Seri Cerita Rakyat : POKOK KEPINTARAN

Banyak nama jalan di kota Makassar yang menggunakan nama-nama tokoh yang kental kedaerahannya; terdengar cukup ‘aneh’ dan terbilang sulit diucapkan di lidah para pendatang. Kajaolalido salah satunya. Nama jalan satu ini oleh penduduk asli kota Makassar tentu tidak asing lagi. Tapi tahukah Anda siapa Kajaolalido itu?

SIAPA sangka sang “pembisik” yang pernah santer di era beberapa presiden kita terakhir lalu, adalah pengulangan yang pernah terjadi di masa lampau. Bedanya, sekarang sang pembisik jumlahnya tak satu, tak jelas pula statusnya, sementara dulu cuma seorang dan statusnya sebagai penasehat pribadi raja. Tapi perbedaan yang paling menyolok adalah, sekarang para pembisik cenderung memprosokkan presiden ke jurang yang dalam, tapi di masa lampau sang pembisik mengajak sang raja ke puncak kemuliaan.

Kajaolalido (tulisan yang benar: Kajao Lali’do) adalah seorang penasehat pribadi raja Bone di saat kerajaan Bone mencapai puncak kejayaannya. Dari kata “Kajao” saja telah terpancar arti, bahwa penasehat pribadi raja Bone itu adalah seorang yang berpengatahuan luas di jamannya, ahli tatanegara dan ahli pemerintahan. Kajao Lali’do-lah yang dengan berani meluruskan pendapat, memberikan nasehat, saran-saran yang berguna kepada raja Bone dalam menjalankan pemerintahan di dalam kerajaannya.
Nasehat dan saran-saran Kajao Lali’do mengandung mutu dan nilai yang tinggi. Untuk lebih jelasnya, berikut petikan percakapan antara Kajao Lali’do dengan raja Bone perihal persoalan pemerintahan.
Kajao Lali’do berkata: “Ya, Arungpone! Apakah yang menyebabkan sehingga kemuliaan raja itu tidak jatuh, kerajaannya senantiasa teguh berdiri, rakyatnya tidak bercerai-berai dan harta benda tidak terhambur?”
“Kejujuran dan kepintaran, Kajao!”, jawab Arungpone.
“Itu juga, tapi sebenarnya bukan juga, karena semua itu ada empat pokok penyebabnya,” tambah Kajao. “Pertama, kalau ada yang hendak dikerjakan oleh Baginda, sebaiknya tidak tidur siang malam memikirkan akibat pekerjaan itu. Baru dikerjakan jika sudah ditetapkan kesudahan pekerjaan itu adalah kebaikan. Kedua, hendaklah mengeluarkan perkataan yang benar, menyesuaikan pembicaraan dengan sepantasnya, sanggup menghadapi (mengikuti) pembicaraan orang dan dapat memberikan jawaban yang tepat. Ketiga, menepati janji serta tidak undur dari apa yang telah diucapkan. Dan keempat, pesuruh raja tidak lalai dan tidak pelupa akan apa yang disuruhkan kepadanya.”
“Lalu apa pokok dari kepintaran itu, Kajao?”, tanya Arungpone.
“Jujur, itulah pokoknya!”
“Apa saksinya?”
“Seruan! (Bugis: O’bie)”
“Apakah seruan itu?”, kejar Arungpone.
“Seruan adalah jangan mengambil barang yang bukan milikmu. Jangan mengambil tanaman yang bukan kau tanam. Jangan mengambil kayu yang sudah dipotong-potong (Bugis: Wattawali), kalau bukan engkau yang potong. Sebab jika itu terjadi, musuh akan mudah masuk ke dalam negeri dan sulit diusir keluar,” jawab Kajao tenang.
Senang mendengar jawaban Kajao, Arungpone bertanya lagi, “Baik. Lalu apakah yang menyebabkan runtuhnya sebuah kerajaan besar, Kajao?”
“Ada lima tandanya suatu kerajaan besar akan runtuh. Pertama, raja dalam negeri itu sudah tidak mau dinasehati lagi atau ditegur akan kesalahannya. Kedua, kalau tidak ada orang pandai dalam negeri. Ketiga, kalau pabbicara (hakim) makan suap. Keempat, kalau rakyat berbuat sesuka hatinya lantaran tak ada lagi yang ditakutinya. Dan kelima, kalau raja sudah tidak suka lagi memberikan pengasihan atau pengampunan kepada rakyatnya sebagaimana mestinya.”
Arungpone terdiam sejenak. “Begitu. Lalu apa tandanya suatu daerah kecil akan menjadi besar?”
“Juga lima tandanya,” jawab Kajao mantap. “Pertama, rajanya jujur dan pintar. Kedua, rajanya menerima petunjuk dari penasehatnya. Ketiga, bermufakat dengan orang-orang tuadalam negeri. Keempat, tenrilukkai bicarae (apa yang telah diputuskan tidak boleh dibatalkan lagi). Dan kelima, bersatu hati rakyat dalam negeri.”
Penasaran, baginda Arungpone melancarkan pertanyannya lagi, “Kajao, tadi adalah tanda kerajaan yang baik. Tapi kalau kerajaan yang tidak baik, apa tanda-tandanya?”
“Juga ada lima tandanya. Pertama, terlalu banyak keinginan rajanya. Kedua, pabbicara (hakim) makan suap. Ketiga, rajanya suka murka jika ripakainge (dinasehati). Keempat, jika raja tidak melarang putra-putranya dan kawan-kawannya berbuat sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Dan terakhir, kalau tidak memperkuat putusan yang telah diambil orang-orang tua dalam negeri!”
“Apa pula tandanya padi berhasil dalam negeri, Kajao?”
“Ada lima tandanya. Pertama, jika raja jujur. Kedua, jika pabbicara (hakim) jujur dalam memutuskan perkara dan tidak makan suap. Ketiga, tak ada pencurian dalam negeri. Keempat, jika benar putusan suatu perkara. Kelima, jika rakyat dalam negeri bersatu,” jawab Kajao merendah.

Dimiliki Raja Lain
Penasehat pribadi raja Bone seperti Kajao Lali’do sebenarnya dimiliki pula oleh beberapa raja lainnya di Sulawesi Selatan, seperti raja Sidenreng dengan Nene’ Allomo, raja Luwu dengan Matcae, dan raja Gowa dengan Boto Lempangang.
Yang jelas, percakapan antara Kajao Lali’do dengan raja Bone ini baiknya diresapi dan dengan jernih ‘ditarik’ di kekinian negeri kita atas multi persoalan yang melanda. []

(Dokumentasi MT-Sumber: Kenallah Sulsel, H.D. Mangemba. 1956)
Sumber : www.makassarterkini.com

Seri Cerita Rakyat : POKOK KEPINTARAN
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Tentang AstaQauliyah.com

Telah ada 477 artikel di ASTAQAULIYAH.COM

Blog ini dikelola oleh Asta Qauliyah. Sejak tahun 2008, Asta Qauliyah aka Asri Tadda bekerja sebagai full-time blogger dan SEO konsultan sekaligus berhenti dari program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang selama ini digelutinya. Kini, Asta Qauliyah tengah mengembangkan AstaMedia Group, sebuah perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berbasis di Makassar dengan sejumlah layanan online dan sayap bisnis di sektor ril. Anda bisa menghubungi Asta Qauliyah melalui jejaring sosial di bawah ini:

Twitter | Facebook | LinkedIn | Google Profile+ | FriendFeed

Leave a Reply

Tentang Asta Qauliyah

Asri TaddaAsta Qauliyah aka Asri Tadda adalah seorang blogger lelaki yang aktif berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2007. Ia juga founder AstaMedia Group, perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berpusat di Makassar dengan sejumlah layanan global. Profil selengkapnya...

Bedak Pemutih

Artikel Terbaru Astaqauliyah.com

Daftar Makanan Untuk Diet Golongan Darah AB

Daftar Makanan Untuk Diet Golongan Darah AB

Jenis makanan tertentu dapat menguntungkan mereka yang memiliki golongan darah terten[...]

Bisnis Online: 3 Rahasia Sukses Blogger Top

Bisnis Online: 3 Rahasia Sukses Blogger Top

Tulisan ini ditulis guest blogger Daeng Anto, seorang blogger yang banyak berbagi T[...]

Ancaman Di Balik Jabatan

Ancaman Di Balik Jabatan

Artikel ini ditulis oleh guest blogger Yayan Sugiana, seorang TNI-AL yang merangkap[...]

Serenade; Kado Unik Hari Valentine untuk Pasanganmu!

Serenade; Kado Unik Hari Valentine untuk Pasanganmu!

Valentine menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, terutama kaum rema[...]

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

Siapa yang pernah kenalan dengan Justin Bieber? Saya kira tidak banyak! Tapi siapa ya[...]

Ini Dia Hosting Murah dan Tangguh!


Baca ulasannya di sini dan dapatkan KUPON 50% DISKON di HawkHost!

6 Komentar Terakhir