LATEST NEWS

Mau Tahu Cara Mendapatkan Uang dari Blog? Silahkan ikuti tutorial Asta Qauliyah tentang Blog Advertising dan Beragam Jalan Menghasilkan Uang dari Bisnis Online di blog ini..



Kecerdasan Dialektis

Oleh Asta Qauliyah | June 30th, 2005

Tak dapat dipungkiri, kita hidup untuk melangsungkan peribadatan. Dalam konteks global, ibadah termanifestasikan dalam segala gerak kemanusiaan yang diarahkan untuk mencapai derajat kebahagiaan yang tertinggi. Dalam hal ini, relasi transendential – antara Makhluk dan Khaliknya, tidak harus merupakan bagian paling dominan, tetapi justru saling menyeimbangkan dengan ibadah sosial yang kita lakukan, berupa relasi horizontal yang melibatkan interaksi antar makhluk-Nya. Pun tidak berlebih menganggap bahwa, dengan alasan tertentu, justru ibadah sosial mesti ditempatkan dalam proporsi dominan, jauh melampaui kesalehan-kesalehan individual yang ritualistik. Berbeda dengan ibadah vertikal yang, sebenarnya masuk dalam wilayah pertanggungjawaban nafsiah (individual).

Ibadah sosial – horizontal, yang berujung pada bentuk-bentuk kesalehan sosial, kerap mengasyikkan untuk dibahas. Selain karena relatif mendesakralisasi entitas “tuhan” yang kadang jadi penghalang “kenakalan” manusiawi, secara sederhana juga dapat dikonsumsi oleh banyak pihak tanpa harus khawatir akan ancaman dikotomi surga-neraka.

Kemashlahatan ummat manusia, yang diprasyaratkan oleh hadirnya kesalehan-kesalehan sosial, lebih digambarkan sebagai kondisi di mana semua entitas mendapat “posisi” yang proporsional, tanpa diskriminatif. Kemashlahatan kemudian hanya dapat terwujud jika ada ikhtiar untuk mewujudkannya. Gerak mencapai tujuan dan menggapai cita-cita, akan banyak dipengaruhi oleh sejauh mana metodologi dan kemampuan teknis yang kita miliki. Kemampuan, yang oleh banyak pakar diistilahkan sebagai “kecerdasan hidup”.

Dalam posisinya, manusia memiliki sejumlah potensi insani yang sebenarnya dapat diaktualkan dalam realitas. Kemampuan untuk mengetahui banyak hal secara ilmiah, disebut kecerdasan intelektual. Sedangkan kapabilitas untuk mengembangkan interaksi sosial secara positif dan mendukung potensi insani lainnya, disebut kecerdasan emosional. Ada lagi jenis kecerdasan yang banyak berpengaruh atas prestasi spiritual seseorang, yaitu kecerdasan spiritual.

Perkawinan antara kecerdasan spiritual dengan kecerdasan intelektual dalam berbagai hal, akan melahirkan “idealisme” dalam diri. Sebuah world view hanya akan lahir jika perspektif spiritualitas dapat menembus spektrum ketuhanan (idealitas), dan dikuatkan secara rasional oleh kemampuan intelektualitas. Idealisme, dalam berbagai pengertian, merupakan refleksi kesempurnaan yang lahir sebagai hasil pergulatan intelektualitas-rasionalitas dengan potensi fitrawi manusia.

Idealisme (seharusnya) menjadi spirit dasar bagi manusia untuk berikhtiar menuju kesempurnaan. Dalam konteks ini, permasalahan yang kemudian muncul adalah, idealisme kadang harus dipaksakan untuk sedikit lebih realistis dalam memandang dunia (world). Yang kemudian muncul – pada bagian akhir, adalah proses dialektika antara keduanya. Pertanyaan yang hadir kemudian, apakah dialektika dapat dianggap sebagai bagian ibadah ? Apakah benar, proses hidup merupakan keseluruhan dialektika ?

Dialektika Kehidupan

Paradigma hitam-putih (black and white) dalam kenyataannya, menyisakan ruang yang memungkinkan terjadinya interaksi bilateral. Adanya baik dan buruk, senang dan sedih, kaya dan miskin, memberi peluang besar bagi terwujudnya dinamisasi. Seperti roda pedati, hidup ini berputar dalam siklus tersendiri berdasarkan hukum tertentu. Dalam takaran spiritualitas – seperti antara lain diajarkan dalam tradisi Yin dan Yang, fluktuatifnya keimanan manusia, semakin menunjukkan bahwa keseluruhan proses hidup merupakan dinamika tersendiri. Penyederhanaan dari semua proses ini adalah dengan menyebutnya sebagai dialektika.

Proses dialektika sarat dengan kemungkinan-kemungkinan. Kalah dan menang menjadi hal biasa. Dari kesadaran dialektis inilah, mulai bermunculan upaya penyeimbangan baru, khususnya untuk meminimalkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak menguntungkan dalam proses dialektika, dengan mempopulerkan budaya win-win solution (solusi menang-menang). Tak dapat dinafikkan, win-win solution juga merupakan bagian dari dinamika. Hanya saja, ini menduduki level yang lebih tinggi dibanding konsep win-lose solution. Singkatnya, berdialektika adalah bermain dengan kemungkinan-kemungkinan !

Layaknya proses yang di dalamnya ada ikhtiar secara sadar, dialektika pun mensyaratkan adanya kemampuan-kemapuan dasar untuk dapat memenangkan keseluruhannya. Kemampuan, yang dalam bahasa sederhananya, diistilahkan sebagai kecerdasan – sebagaimana yang dijelaskan di muka. Untuk memudahkan berlangsung dan tercapainya harapan dalam sebuah dialektika, kita mutlak membutuhkan kemampuan dasar berupa kecerdasan dialektis.

Kecerdasan Dialektis ; Persinggungan Idealisme dengan Realitas

Tak jarang ketika diperhadapkan dengan realitas, kita tidak dapat berbuat banyak. Pergulatan batin untuk memutuskan apakah suatu perbuatan adalah baik atau buruk, ideal atau kapital, dan berbagai pertentangan bipolar lainnya, menjadi hambatan negatif berkembangnya kreatifitas. Kita menjadi gamang – antara memilih yang ini atau yang itu. Kita terjebak dalam keragu-raguan yang mungkin pelik untuk reda. Padahal, kenyataan berjalan dengan alurnya sendiri, tak pernah mau mengerti kegamangan yang melanda kita. Pada akhirnya, ketidakmampuan untuk melakukan proses dialektika – antara idealisme dalam jiwa dengan realitas di depan mata, membawa kita pada kegagalan, setidaknya kegagalan untuk memilih.

Kecerdasan dialektis hanya dapat terbangun jika kita sadar bahwa setiap insan memiliki kemerdekaan yang sama untuk berikhtiar. Sebagai bagian ibadah, berikhtiar merupakan proses pencapaian tujuan hidup – menuju kesempurnaan hakiki. Jadi, secara sederhana, dialektika adalah upaya-upaya realistis yang dapat dilakukan manusia untuk mencapai limit tertentu, menuju kesempurnaan. Bukankah proses hidup yang kita lakukan tidak mesti harus sempurna, tetapi sedikitnya bisa mendekati kesempurnaan?

Memunculkan kecerdasan dialektis, menuntut kesediaan untuk menunjukkan kebesaran jiwa dan kemampuan untuk mempersinggungkan idealisme sanubari dengan pendekatan-pendekatan realistis di alam nyata. Pada level ini, kecerdasan dialektis sebenarnya dapat menjadi dinamisator kehidupan manusia, menjembatani kebuntuan dan ketidakbertemuan antara titik ideal dengan kenyataan yang terjadi. Rendahnya kecerdasan dialektis sebenarnya menjadi jawaban, mengapa banyak orang mengalami stress dan tekanan psikis berlebih dalam hidupnya.

Kecerdasan dialektis mensyaratkan selain kecerdasan intelektual-spiritual, juga kecerdasan emosional. Daniel Golemann, dalam konsep kecerdasan emosionalnya, menitikberatkan pemanfaatan kecerdasan emosional pada wilayah interaksi sosial (antar pribadi). Kematangan individu, khususnya untuk dapat menghadapi kenyataan secara dewasa, banyak dipengaruhi oleh tipe kecerdasan ini. Sementara kecerdasan intelektual dan spiritual, dalam kajian Dana Zohar dan Ian Marshall, lebih banyak bermain dalam wilayah-wilayah individual (intra pribadi). Sementara kecerdasan dialektis, muncul sebagai evolusi tertinggi hasil interaksi dinamis antara tiga jenis kecerdasan primer manusia tersebut (intelektual-spiritual dan emosional). Munculnya tipe-tipe kecerdasan baru, hanya merupakan turunan sekunder dari tiga kecerdasan dominan sebelumnya. Dinamika yang terbangun dari ketiga kecerdasan dominan tadi, jika diperkaya dengan penguasaan kecerdasan turunan sekunder lainnya, dapat mengantarkan kita pada titik pencapaian kecerdasan dialektis.

Sebagaimana entitas lain, kecerdasan dialektis juga berfluktuatif sejalan dengan tingkat kedewasaan perspektif dan keberterimaan realitas yang kita miliki. Kecerdasan dialektis, pada satu titik merupakan puncak kearifan manusiawi dalam memandang harmonisasi hidup ; keseimbangan antara kebutuhan materiil dan imateriil, antara kepentingan dunia dan akhirat. Manusia yang memiliki kecerdasan dialektis tertinggi adalah insan kamil; insan yang realistis dalam kedinamisan yang melingkupinya.

Bukan hal yang sukar membangun kecerdasan dialektis. Yang penting kita bisa memahami secara benar, seperti bagaimana potensi fitrawi yang melekat dalam diri kita. Setiap manusia dianugerahi kemerdekaan untuk berbuat, tentunya dalam batas-batas kemampuan insaniah yang dimilikinya, termasuk untuk melakukan “penyesuaian-penyesuaian” agar dapat mencapai tujuan hidup. Tetapi di luar semua itu, hukum alam (sunnatullah) juga tak bisa dinafikkan adanya. Persinggungan antara kemerdekaan manusia dengan keharusan hukum alam, merupakan proses dialektika dalam skala kosmik, yang melahirkan kesadaran kontekstual – kesadaran untuk menganggap bahwa kita sedang bermain dengan batasan-batasan melalui permainan tak terbatas dalam konteks yang berbatas. Dengan demikian, sebenarnya kesadaran kontekstual hanya dapat lahir jika kita memiliki kecerdasan dialektis yang matang.

Jika kecerdasan dialektis berkembang baik, maka kemampuan kita menghadapi dan mengelola kenyataan akan baik pula, termasuk untuk membumikan makna hubungan transendental kita kepada Rabb dan substansi dasar relasi horizontal kita dengan makhluk-Nya yang lain. Kesederhanaan hidup, dalam nuansa yang harmonis, menjadi tidak sukar diwujudkan, asalkan kemampuan dialektika kita semakin matang. Sehingga, pada akhirnya, kesempurnaan hidup – diterminologikan sebagai “insan kamil”, hanya bisa terwujud jika kita membangun kecerdasan dialektis secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Nah, sudahkah kita mencoba mengasah kecerdasan dialektis masing-masing? []

Search terms for this post:

defenisi dialektika /

Postingan terkait di blog ini:


Dapatkan informasi terbaru dari Asta Qauliyah seputar Blog Advertising, Bisnis Online, Artikel Kesehatan/Kedokteran Populer dan sejumlah Tips dan Trik Blogging terbaru melalui email Anda:


Enter your email address:


LinkLift




Berikan Komentar Anda di Sini:

About

Astaqauliyah.com dikelola oleh Asta Qauliyah. Asta Qauliyah hanya nama cyber (cybername). Nama asli saya adalah Asri Tadda, kelahiran 3 April 1981 di Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan SMA di SMU Negeri 1 Makassar tahun 1999,... Selanjutnya»

Ada 464 Postingan - 2,616 Komentar dan 62 Kategori di blog ini.

Berlangganan Lewat Email

Mau baca postingan blog ini lewat email? Caranya mudah!
Ketik alamat email di bawah ini lalu tekan ENTER

#1 Recommended Money Making

  • LinkLift
  • Best Webhosting 2010

      Cheapest Hosting

    • Blog Advertising

      LinkLift an alternative paid link broker

      Make Money Blogging dengan LinkLift

      Mau mendapatkan penghasilan yang lumayan dari menjual link di blog anda? Nah, saya mau memperkenalkan sebuah broker paid links dan blog advertising yang beroperasi sejak tahun 2006 lalu dan berpusat di Berlin, Jerman. Namanya LinkLift. Meski sudah lama berdiri,... 

      AdonBanner Redirect Problems

      Cara Mengatasi AdonBanner Redirect di Blog Anda

      Beberapa hari terakhir banyak blogger yang mengeluhkan halaman blog mereka berganti menjadi halaman parkir dengan nama domain adonbanner.com, sebuah situs layanan blog advertising Pay Per Click (PPC) berbasis gambar yang beberapa bulan lalu menghilang begitu saja... 

    • Aktivitas

      Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009

      Ayo Ikuti Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2009

      Lama tidak posting lagi di blog ini. Selain sibuk dengan pekerjaan offline di AstaMedia Group, saya juga harus mengikuti rangkaian Workshop Wirausaha Muda Mandiri 2009 di Malang (menyusul di Manado dan Denpasar Bali) serta program Super Business Rich oleh ACTIONCoach... 

      Dari Samping: Ibu Leni Prihati, Asri Tadda, Onno W. Purbo dan Budi Putra

      Catatan Dari Grand Launching AstaMedia Blogging School

      Alhamdulillah, akhirnya Grand Launching AstaMedia Blogging School berlangsung dengan lancar seperti yang kami targetkan, kemarin (16/05) di Krakatau Room, Hotel Horison Makassar. Acara dimulai sejak pukul 08.00 WITA untuk registrasi peserta, dilanjutkan dengan... 

    • Blogger Tamu

      Indonesia Kita; Dari Flu Burung ke Flu Babi

      Terjangan virus flu burung (H5N1) belum lagi berakhir ketika virus baru Flu Babi atau swain flu (H1N1) mulai ditemukan pada pertengahan bulan Maret ini. Pandemi flu burung yang sangat mematikan kini mulai ditambah lagi dengan ketakutan akan serangan wabah flu babi... 

      Blogger Sebagai Profesi

      Blogger Sebagai Sebuah Profesi

      Apa motivasi yang melatar-belakangi Anda ketika pertama kali membuat blog? Jawabannya tentu saja bisa bermacam-macam. Namun kalau boleh saya ambil kesimpulan, hampir sebagian besar blogger bertujuan komersil saat memulai blognya. Ya, apa lagi kalau bukan berburu... 

    • Artikel

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Medical

      Kejadian Osteoporosis Pada Wanita Lanjut Usia (Kasus RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar)

      PROSES menua merupakan suatu proses normal yang ditandai dengan perubahan secara progresif dalam proses biokimia, sehingga terjadi kelainan atau perubahan struktur dan fungsi jaringan, sel dan non sel. (Widjayakusumah, 1992). Berbagai perubahan fisik dan psikososial... 

      IMUNISASI; Pengertian, Jenis dan Ruang Lingkup

      IMUNISASI; Pengertian dan Ruang Lingkup Definisi : Cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu Ag, sehingga bila ia terpapar pada Ag yang serupa, tidak terjadi penyakit. Sistem Imun Spesifik : Hanya dapat menghancurkan benda asing yang... 

    • Referat

      Referat Kedokteran: Pemilihan Cairan Pengganti Pada Perdarahan Akut

      Artikel ini merupakan lanjutan dari referat kedokteran yang telah kami publikasikan sebelumnya, yaitu Konsep Dasar Transport Oksigen. Kali ini kita akan membicarakan tentang Pemilihan Cairan Pengganti pada Perdarahan Akut. Pada prinsipnya, pemilihan cairan pengganti... 

      Referat Kedokteran: Konsep Dasar Transport Oksigen

      Referat ini adalah lanjutan dari referat kedokteran sebelumnya: Resusitasi Cairan Pada Perdarahan Akut. Kali ini kita akan membicarakan tentang konsep dasar transport oksigen. Mekanisme transport oksigen terdiri dari tiga tahap : a. Sistem pernapasan yang membawa... 

    • Breaking News

      Lowongan Kerja Dokter Perusahaan di PT Ajinomoto Indonesia

      Ajinomoto Indonesia berencana merekrut tenaga medis sebagai dokter perusahaan. Detail pekerjaannya adalah sebagai berikut: 1. Melakukan analisa laporan kesehatan karyawan Grup Ajinomoto Indonesia 2. Menyusun rekapitulasi laporan hasil pemeriksaan... 

      Kontroversi Blog Noordin M Top

      Di tengah gencarnya proses pencarian terhadap gembong teroris internasional Noordin M Top, tiba-tiba kita kembali dikagetkan dengan ‘pengakuan resmi’ seseorang yang mengaku sebagai Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia Abu Mu’awwidz Nur Din... 

    Postingan Berdasarkan Kata Kunci

    AntiVirus Anti Virus Articles Trade Artis seksi Artis Seksi 2009 AstaMedia Blogging School AstaMedia Group Bank Mandiri Bisnis Online Blog Blog Advertising blogger Blogger Template blogger widget Blogging Blogsvertise Download Gratis Google Google Adsense Indonesia Internet Internet Marketing Kedokteran Kehamilan Kesehatan Make Money Blogging Opini Kesehatan page rank paid Blogging Paid Review Paypal Pelayanan Kesehatan Pembangunan Kesehatan Refleksi Rumah Sakit Seksi SEO Smorty SMS Sahabat Software Tips Blogging Tips Ngeblog Ulang Tahun widget widget blog