<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dehymenisasi (Coba Saat Hymen Tidak Lagi Menjadi Ukuran Keperawanan)</title>
	<atom:link href="http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/</link>
	<description>Astaqauliyah.com Offering Blog Advertising Tutorials, Make Money Blogging Tips, Personal Opinion, Medical Information and More</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 00:54:47 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Colby Brague</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-8735</link>
		<dc:creator>Colby Brague</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 09:44:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-8735</guid>
		<description>Thanks for taking the time to discuss this, I feel strongly about it and love studying extra on this topic. If potential, as you achieve experience, would you mind updating your blog with further data? This can be very useful for me.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks for taking the time to discuss this, I feel strongly about it and love studying extra on this topic. If potential, as you achieve experience, would you mind updating your blog with further data? This can be very useful for me.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dodi_takanada2na</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-6080</link>
		<dc:creator>Dodi_takanada2na</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 00:40:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-6080</guid>
		<description>bayangkan aja cewek yang lo cintai dipeluk2 orang trus spermanya di semprotkan di vagina pacar lo , lo mau ga terima sisa nya doank?..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bayangkan aja cewek yang lo cintai dipeluk2 orang trus spermanya di semprotkan di vagina pacar lo , lo mau ga terima sisa nya doank?..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aditias</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-5124</link>
		<dc:creator>aditias</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 09:35:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-5124</guid>
		<description>opini yang ada memuat opini yang cendrung provokatif untuk menganggap remeh keperawanan dan bearti secara implisit menganjurkan terjadinya seks bebas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>opini yang ada memuat opini yang cendrung provokatif untuk menganggap remeh keperawanan dan bearti secara implisit menganjurkan terjadinya seks bebas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aditias</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-6265</link>
		<dc:creator>aditias</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 09:35:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-6265</guid>
		<description>opini yang ada memuat opini yang cendrung provokatif untuk menganggap remeh keperawanan dan bearti secara implisit menganjurkan terjadinya seks bebas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>opini yang ada memuat opini yang cendrung provokatif untuk menganggap remeh keperawanan dan bearti secara implisit menganjurkan terjadinya seks bebas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Asta Qauliyah</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-3819</link>
		<dc:creator>Asta Qauliyah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 01:43:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-3819</guid>
		<description>Sama saja bro di mana-mana...
Ini adalah realitas zaman...Kita mesti pandai-pandai memposisikan diri...
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama saja bro di mana-mana&#8230;<br />
Ini adalah realitas zaman&#8230;Kita mesti pandai-pandai memposisikan diri&#8230;<br />
 <img src='http://astaqauliyah.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Asta Qauliyah</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-6264</link>
		<dc:creator>Asta Qauliyah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 01:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-6264</guid>
		<description>Sama saja bro di mana-mana...
Ini adalah realitas zaman...Kita mesti pandai-pandai memposisikan diri...
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama saja bro di mana-mana&#8230;<br />
Ini adalah realitas zaman&#8230;Kita mesti pandai-pandai memposisikan diri&#8230;<br />
 <img src='http://astaqauliyah.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rhidiat4</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-3818</link>
		<dc:creator>rhidiat4</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 01:07:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-3818</guid>
		<description>kalo di indo keperawan ga penting maka hancur lah! banyak yang berzina&lt;a href=&quot;http://day4download.blogspot.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;.&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo di indo keperawan ga penting maka hancur lah! banyak yang berzina<a href="http://day4download.blogspot.com" rel="nofollow">.</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rhidiat4</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-6263</link>
		<dc:creator>rhidiat4</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 01:07:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-6263</guid>
		<description>kalo di indo keperawan ga penting maka hancur lah! banyak yang berzina&lt;a href=&quot;http://day4download.blogspot.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;.&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo di indo keperawan ga penting maka hancur lah! banyak yang berzina<a href="http://day4download.blogspot.com" rel="nofollow">.</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: koesuma</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-3161</link>
		<dc:creator>koesuma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 02:58:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-3161</guid>
		<description>keperawanan memang tidak sebatas utuhnya selaput dara (hymen). terkadang karena kecelakaan hymen bisa robek. atau hilangnya hymen oleh kekerasan seksual pada ybs. sudah saatnya memandang secara jernih permasalahan seperti ini. setiap wanita ingin dihormati dan dihargai sebagai mahkluk yang suci. ukuran keperawanan bagi saya adalah tingkat kejujuran nurani wanita itu sendiri. meskipun ia telah dijamah lelaki namun setelahnya ia mengatakan dengan sadar telah menyesali hal tersebut secara jujur menurut saya kemurnian jiwanya akan kembali sebagai apa yang sebelumnya ia miliki. 
bukan berarti dengan inib saya tidak menghargai  kesakralan keperawanan. tetapi justru lebih menghargai jika ternyata masih ada wanita yang menjaga keperawanan sebagai sebuah tanggung jawab atas kesehatan dan harga dirinya sebagai entitas manusia yang beragama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keperawanan memang tidak sebatas utuhnya selaput dara (hymen). terkadang karena kecelakaan hymen bisa robek. atau hilangnya hymen oleh kekerasan seksual pada ybs. sudah saatnya memandang secara jernih permasalahan seperti ini. setiap wanita ingin dihormati dan dihargai sebagai mahkluk yang suci. ukuran keperawanan bagi saya adalah tingkat kejujuran nurani wanita itu sendiri. meskipun ia telah dijamah lelaki namun setelahnya ia mengatakan dengan sadar telah menyesali hal tersebut secara jujur menurut saya kemurnian jiwanya akan kembali sebagai apa yang sebelumnya ia miliki.<br />
bukan berarti dengan inib saya tidak menghargai  kesakralan keperawanan. tetapi justru lebih menghargai jika ternyata masih ada wanita yang menjaga keperawanan sebagai sebuah tanggung jawab atas kesehatan dan harga dirinya sebagai entitas manusia yang beragama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: koesuma</title>
		<link>http://astaqauliyah.com/2005/06/dehymenisasi-coba-saat-hymen-tidak-lagi-menjadi-ukuran-keperawanan/comment-page-1/#comment-6262</link>
		<dc:creator>koesuma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 02:58:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://astaqauliyah.com/?p=28#comment-6262</guid>
		<description>keperawanan memang tidak sebatas utuhnya selaput dara (hymen). terkadang karena kecelakaan hymen bisa robek. atau hilangnya hymen oleh kekerasan seksual pada ybs. sudah saatnya memandang secara jernih permasalahan seperti ini. setiap wanita ingin dihormati dan dihargai sebagai mahkluk yang suci. ukuran keperawanan bagi saya adalah tingkat kejujuran nurani wanita itu sendiri. meskipun ia telah dijamah lelaki namun setelahnya ia mengatakan dengan sadar telah menyesali hal tersebut secara jujur menurut saya kemurnian jiwanya akan kembali sebagai apa yang sebelumnya ia miliki. 
bukan berarti dengan inib saya tidak menghargai  kesakralan keperawanan. tetapi justru lebih menghargai jika ternyata masih ada wanita yang menjaga keperawanan sebagai sebuah tanggung jawab atas kesehatan dan harga dirinya sebagai entitas manusia yang beragama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keperawanan memang tidak sebatas utuhnya selaput dara (hymen). terkadang karena kecelakaan hymen bisa robek. atau hilangnya hymen oleh kekerasan seksual pada ybs. sudah saatnya memandang secara jernih permasalahan seperti ini. setiap wanita ingin dihormati dan dihargai sebagai mahkluk yang suci. ukuran keperawanan bagi saya adalah tingkat kejujuran nurani wanita itu sendiri. meskipun ia telah dijamah lelaki namun setelahnya ia mengatakan dengan sadar telah menyesali hal tersebut secara jujur menurut saya kemurnian jiwanya akan kembali sebagai apa yang sebelumnya ia miliki.<br />
bukan berarti dengan inib saya tidak menghargai  kesakralan keperawanan. tetapi justru lebih menghargai jika ternyata masih ada wanita yang menjaga keperawanan sebagai sebuah tanggung jawab atas kesehatan dan harga dirinya sebagai entitas manusia yang beragama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

