saling berkompetisi antar sesama anak bangsa yang besar nan kaya ini.

Entah apa maunya negeri kita? Mengkhianati rakyatnya dengan terang-terangan, kemudian berdalih : “semua ini akibat anggaran pembangunan kita yang defisit”. Ke mana larinya uang-uang rakyat yang dibayarkan per bulan sebagai “pajak”? Mengapa ketika hendak bersekolah atau kuliah, rakyat mesti gigit jari akibat tidak punya uang cukup?

Mengapa pelayanan kesehatan sangat sulit dijangkau oleh ekonomi rakyat kebanyakan kita? Mengapa masih banyak korupsi, kolusi dan nepotisme di tengah amburadulnya sistem kenegaran kita?Apakah negeri yang bernama “INDONESIA” ini sudah saatnya kita bubarkan?

ARTIKEL LAIN YANG BERKAITAN:

  • Iklan Kampanye PKS – Bak Mengail di Air Keruh Politik
    Pesta demokrasi pemilihan umum (PEMILU) 2009 di Indonesia masih sekitar sebulan lagi, namun dinamika politik dalam negeri semakin memanas menyusul banyaknya kontestan pemilu tahun ini. Konsekuensinya,...
  • Kita dan Negeri Kasihan Ini
    Sekarang ini kita menjadi sangat lazim mendengar caci-maki tentang bangsa dan para pemimpin negeri. Mungkin hampir setiap saat keluhan dan ketidakpuasan pelayanan publik oleh pemerintah mengisi ruang-...
  • Mencari Indonesia Kita (Sebuah Humorefleksi)
    Syahdan, pada sebuah pertemuan antar aktivis pemerhati bangsa-bangsa di dunia yang diselenggarakan pada beberapa waktu lalu, telah terjadi fenomena yang cukup menarik disimak. Pertemuan tersebut digag...


Tentang Penulis:

Asta Qauliyah - telah menulis 464 artikel di ASTAQAULIYAH.COM

Sejak tahun 2008, Asta Qauliyah aka Asri Tadda bekerja sebagai full-time blogger dan SEO konsultan sekaligus berhenti dari program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang selama ini digelutinya. Kini, Asta Qauliyah tengah mengembangkan AstaMedia Group, sebuah perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berbasis di Makassar dengan sejumlah layanan online dan sayap bisnis di sektor ril. Anda bisa menghubungi Asta Qauliyah melalui jejaring sosial di bawah ini:

Twitter | Facebook | LinkedIn | Google Profile | FriendFeed

Leave a Reply

blog comments powered by Disqus

Langganan Artikel Lewat Emailmu

#1 Recommended PDF Search Engine

Lihat Arsip