Refleksi : Shalat, Tapi Lupa Makna

“Seburuk-buruk pencuri adalah orang yang mencuri akan shalatnya. Mendengar perkataan ini, orang banyak bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana orang mencuri shalatnya itu? Berkata Rasulullah: Yaitu tidak ia sempurnakan ruku’nya dan sujudnya.” (HR Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Qatadah)

Sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Muwaththa’ Imam Malik, dalam suatu kesempatan Rasulullah bersabda, “Apa yang kalian lihat tentang peminum, pencuri dan pezina?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang keji dan berdosa.” Selanjutnya beliau menyambung perkataannya, “Seburuk-buruk pencuri adalah mereka yang mencuri shalatanya,” dan seterusnya….

Dalam ilmu fiqih, shalat bagi kaum muslimin adalah fardhu ‘ain. Artinya, setiap individu muslim wajib mendirikannya. Sebagai konsekuensinya, jika dikerjakan akan mendatangkan pahala, jika ditinggalkan akan terkenai sanksi dosa.

Kewajiban setiap muslim adalah mendirikan shalat, bukan sekadar mengerjakan. Ada beberapa perbedaan prinsip antara menegakkan dan mengerjakan. Pertama, mengerjakan itu berkonotasi rutinitas, sedangkan menegakkan berarti ada sesuatu yang dibangun dari awal atau ada yang bengkok kemudian diluruskan, yang tertidur dibangunkan. Atau lebih tepatnya, yang pasif diaktifkan.

Kedua, mengerjakan lebih menekankan pada aspek jasmani, sedangkan mendirikan, selain jasmani juga ruhani. Karena shalat tidak sekadar gerak badan, tapi gabungan antara gerak badan, lisan, dan hati secara bersamaan.Mengerjakan tidak dituntut kesempurnaan pelaksanaannya, sedangkan menegakkan memberi tekanan pada penyempurnaan syarat, rukun, dan kehadiran hati di dalamnya.

Dengan demikian, mengerjakan shalat jauh lebih mudah daripada mendirikannya. Siapa saja bisa mengerjakan shalat, tapi tidak semua bisa mendirikannya. Sedangkan perintah Allah kepada kita adalah menegakkan atau mendirikan, bukan mengerjakan. Semua perintah shalat dalam al-Qur’an selalu menggunakan kata aqiimish-shalah, sebagaimana firman-Nya:

Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, akan mendapatkan pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Baqarah: 110)

Untuk mendirikan shalat dibutuhkan sikap sempurna, meliputi segala kaifiyatush-shalah, baik syarat, rukun maupun wajibnya. Tak kalah pentingnya adalah menghadirkan hati pada setiap gerakan shalat, disesuaikan dengan ucapan lafadz-lafadz doa yang dibaca.

Di sini banyak orang yang kemudian lalai dalam shalatnya. Ia mengerjakan shalat, tapi lupa untuk menyempurnakannya. Dalam shalat mereka juga mengucapkan berbagai doa, tapi lupa menghayati maknanya. Antara yang diucapkan dan gerak hatinya berbeda, demikian juga gerak pikirannya. Ketika seseorang melalaikan hal di atas, berarti ia telah mengurangi takaran kewajibannya. Mengurani takaran itu sama halnya dengan mencuri.

Alangkah seringnya kita mencuri shalat.

Salah satu kegiatan yang palng sering dicuri adalah thuma’ninah, yaitu diam sejenak pada saat ruku’ dan sujud. Pada saat ini tidak sedikit di antara kita justru terburu-buru. Baru sejenak tangan menempel di lutut ketika ruku’, sudah bangkit lagi. Baru beberapa detik dahi menempel di lantai ketika sujud, sudah diangkat kembali. Bahkan banyak di antara kita yang dahinya belum sempat menyentuh lantai secara utuh sudah diangkat kembali.

Andaikata kita mengetahui fadhilah ruku’ dan sujud, tentu kita akan lebih memperlambatnya. Saat ruku’ dan sujud itulah hubungan seorang hamba dengan Tuhannya menjadi sangat dekat. Itulah saat yang paling tepat bagi kita untuk mengakrabkan diri kepada Allah. Kita berkenalan, berdialog, bermuwajahah. Pada saat ini seolah-olah kita sedang melihat Allah, jika tidak demikian, kita yakini saja bahwa Allah sedang melihat kita.

Duhai, sungguh merugi orang yang melalaikan shalatnya. Ia tidak memperoleh apa-apa, kecuali kelelahan saja. Itupun masih harus menerima balasan dari Allah, berupa celaan yang menghinakan, sebagaimana firman-Nya:

Celakalah bagi orang yang shalat, yaitu yang lalai dalam shalatnya.” (QS al-Maa’un: 5)

Dari berbagai sumber

Refleksi : Shalat, Tapi Lupa Makna
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

  • Epistemologi; Pengertian, Sejarah dan Ruang Lingkup
    Epistemologi selalu menjadi bahan yang menarik untuk dikaji, karena disinilah dasar-dasar pengetahuan maupun teori pengetahuan yang diperoleh manusia menjadi bahan pijakan. Konsep-konsep ilmu penget...
  • Balik
    Gembira rasanya ketika menjejak kembali di tanah Mangkassara. Setelah sekitar satu bulan lamanya mendiamkan jemari di tanah kelahiran, kini kesempatan itu terbuka lagi. Metropolis yang sarat dengan in...
  • Referat Kedokteran: Oklusi Arteri Retina Sentral
    Hilangnya penglihatan yang tiba-tiba, memberat, dan tanpa nyeri pada salah satu mata merupakan karakteristik dari oklusi arteri retina sentral. Retina akan menjadi opaque dan edema, khususnya dibagian...
  • [INFO]: Pelatihan YSKB Februari 2011: Klinik Kesehatan Kerja Dan Pemasarannya
    Pelatihan YSKB Februari 2011: Klinik Kesehatan Kerja Dan Pemasarannya 22-23/2/2011 MANAJEMEN KLINIK KESEHATAN KERJA Klinik Kesehatan Kerja, Klinik Dokter Umum dan Dokter Keluarga bekerja di hu...
  • Mengenal Lebih Dekat Flu Burung (Avian Influenza)
    Flu Burung (Avian Influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya mengenai burung dan mamalia. Penyebab flu burung adalah virus Influenza tipe A yang menyebar antar-unggas....

Tentang AstaQauliyah.com

Telah ada 477 artikel di ASTAQAULIYAH.COM

Blog ini dikelola oleh Asta Qauliyah. Sejak tahun 2008, Asta Qauliyah aka Asri Tadda bekerja sebagai full-time blogger dan SEO konsultan sekaligus berhenti dari program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Unhas Makassar yang selama ini digelutinya. Kini, Asta Qauliyah tengah mengembangkan AstaMedia Group, sebuah perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berbasis di Makassar dengan sejumlah layanan online dan sayap bisnis di sektor ril. Anda bisa menghubungi Asta Qauliyah melalui jejaring sosial di bawah ini:

Twitter | Facebook | LinkedIn | Google Profile+ | FriendFeed

Tentang Asta Qauliyah

Asri TaddaAsta Qauliyah aka Asri Tadda adalah seorang blogger lelaki yang aktif berkecimpung di dunia bisnis online sejak tahun 2007. Ia juga founder AstaMedia Group, perusahaan internet marketing dan blog advertising yang berpusat di Makassar dengan sejumlah layanan global. Profil selengkapnya...

Bedak Pemutih

Artikel Terbaru Astaqauliyah.com

Daftar Makanan Untuk Diet Golongan Darah AB

Daftar Makanan Untuk Diet Golongan Darah AB

Jenis makanan tertentu dapat menguntungkan mereka yang memiliki golongan darah terten[...]

Bisnis Online: 3 Rahasia Sukses Blogger Top

Bisnis Online: 3 Rahasia Sukses Blogger Top

Tulisan ini ditulis guest blogger Daeng Anto, seorang blogger yang banyak berbagi T[...]

Ancaman Di Balik Jabatan

Ancaman Di Balik Jabatan

Artikel ini ditulis oleh guest blogger Yayan Sugiana, seorang TNI-AL yang merangkap[...]

Serenade; Kado Unik Hari Valentine untuk Pasanganmu!

Serenade; Kado Unik Hari Valentine untuk Pasanganmu!

Valentine menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, terutama kaum rema[...]

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

Profile Maddi Jane, Penyanyi Cilik Bertalenta ala Justin Bieber

Siapa yang pernah kenalan dengan Justin Bieber? Saya kira tidak banyak! Tapi siapa ya[...]

Ini Dia Hosting Murah dan Tangguh!


Baca ulasannya di sini dan dapatkan KUPON 50% DISKON di HawkHost!