Anda keberatan dengan iklan yang tampil di blog ini?
Ini adalah halaman Protes/Keberatan Pembaca atas Iklan Tayang di Blog Randezvous ini.Partisipasi Anda sebagai pembaca/pengunjung blog ini sangat kami harapkan agar tampilan dan jenis iklan yang tayang di blog ini tidak akan mengganggu kenyamanan pembaca/pengunjung.
Tuliskan protes/keberatan Anda melalui form “KOMENTAR” pada halaman ini. Atas partisipasi Anda kami menghaturkan terima kasih.
Salam,
Asri Tadda
Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel
Bagi kita – yang pernah belajar sejarah – mungkin masih ingat, pada sekitar pertengahan abad ke 19, di hampir seantero jazirah Hindia Belanda diserang wabah cacar yang pada akhirnya sangat mematikan. Puluhan ribu rakyat tewas akibat epidemi penyakit klasik yang juga dikenal dengan Varisela ini. Belanda prihatin, pasalnya “tenaga kerja paksa” mereka banyak yang meninggal karenanya.
Untuk mengatasinya, sejumlah mantri kesehatan didatangkan untuk mengobati mereka yang menderita. Kehadiran mantri sekaligus memberi kontribusi meluluhkan sedikit demi sedikit mitos yang tengah berkembang bahwa cacar adalah penyakit kutukan Dewa. Diduga, mitos ini telah menyebabkan mereka yang terserang cacar tidak bisa banyak berbuat, karena takut dianggap melawan kutukan sang Dewa. Selebihnya karena faktor minimnya akses pelayanan kesehatan dan akibat tidak punya uang berobat ke dukun. Padahal, sebagaimana klinisnya, chickenpox ini ternyata bisa sembuh sendirinya (self limiting disease). Lantas, mengapa banyak yang harus jadi mayat? Continue Reading
Kategori: Refleksi
Dalam suasana bekerja dengan teknologi tinggi dan dipengaruhi oleh budaya global, masalah pengharga an bagi tenaga kesehatan di rumahsakit menjadi isu yang semakin penting dalam strategi pengembangan rumahsakit di masa mendatang. Dokter spesialis, dokter, manajer rumahsakit dan perawat merupakan profesi-profesi utama di rumahsakit yang perlu dilihat kecenderungan sikapnya dalam penghargaan. Dalam teori manajemen sumber daya manusia (Cenzo dan Robbins) 1996 lembaga menggunakan penghargaan Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel
Pertumbuhan Industri obat perlu diperhatikan. Harga obat yang menjadi semakin mahal dapat menjadi ancaman bagi rumahakit karena masyarakat mungkin tidak mampu untuk membelinya. Disamping itu lingkungan luar industri obat ini dapat membuat rumahsakit terjerumus pada hubungan yang tidak baik (kolusi) antara rumahsakit, dokter dan jaringan industri obat dalam konteks promosi penggunaan obat. Akibatnya biaya pengobatan rumahsakit menjadi meningkat. Dalam jangka panjang keadaan ini dapat merugikan Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel
Masyarakat merupakan lingkungan luar penting karena sebagian besar pendapatan rumahsakit berasal dari masyarakat langsung. Dalam hal ini perlu dipahami mengenai need dan demand. Demand adalah keinginan untuk lebih sehat diwujudkan dalam perilaku mencari pertolongan tenaga kedokteran. Needs adalah keadaan kesehatan yang oleh tenaga kedokteran dinyatakan harus mendapatkan penanganan medis (Posnett, 1988). Dengan demikian demand masyarakat tidak sama dengan needs. Secara ideal berdasarkan Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel
Perhatian untuk meningkatkan kualitas lingkungan kehidupan baik di kota maupun wilayah kabupaten merupakan prioritas dalam Agenda 21. Hal tersebut dapat dipahami mengingat pertumbuhan penduduk kota di dunia menunjukkan lonjakan yang cukup fenomenal, sementara kualitas lingkungan cenderung menurun.
Masalah-masalah perkotaan, seperti kepadatan lalu lintas, pencemaran udara, perumahan dan pelayanan masyarakat yang kurang layak, kriminal, kekerasan dan penggunaan obat-obat terlarang menjadi Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel, Healthy City
Selamat Idul Fitri
1 Syawal 1426 H
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Baca Selengkapnya!
Kategori: Aktivitas
Jika berkarya merupakan parameter keberhidupan, maka setiap jejak langkah manusia dimutlakkan untuk selalu progressif; maju dan memandang masa depan, menjemputnya dan membawa kenikmatannya pergi…Untuk sahabat dan kawan yang pernah dan hingga sekarang masih menerima eksistensiku, terima kasih…
Baca Selengkapnya!
Kategori: Aktivitas
Di sekitar kita, masih banyak yang membutuhkan perhatian. Tidak jarang dari mereka, harus rela mengakhiri asa di tengah besarnya harapan akan datangnya pertolongan kita. Ini realitas!
Baca Selengkapnya!
Kategori: Refleksi
Tulisan Untuk Alpha Centaury
Dalam berbagai literatur keagamaan, secara jelas digambarkan bahwa fungsi utama diturunkannya manusia ke bumi adalah untuk beribadah. Untuk konteks hubungan transcendental manusia dengan Sang Penciptanya, termin beribadah cenderung dimaknai sebagai ungkap syukur atas anugerah kehidupan, yang diaktualkan melalui gerak-gerak ritual keagamaan. Ini akan menjadi berbeda ketika kita mengartikan “ibadah” dalam realitas sosialnya. Jika dikuantifikasi, Baca Selengkapnya!
Kategori: Refleksi
Tak dapat dipungkiri, kita hidup untuk melangsungkan peribadatan. Dalam konteks global, ibadah termanifestasikan dalam segala gerak kemanusiaan yang diarahkan untuk mencapai derajat kebahagiaan yang tertinggi. Dalam hal ini, relasi transendential – antara Makhluk dan Khaliknya, tidak harus merupakan bagian paling dominan, tetapi justru saling menyeimbangkan dengan ibadah sosial yang kita lakukan, berupa relasi horizontal yang melibatkan interaksi antar makhluk-Nya. Pun tidak berlebih Baca Selengkapnya!
Kategori: Refleksi
Kepada Miftah dan FBUAku tahu, kawan…Engkau punya banyak cita dan haraptuk merubah hidupAku pun tahu, kawan…Engkau punya sejuta asa dan semangat kelaki-lakiantuk mengawal perubahanPun aku mengerti, kawan..Setiap jejakmu hanyalah untuk kesetiaan pada idealismeMenghitung waktu, menapak harituk mewujud harap nan terpendam; kemerdekaan, kemanusiaanMungkin aku juga tahu, kawan..Disana,Dalam dekapan tirani dan harumnya kembang kuasaBerdiri dengan kokohnya,Kedzaliman !Tak berharap benar, aku Baca Selengkapnya!
Kategori: Refleksi
Dalam sejarah mula peradaban, kehadiran wanita hanya dinisbatkan sebagai “pelengkap” atau “barang komplementer” bagi kehidupan pria. Ini diketahui dalam cerita Nabi Adam a.s. yang karena merasa kesepian dan ketakbermaknaan hidupnya di bumi pengasingan, kemudian meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkannya “teman” hidup.
Sebagai teman hidup (dalam perspektif materialisme kita), wanita kemudian dipersepsikan sebagai “penampakan” atas ukuran-ukuran manusiawi yang kerap dijumpai Baca Selengkapnya!
Kategori: Artikel, Opini
Silih berganti, bangsa kita dilanda duka. Seakan tak hendak berakhir, ratusan ribu nyawa melayang diterjang gelombang tsunami di Aceh dan Sumut (26/12/04), menggenapkan jumlah dari puluhan korban jiwa yang terjadi saat gempa menimpa Alor dan Nabire sebelumnya. Setelah itu, menyusul beberapa daerah di-”sapa” gempa, catatlah Palu (6,2 SR), Nias (8,3 SR), Padang (6,4SR), dan beberapa daerah lain. Ini belum merambah pada identifikasi kerugian akibat bencana-bencana lainnya. Bangsa ini tengah Baca Selengkapnya!
Kategori: Refleksi
Entah dari mana mula kata “surga” dan “neraka”. Tak dapat pula dijejaki mengapa “surga” mesti berantonimkan “neraka”. Kitab-kitab suci, dengan bahasa asli, tak satupun yang menyebutkan nama “surga” atau “neraka” di dalamnya. Yang ada cuma “jannah” dan “an-nar” (dalam AlQuran), Taman Eden (dalam Injil), dan sejumlah nama asing lainnya. Namun, dari semua itu, satu yang paling jelas bisa dipahami adalah : salah satu dari kedua nama tersebut (surga dan neraka), Baca Selengkapnya!
Kategori: Refleksi
6 Komentar Terakhir