Mungkin Lain Kali


Untuk seseorang,

Senja masih memerah ketika bayangmu perlahan menjauh dari pandangan di sudut ruang itu. Tak juga bisa hilang seutas senyum kecil yang menghiasi sudut bibirmu, saat kuperkenankan engkau menanyakan apakah perlu kau menciumi tanganku untuk mengucap terima kasih. “Mungkin lain kali”, jawabku sedikit acuh tak acuh, tak peduli apakah engkau benar-benar akan melakukannya jika kuperkenankan atau tidak.

Kupikir, memang telah menjadi kewajiban mengingatkan orang lain pada saat melupakan barang miliknya, dan kalau perlu, bahkan mengantarkan kembali ke pemiliknya.

Maafkan aku.

Kita, manusia, memang selalu saja menjadi makhluk simbolik. Setidaknya, sebagian besar dari kita terkadang menempatkan hal-hal yang berupa “penampakan” belaka di atas substansi persoalan yang sesungguhnya. Dari titik inilah banyak persoalan bermuara. Meskipun tak juga bisa dinafikkan, bahwa sebagian dari kita, terkadang sulit untuk mengaku “tidak ikhlas” melekatkan parade simbol-simbol tersebut dalam kehidupan kita. Kita justru sangat ikhlas, tidak pernah berniat untuk tampil simbolik. Untuk kasus semacam ini, hanya “pencerahan kehidupan” saja yang bisa meluruskannya.

Persoalan simbolik atau tidaknya seseorang telah banyak menggerus kesadaran kemanusiaan kita untuk bisa tampil apa adanya. Polemik wacana seputar hal ini juga kian memudarkan perhatian kita akan masa depan yang lebih substansial, yang semestinya sudah mulai diawali pencapaiannya sedari sekarang.

Di lain hal, hidup bisa menjadi lebih bermakna jika dalam prosesnya kita benar-benar memahami bahwa eksistensi kita –manusia–, hanya bisa diukur jika tengah berada di antara manusia yang lain, bahkan pada beberapa segi, justru mensyaratkan pelibatan makhluk Ilahi non-manusia lainnya. Dalam konteks ini, memahami relasi antarmanusia menjadi perlu diluruskan sebagai ikhtiar fitrawi yang sifatnya imanen (ada dengan sendirinya), dan –seharusnya–, bukan berupa kemauan yang “terberi”, sehingga karenanya, relasi tersebut tidak perlu diembel-embeli dengan ritus simbolik yang bisa dimaknai ganda. Dalam hal ini, termasuk tabiat manusiawi kita dalam mengakui eksistensi makhluk yang lain, dengan antara lain, misalnya sekadar mengucapkan “terima kasih banyak”.

Mengucap terima kasih, jika hendak dipikirkan masak-masak, sesungguhnya telah dengan tidak sengaja membangun tembok-tembok pemisah antar-diri personal, antara yang mengucapkan terima kasih dengan yang ditempati berterima kasih, meski tidak sedetik pun pernah diniatkan seperti itu.

Keterbatasan kosakata verbal dalam budaya kita telah menuntut agar kita lebih bisa memaknai eksistensi kemanusiaan sebagai sebuah konstruksi yang tidak bisa dilingkupi hanya dengan kata “terima kasih” dan “sama-sama” saja. Karena di balik semua relasi itu, perlu dipahami bahwa, secara substansial, antar-manusia sebagai sesama ciptaan (makhluk) Ilahi, sesungguhnya tidak dibutuhkan adanya formalitas keberterimakasihan yang “simbolik”, tetapi lebih dalam, seperti dengan batasan : “saling menghargai dalam keparipurnaan hidup”. Tidak ada tendensi.

Pada akhirnya, ucapan “terima kasih” harus dimaknai sebagai hanya salah satu instrumen komunal untuk menunjukkan bahwa pada prinsipnya, kita saling menghargai dalam keparipurnaan hidup. Bahkan ketika pun masing-masing kita belum bisa saling memberi atau menerima, toh, tidak juga akan mengurangi rasa keberterimakasihan kita atas keberadaan masing-masing, yang karenanya, meskipun jarang disadari, telah juga menegaskan eksistensi/keberadaan kita.

Kita hidup sesungguhnya untuk saling meng-”ada”-kan, membuat yang lain lebih berarti, lebih bermakna. Ini kewajiban. Jika belum bisa ditunaikan dalam saat ini, mungkin lain kali. Bagi yang merasa terserempet dengan tulisan kecil ini, maaf, mungkin lain kali kita bertemu, saat itu engkau boleh menciumi tanganku, tapi tanpa ucapan : “terima kasih”. ***


Mungkin Lain Kali
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

  • Berapa Page Rank Website/Blog Anda?
    Banyak kalangan yang merasakan betapa Page Rank sangat memengaruhi kepopuleran website atau blog mereka. Pada beberapa program bisnis online di internet, biaanya aplikasi website untuk diregister sela...
  • DUKA JOGJA, DUKA KITA
    Jogja kini dalam tangis dan dukaMenanti uluran tangan kemanusiaanMari menegaskan persaudaraan,Jangan biarkan mereka berputus asaKarena kita masih ada,Bersama mereka...menjadi mereka(www.astaqauliyah.b...
  • Akhirnya Pakai Blogger Beta Template XML
    Sepekan terakhir saya sangat menikmati ngeblog. Bersama beberapa orang kawan yang selama ini aktif mengikuti kelas "bebas" ini, biasanya nongkrong di warnet sampe pagi. Begadang menjadi sesuatu yang l...
  • Aspek Etikolegal Pelayanan Kesehatan
    Dewasa ini semakin muncul ke permukaan kasus-kasus kelalaian pelayanan kesehatan, baik yang dilakukan oleh tenaga medis, khususnya dokter dan dokter gigi, maupun rumah sakit secara institusional. Sema...
  • Kapitalisme di Dunia Kedokteran
    Terminologi “dokter” memberikan sejumlah predikat, tanggung jawab, dan peran-peran eksistensial lainnya. Tanpa melupakan sisi dominan proses pembelajaran dan pengembangan intelektual, seorang dokter j...

Tentang Penulis:

- telah menulis 474 artikel di ASTAQAULIYAH.COM

Sejak tahun 2008, Asta Qauliyah aka Asri Tadda bekerja sebagai full-time blogger dan SEO konsultan sekaligus berhenti dari program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang selama ini digelutinya. Kini, Asta Qauliyah tengah mengembangkan AstaMedia Group, sebuah perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berbasis di Makassar dengan sejumlah layanan online dan sayap bisnis di sektor ril. Anda bisa menghubungi Asta Qauliyah melalui jejaring sosial di bawah ini:

Twitter | Facebook | LinkedIn | Google Profile+ | FriendFeed

Leave a Reply

Tentang Asta Qauliyah

Asri TaddaAsta Qauliyah aka Asri Tadda adalah seorang blogger lelaki yang aktif berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2007. Ia juga founder AstaMedia Group, perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berpusat di Makassar dengan sejumlah layanan global. Profil selengkapnya...

Artikel Terbaru Astaqauliyah.com

Serenade; Kado Unik Hari Valentine untuk Pasanganmu!

Serenade; Kado Unik Hari Valentine untuk Pasanganmu!

February 9th, 2012

Valentine menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, ter[...]

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

November 5th, 2011

Siapa yang pernah kenalan dengan Justin Bieber? Saya kira tidak banyak[...]

Referat Kedokteran: Etiologi dan Epidemiologi Frigiditas Pada Wanita

Referat Kedokteran: Etiologi dan Epidemiologi Frigiditas Pada Wanita

October 9th, 2011

Frigiditas adalah salah satu tragedi yang paling besar pada wanita. Fr[...]

Geliat Bangkitnya Bisnis Blog Dalam Negeri

Geliat Bangkitnya Bisnis Blog Dalam Negeri

May 25th, 2011

Sabtu hingga Minggu, 20-21 Mei 2011 lalu diadakan even Roadblog 2011 B[...]

Tiga Puluh Tahun

Tiga Puluh Tahun

April 2nd, 2011

Ya, hari ini saya genap berusia 30 tahun! Sudah tidak (terlalu) muda l[...]

Ini Dia Hosting Murah dan Tangguh!


Baca ulasannya di sini dan dapatkan KUPON 50% DISKON di HawkHost!

PDF Search Engine

Fresh Store Builder - The Most Advanced Amazon Affiliate Software